System Interrupts merupakan salah satu proses yang berjalan di sistem operasi Windows, yang bisa Anda lihat pada aplikasi Task Manager. Pada setiap komputer yang menggunakan sistem operasi Windows pasti bisa menemukan System Interrupts pada Task Manager, untuk bagian process. System interups ini sendiri terletak pada folder System32, dan Anda tidak perlu khawatir. Karena, System Interrupts ini sendiri memang bukanlah virus atau pun malware.

Terkadang, proses dari System Interrupts ini memang mengalami peningkatan atau penggunaan resource CPU yang tinggi. Kalau Anda termasuk pengguna komputer Windows yang mengalami gangguan dengan System Interrupts yang mengalami peningkatan CPU tinggi, maka Saya akan memberikan Anda panduan untuk cara mengatasinya.

Apa itu System Interrupts pada Windows

System Interrupts ini bisa dikatakan juga sebagai sebuah proses pada sistem yang nantinya akan memberikan peringatan jika terjadi masalah pada komputer. System Interrupts ini sendiri membutuhkan kinerja CPU secara maksimal untuk menangani setiap permasalahan tersebut. Maka dari itu, jika penggunaan CPU menjadi tinggi untuk proses System Interrupts ini, maka ini berarti CPU Anda sedang mencoba memperbaiki sesuatu.

Biasanya, System Interrupts ini akan tetap muncul pada proses di task manager Anda. Akan tetapi, akan terlihat terpakai sebesar 0% saja. Namun, jika memang terjadi gangguan, maka akan meningkat tinggi. Tugas utama dari System Interrupts ini sendiri hanyalah sebagai pelapor ke CPU jika terjadi kesalahan sistem. Dan, CPU pun bertugas untuk melakukan penyelesaian masalah tersebut dengan mengesampingkan pekerjaan sebelumnya.

Kalau Anda mendapatkan proses System Interrupts ini di task manager, jangan pernah berpikir untuk menon-aktifkannya. Karena, komputer Anda pasti akan kesulitan dalam menangani setiap permasalahan yang muncul nantinya.

Cara mengatasi CPU Usage untuk System Interrupts

Kalau memang System Interrupts ini mengkonsumsi 5 sampai 10% penggunaan CPU, maka itu berarti ada masalah pada komputer Anda. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh hardware atau pun drivernya. Langkah awal dalam mengatasi masalah tersebut biasanya hanya dengan melakukan restart komputer. Tapi, kalau cara restart atau shutdown komputer belum juga bisa mengembalikan penggunaan CPU dengan normal untuk System Interrupts ini, maka Anda perlu mengikuti beberapa cara di bawah ini.

  1. Update driver

Karena, salah satu penyebab itu adalah driver hardware, maka Anda tentunya perlu melakukan update driver. Proses update driver ini sendiri bisa Anda lakukan dengan mendownload driver resmi dari situs pabrikan, atau update langsung dari Windows dengan cara sebagai berikut.

  • Buka halaman Settings > Update and Security.
  • Coba lakukan pengecekan apakah ada update terbaru yang terkair dengan driver hardware Anda. Kalau tersedia, silahkan Anda langsung update.
  1. Kembalikan versi driver hardware

Kalau ternyata masalah ini muncul setelah Anda melakukan update driver, maka coba Anda kembalikan versi dari driver ke yang lama. Karena, ada kemungkinan kalau driver terbaru tersebut tidak kompatibel dengan update sistem operasi (Windows) Anda saat ini. Anda bisa mendownload versi lama dari driver melalui situs resmi pabrikannya juga.

  1. Cabut semua hardware yang bersifat eksternal

Kalau memang masalahnya itu adalah driver, maka Anda bisa melepaskan semua hardware komputer terlebih dulu, mulai dari mouse, keyboard, printer, hardisk, webcam, microphone, speaker/sound, dan lainnya. Setelah Anda melepaskan semua hardware eksternal tersebut, coba Anda pasang kembali sati persatu, dan perhatikan mana yang memang akan memberikan dampak terhadap proses System Interrupts tersebut.

  1. Nonaktifkan hardware

Selain melepaskannya dari komputer, Anda juga bisa menon-aktifkan hardware tersebut melalui halaman Device Manager. Bahkan, hardware internal pun bisa Anda non-aktifkan mellui halaman Device Manager ini. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Silahkan Anda tekan tombol Win + X, lalu pilih Device Manager dari daftar menu yang muncul.
  • Setelah terbuka, silahkan Anda cari hardware yang ingin Anda non-aktifkan tersebut.
  • Klik kanan pada hardware tersebut, lalu pilih Disable device.

Setelah dinon-aktifkan, coba Anda biarkan dulu selama kurang lebih 1 sampai 2 menit. Kalau ternyata belum ada perubahan juga, maka silahkan aktifkan kembali pernagkat tersebut, lalu pindah ke perangkat lainnya. Kalau ternyata di perangkat selanjutnya ada perubahan, maka masalah tersebut ada pada perangkat itu.

  1. Periksa Hardware Failure

Dalam mengidentifikasi masalah pada hardware komputer, memang tidak akan mudah. Tapi, Anda bisa mencoba beberapa cara ini:

  • Gunakan S.M.A.R.T tool.
  • Periksa Power Supply Anda.
  • Gunakan alat Memory Diagnostic Tool bawaan dari Windows untuk memeriksa apakah memang ada masalah pada RAM komputer Anda.
  • Untuk hardware lain, Anda bisa menggunakan Alat Diagnostik Windows seperti, Reliability Monitor (Control Panel\All Control Panel Items\Security and Maintenance) dan Performance Monitor (perfmon.exe).

Semua tool di atas bisa cukup membantu untuk mengetahui masalah hardware yang mengalami error di komputer Windows Anda.

  1. Update BIOS / UEFI Anda

Update BIOS memang salah satu hal yang paling tidak diperhatikan oleh semua pengguna komputer. Pasalnya, proses update dari BIOS ini dulunya memang harus melalui cara eksternal. Akan tetapi, sistem operasi Windows sendiri sudah bisa melakui update BIOS atau pun UEFI dengan sendirinya. Namun, untuk update BIOS ini sendiri sebaiknya Anda meminta pendapat dari orang terdekat Anda yang lebih mengerti tentang komputer dan sistem operasi.

Akhir kata

Itulah beberapa cara dalam mengatasi masalah penggunaan CPU tinggi untuk proses System interupts di Windows. Kalau Anda ingin memberikan tanggapan atau pertanyaan, silahkan Anda tuliskan pada kolom komentar yang telah disediakan di bawah.

Semoga cukup membantu.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY