Sistem operasi Windows merupakan, sistem operasi yang bisa dikatakan paling banyak penggunanya untuk perangkat komputer desktop (PC dan laptop). Pasalnya, sistem operasi ini memang lebih mudah dan juga praktis dalam penggunaannya. Perangkat-perangkat kerasa internal atau pun eksternal, serta software pun lebih banyak kompatibel ke sistem operasi Windows ini. Jadi, Anda tidak perlu ragu saat membeli sebuah software, karena pasti software tersebut juga mendukung untuk penggunaan Windows. Berbeda kalau Anda menggunakan sistem operasi Mac atau Linux, yang pasti akan membuat Anda kerepotan saat ingin menginstal sebuah software.

Walaupun sistem operasi Windows ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan sistem operasi lainnya, akan tetapi, masalah atau error pasti kerap kali juga dialami oleh para penggunanya. Kalau permasalahannya terbilang kecil, maka pasti bisa ditangani dengan mudah. Tapi, kalau errornya itu sudah sampai pada file sistem, maka solusinya itu bisa sampai pada proses instalasi ulang sistem operasi.

Tidak semua pengguna komputer tentunya bisa menginstall komputernya sendiri. Maka dari itu, kalau errornya itu masih bisa dilakukan perbaikan dengan menggunakan proses repair, maka artikel kali ini bisa membantu Anda untuk mengetahui setiap langkah-langkahnya.

Cara repair Windows 10 menggunakan bootable media

Untuk memulai proses ini, Anda perlu menyiapkan beberapa hal, mulai dari media untuk digunakan booting, seperti flashdisk atau DVD. Di mana sistem operasi Windows 10 tersebut nantinya akan kita simpan ke dalam perangkat bootable media tersebut. Jika perangkat komputer yang ingin Anda repair tidak memiliki DVD ROM, maka sebaiknya Anda menggunakan flashdisk.

Setelah semua hal tersebut disiapkan, maka silahkan Anda lanjut dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Download file ISO Windows

Kalau Anda memang sudah memiliki file ISO dari versi Windows yang Anda gunakan saat ini, maka Anda tidak perlu lagi mendownloadnya. Tapi, kalau versinya tidak sama karena telah mengalami beberapa kali update, maka Anda bisa mendownload file ISO Windows tersebut di halaman situs resmi Microsoft di sini. Pastikan proses downloadnya tetap stabil, sehingga tidak ada file yang corrupt atau rusak saat prosesnya.

2. Membuat bootable USB atau DVD

Jika file ISO dari Windows tersebut sudah selesai Anda download, maka silahkan Anda lanjut dengan membuat file bootable-nya, baik itu untuk flashdisk atau pun ke DVD. Kalau Anda menggunakan DVD, maka Anda bisa menggunakan software burnig image, seperti Nero, Ashampo, dan lainnya yang biasa Anda gunakan. Tapi, kalau Anda menggunakan flashdisk (USB), maka rekomendasi software terbaik untuk membuat Windows boot melalui flashdisk adalah Rufus. Sofware Rufus versi terbaru pun, sudah memiliki tambahan fitur untuk mendownload sistem operasi Windows versi bootable flashdisk. Sehingga, Anda pun akan lebih mudah dalam menggunakannya.

3. Boot melalui flashdisk atau DVD

Untuk pengaturan booting ini, biasanya dilakukan pada halaman BIOS. Untuk pengaturan BIOS ini, silahkan Anda baca artikel sebelumnya yang berjudul ‘cara mengubah urutan booting di BIOS’. Saat proses booting, baik itu flashdisk atau pun DVD, maka akan muncul proses instalasi seperti biasanya. Tapi, Anda pun akan melihat link yang bertuliskan ‘Repair your computer’. Klik pada link tersebut, untuk masuk ke dalam mode Advance Recovery.

4. Proses repair sistem operasi

  • Saat Anda berada dalam halaman Troubleshoot, maka akan muncul 2 pilihan yaitu, Reset this PC dan Advance options. Pastikan Anda memilih Advance options.
  • Selanjutnya, setelah halaman baru terbuka, maka akan muncul banyak opsi di dalamnya. Tapi, Anda cukup memilih opsi Troubleshoot, untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
  • Setelah berada di dalam halaman Advance Options, maka Anda pilih opsi yang bertuliskan Startup Repair.
  • Silahkan Anda klik pada opsi tersebut, dan ikuti setiap instruksi yang diberikan untuk proses repair sistem operasi Windows 10.
  • Sebelum melanjutkan proses repair tersebut, sistem operasi Windows 10 membutuhkan akun Admin untuk melanjutkan. Silahkan Anda pilih akun Admin dan masukkan password jika memang ada, dan juga alamat email yang terdaftar.
  • Jika semua data yang Anda masukkan telah diverifikasi dan sesuai, maka proses repair ini pun dilanjutkan. Tapi, kalau semua datanya tidak sesuai, maka prosesnya tidak bisa dilanjutkan, hingga data yang Anda masukkan sesuai. Untuk itu, pastikan semua data-data akun Windows yang Anda masukkan tersebut sudah sesuai.
  • Jika proses repair telah selesai, maka komputer Anda akan melakukan restart seperti biasanya. Anda pun bisa kembali login ke dalam Windows dan menggunakannya seperti biasanya.

Anda tidak perlu khawatir dengan data-data di dalam komputer Anda. Karena, proses repair dari sistem operasi Windows ini tidak akan menghapus data-data di dalam komputer. Proses repair ini hanya memperbaiki file-file sistem yang rusak saja, yang menyebabkan komputer tidak dapat booting atau login ke Windows.

Akhir kata

Itulah beberapa langkah yang bisa Anda ikuti kalau Anda ingin melakukan repair pada komputer Windows. Proses repair ini tidak serumit dengan proses instal ulang Windows, jadi Anda bisa menggunakannya jika suatu waktu terjadi pada sistem operasi Windows Anda.

Jika Anda memiliki cara lain yang lebih mudah, atau pertanyaan seputar artikel di atas, silahkan Anda tuliskan pada kolom komentar yang telah kami sediakan di bawah.

Semoga bisa membantu.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY