Tak diragukan lagi Anda semua belakangan ini pasti mulai dibuat was-was dengan berita difteri yang mulai katanya mulai nyebar di seantero nusantara. Bahkan belum lama ini Kementerian Kesehatan kita pun sudah menetapkan wabah difteri sebagai kondisi yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Apalagi sudah menelan puluhan korban jiwa.

Difteri sendiri adalah penyakit infeksi yang pada umumnya menyerang selaput lendir yang ada dibagian hidung dan tenggorokan. Dengan gejala berupa sakit tenggorokan dan demam yang ditandai dengan adanya lapisan putih di bagian tenggorokan dan amandel. Penyakit difteri ini sebenarnya memang tergolong penyakit biasa tapi bisa berbahaya jika racunnya sudah menyebar ke organ tubuh.

Anda yang mendengar dan membacanya diberbagai sosial media pasti was-was dong atau bahkan Anda mungkin mulai panik dan takut. Gimana jadinya kalau wabah difteri mulai menyebar ke daerah Anda? nah, untuk itu kali ini kita bakal membahas mengenai fakta-fakta penyakit difteri. Apa saja?

Difteri Penyakit yang Disebabkan Bakteri Corynebacterium Diphtheriae

Bakteri Corynebacterium Diphtheriae adalah jenis bakteri yang menyebabkan penyakit difteri. Saat menyerang, bakteri ini akan menyerang selaput lendir yang ada di hidung dan tenggorokan. Infeksi bakteri ini dapat membuat sel-sel yang sehat di hidung dan tenggorokan jadi mati, yang kemudian membentuk lapisan tipis di tenggorokan. Infeksi akibat bakteri ini dapat menghasilkan racun yang berpotensi menyebar kedalam aliran darah kemudian merusak ginjal, sistem syaraf dan jantung.

Penyakit Difteri Tergolong Penyakit Menular

Penyakit difteri merupakan penyakit yang tergolong menular. Bisa melalui percikan ludah, menyentuh benda yang terkontaminasi bakteri penyebabnya atau bahkan kontak langsung dengan luka yang dialami penderita difteri. Menurut pakar kesehatan penyakit ini paling gampang menulari mereka yang tidak mendapatkan vaksi difteri sebelumnya.

Gejala Difteri

Gejala difteri tidak hanya demam dan sakit tenggorokan yang ditandai dengan adanya lapisan putih di amandel dan tenggorokan. Tapi dapat juga berupa sesak napas, lemas, pilek dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini akan terjadi selama 2 sampai 5 hari. Jadi waspada jika Anda mengalami gejalanya dalam kurun waktu seperti itu bisa jadi Anda terjangkit difteri.

Difteri Termasuk Penyakit yang Bisa Berakibat Fatal

Kementerian Kesehatan Indonesia sudah menetapkan penyakit difteri sebagai penyakit berbahaya. Ya itu memang benar bukan hoax apalagi pengalihan isu seperti yang sering dikatakan para penyebar fitnah! Karena faktanya penyakit ini memang bisa menyebabkan kematian karena komplikasi. Dimulai dari kerusakan pernapasan, ginjal, syaraf sampai kerusakan jantung.

Pencegahan Paling Efektif dari Penyakit Difteri Adalah dengan Pemberian Vaksin

Dengan bahayanya yang bisa menyebabkan kematian pasti tidak ada satupun orang yang mau terjangkit. Anda pun seperti itu kan? karena itu para pakar kesehatan menyarankan agar Anda segera mendapatkan vaksi DTP apalagi bagi Anda yang belum pernah mendapatkan vaksinnya. Karena dokter mengatakan satu-satunya cara pencegahan paling efektif adalah dengan pemberian vaksi DTP.

Nah, sekarang Anda sudah tahu faktanya jadi sebaiknya segera memvaksin diri Anda dan orang-orang tercinta Anda.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY