Seluruh perhatian masyarakat dunia sekarang ini sedang terpusat pada Myanmar, tapi bukan karena perhelatan perhelatan piala AFF U-19 melainkan karena di negara ini sedang terjadi manuver militer terhadap etnis Rohingya.

Kalau dilihat sih sebenarnya konflik Rohingya ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, apalagi hampir setiap tahun tragedi ini terus terjadi. Etnis Rohingya terus diburu, dianiaya, diperlakukan tidak manusiawi, diusir bahkan sampai dibantai. Hal ini sudah pasti mematik protes keras dari seluruh masyarakat dunia atas dasar kemanusiaan.

Nah, yang unik kalau masyarakat dari negara-negara lain melakukan aksi protes sampai banyak yang menggalang bantuan, beberapa kelompok masyarakat di tanah air justru sibuk untuk menuntut balas. Yang mirisnya bukan sama orang-orang Myanmar tapi pengennya pada sesama orang Indonesia juga, unik bukan? yang berbuat siapa pengennya yang dihukum siapa? Ibaratnya (ingat ibaratnya!! Jangan dihilangin) itu orang Amazon yang perkosa orang Myanmar tapi yang pengen dihukum orang Indonesia, ini logikanya siapa saya juga gak ngerti.

Fakta-Fakta-Konflik-Rohingya-oleh-SegiEmpatTapi daripada tersesat dengan berita-berita hoax yang tujuannya Cuma pengen bikin chaos di negara sendiri, yang sadar atau tidak dan diakui atau tidak sudah ditunggangi oleh para politikus bangsat! Nih baca dulu deh fakta-fakta konflik Rohingya.

Etnis Rohingya Sudah Bermukim di Myanmar Sejak Abad 12

Etnis Rohingya sebenarnya sudah menduduki wilayah Myanmar sejak abad ke 12, dan sampai sekarang etnis yang mayoritas beragama Islam ini sudah bertambah banyak. Menurut  data ARNO yang merupakan Organisasi Nasional Arakan Rohingya, sekarang etnis Rohingnya sudah berjumlah lebih dari 1 juta jiwa. Dimana mayoritas mereka bermukim di pantai barat Myanmar di wilayan bagian Rakhine.

Menurut Humar Right Watch (HRW) pada akhir abad 18 etnis Rohingnya mulai hijrah ke Arakan Utara yang terdiri dari Buithidaung dan Maungdaw masih menjadi kawasan Bangladesh. Imigrasi ini sudah mulai terjadi sejak 1700an, 1800an, 1940, 1978 sampai yang terakhir pada tahun 1991 dan 1992. Etnis Rohingya hijrah karena konflik etnis dan Agama, tapi juga karena migrasi buruh. Perlu diketahui tahun 1842 sampai 1948 Myanmar dimasukkan sebagai salah satu provinsi India oleh pemerintahan Inggris yang kala itu melakukan penjajahan di India dan beberapa negara sekitarnya.

Etnis Rohingya Mulai Menderita Sejak Myanmar Merdeka

Tahun 1948, Myanmar resmi Merdeka dari kekuasaan Inggris, tapi hal tersebut tidak menghentikan migrasi buruh yang termasuk didalamnya terdapat etnis Rohingya. Namun sejak Merdeka, menurut catatan HRW yang dilansir pada tahun 2000, penduduk lokal Myanmar dan pemerintahnya menuding kalau migrasi tersebut sebagai hal yang ilegal dan sejak saat itulah etnis Rohingya ditolak.

Etnis Rohingya dianggal sebagai orang Bengali bukan Myanmar, dan mereka pun semakin terlunta-lunta setelah Myanmar mengesahkan Undang-Undang Kewarganegaraan. Yang bahkan mirisnya di dalam UU tersebut etnis Rohingya sama sekali tidak terdaftar. Meski begitu etnis Rohingya sebenarnya sempat berada di era keemasan, meski tidak diakui dalam UU etnis Rohingnya yang sudah menetap selama dua generasi diperbolehkan untuk mendapatkan kartu identitas. Di masa-masa ini beberapa wakil Rohingya pun sempat berada di Parlemen.

