Warga net baru-baru ini dihebohkan dengan video remaja di Kendari Sulawesi Tenggara, yang mendadak melakukan hal aneh seperti orang kesurupan. Dari keterangan video, remaja tersebut kabarnya habis mengkonsumsi narkotika jenis flakka.

Tapi faktanya dari hasil penyelidikan, pihak BNN setempat menyatakan kalau reaksi tidak wajar yang dialami si remaja bukan pengaruh flakka. Hasil penyelidikan sementara BNN mengatakan kalau efek tersebut akibat penggunaan pil Paracetamol Cafein Carisoprodol atau yang umum disebut PCC.

Seperti biasa, di sosial media kasus yang jadi viral tersebut memunculkan berbagai informasi. Memang benar kalau efek penggunaannya itu bikin orang jadi hilang kesadaran, bahkan seperti yang sudah Anda lihat di videonya si pengguna justru lebih mirip kayak orang kesurupan. Tapi sebelum ikutan terjebak dengan informasi sesat, sebelum di share ada baiknya supaya Anda tahu dulu apa saja kandungan sampai efek pil PCC yang bikin penggunanya seperti kesurupan.

Penjelasan Ahli Kimia BNN Kombes Mufti Djusnir Tentang Kandungan PCC

Efek-Pil-PCC-yang-Bikin-Penggunanya-Seperti-Kesurupan-oleh-SegiEmpatMenurut Kombes Mufti Djusnir, PCC atau Paracetamol Cafeil Carisoprodol merupakan pil yang mengandung carisoprodol, yang mana kandungan tersebut sebenarnya sudah dilarang dan ditarik sejak tahun 2008 oleh BPOM. Pasalnya kandungan tersebut merupakan zat yang sangat berbahaya.

Pil PCC sendiri selama ini sebenarnya merupakan obat analgetik, yang mana sifatnya berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Jadi setelah mengkonsumsi pil si pengguna akan mengalami pelemasan otot dan gangguan fungsi saraf sampai otak.

“Pertama kita perlu tanamkan dulu dalam pikiran bahwa obat PCC itu mengandung Carisoprodol yang peredarannya sudah dilarang dan ditarik tahun 2008 oleh BPOM. Efeknya bisa melemaskan otot dan menghambat rasa sakit antara saraf dan otak. Karena obat ini sifatnya menghilangkan rasa sakit (analgetik)” jelas Kombes Mufti Djusnir.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh salah satu ahli kimia Okti Puji Astuti seperti yang dilansir dari liputan6.com. Menurutnya kandungan carisoprodol dapat mengganggu pikiran dan reaksi tubuh. Sedangkan menurut Adila Pababari yang merupakan Kepala BPOM Kendara mengatakan kalau  paracetamol itu adalah penghilang rasa sakit, cafein itu untuk perangsang saraf serta carisoprodol itu relaksan atau pelemas otot.

Dari sisi kesehatan pil PCC tergolong obat keras yang hanya dapat dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Jika dikonsumsi bebas apalagi dikonsumsi bersamaan dengan minuman lain seperti yang dilakukan oleh para remaja korban PCC di kendari, maka efeknya pun lain.

Efek Penggunaan Pil PCC

Efek-Pil-PCC-yang-Bikin-Penggunanya-Seperti-Kesurupan-oleh-SegiEmpatYa, faktanya pil PCC itu sudah sejak tahun 2008 sudah ditarik dan dilarang peredarannya oleh Badan POM. Tapi sepertinya sama dengan obat-obatan lain yang dikonsumsi untuk membuat efek nge-fly seperti tramadol, masih banyak apotek-apotek nakal yang nekat menjualnya.

Menurut Kombes Mufti Djusnir, efek pil PCC itu sangat buruk dan dapat memicu ketagihan. Umumnya para pengguna akan mengalami gangguan denyut nadi, panas dingin, berkeringan, batuk, pusing, kebingungan bahkan sampai kejang. Dan jika sudah ketagihan pengguna pil PCC umumnya akan mengkonsumsi pil PCC dengan dosis yang lebih tinggi. Itu semua karena efek addict-nya. Jika tetap berani mengkonsumsi maka si pengguna bisa berakhir dengan kematian.

Menanggapi pandangan masyarakat tentang pil PCC yang efeknya seperti flakka yang membuat penggunanya seperti zombie, Kombes Mufti Djusnir mengatakan kalau itu tidak benar. Pasalnya efek flakka dan pil PCC itu berbeda. Flakka bisa membuat penggunanya jadi hyperaktif, denyut jantung meningkat, tekanan darah meningkat, paranoid sampai akhirnya menyebabkan penggunanya jadi emosional dan suka melukai diri sendiri.

“Flaka itu masuk narkotika golongan satu. Efeknya, seseorang menjadi hyperaktif denyut jantung meningkat, tekanan darah meningkat, akhirnya paranoid kemudian sebabkan dia emosional, dia benturkan ke benda keras juga enggak berasa, karena itu jantungnya yang kena” jelas Mufti.

Nah, sudah jelas kan? jadi jangan salah paham lagi ya, meski efeknya sama-sama mengerikan apalagi kalau dikonsumsi anak-anak.

LEAVE A REPLY