Namun semua itu tidak lama, sejak pihak militer melakukan kudeta tahun 1962 etnis Rohingya kembali kemasa suramnya. Mereka hanya diperbolehkan mendapat indentitas sebagai warga asing dengan semua keterbatasan.

Tahun 1982, etnis Rohingya akhirnya semakin terpinggirkan setelah UU Kependudukan baru di sahkan. Bahkan etnis Rohingya bukan Cuma tidak mendapatkan kewarganegaraan tapi mereka sama sekali tidak mendapatkan haknya, entah itu untuk urusan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, melakukan perjalanan, menikah bahkan untuk sekedar melaksanakan Agamanya. Alhasil mereka pun mendapat perlakuan seenaknya dari pemerintah, militer atau bahkan terhadap penduduk lokal sendiri. Gak usah emosi deh kalau situ juga masih hobi nyebut-nyebut “asing, aseng, tongseng”.

Fakta-Fakta-Konflik-Rohingya-oleh-SegiEmpatKonflik Rohingya Bukan Karena Sentimen Agama!

Fakta yang terjadi selama ini, khususnya bagi kelompok-kelompok tertentu yang hobi “menggoreng” konflik sekecil apapun untuk mengedepankan kepentingan kelompoknya mengklaim kalau konflik yang terjadi di Rakhine terhadap etnis Rohingya adalah tragedi genosida karena sentimen Agama. Dan seperti yang sudah ditebak hal tersebut pun mendapat respon baik terhadap anggota kelompoknya plus dari kalangan masyarakat yang kaget sosmed. Itu lho yang hobinya nyari info di sosmed aja tanpa mau mencari info di tempat lain, udah gitu yang mirisnya lagi mereka sampe ikutan emosi.

Memang benar kalau konflik kekerasan, penganiayaan, pemerkosaan bahkan sampai pembantaian yang dialami oleh etnis Rohingya itu benar dan konflik itu memang fakta. Tapi konflik di Rakhine itu bukan karena sentimen Agama, kita kenal sebagai sentimen Agama itu karena kelompok-kelompok tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi untuk bikin chaos. Karena kalau pun sentimen Agama warga Myanmar yang beragama Islam pasti ikut diburu, tapi faktanya mereka pun aman-aman saja. Bahkan menurut laporan sejak pecahnya konflik sejumlah umat Budha memilih hijrah ke Myanmar bagian Selatan agar tidak terkena dampaknya.

Sementara menurut Mahmoud Syaltout yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, konflik Rohingya ini adalah tragedi kemanusiaan karena alasan geopolitik untuk merebut kekuasaan terhadap tanah dan sumber daya alam. Bukan tanpa alasan, karena dari berbagai laporan yang diteliti, mulai dari UNOSAT, HRW dan UN Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) dapat dilihat kalau serangan-serangan terhadap etnis Rohingya ini sangat strategis.

Nah, saya pikir sih udah jelas ya, konflik Rohingya itu seperti apa. Intinya kalau make sosmed itu jangan terlalu polos. Kalau dapat info jangan langsung percaya! Harus kamu tahu kalau sampai sekarang akses media di Myanmar itu sangat-sangat terbatas. Pers saja Cuma bisa meliput dari perbatasan Myanmar Bangladesh. Kalau emang ada foto-foto yang nyebar bisa jadi itu foto lama atau foto bencana yang kebetulan ada biksunya.

Sumber:

https://www.dream.co.id/news/fakta-di-belakang-rohingya-yang-terlunta-170904u.html

http://nasional.kompas.com/read/2017/09/01/18104011/gp-ansor-konflik-geopolitik-adalah-akar-tragedi-rohingya

http://www.bbc.com/indonesia/amp/dunia-41105830

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY