Salah satu aktivitas saat menggunakan komputer yang paling banyak dilakukan itu adalah, proses copy file. Apalagi kalau kita sudah menemukan file-file musik, video 3gp, gambar, dan lainnya. Umumnya, aktivitas copy file ini kebanyakan dilakukan oleh remaja, mahasiswa, dan juga pekerja kantoran.

Baru-baru ini kami mendapat pertanyaan seputar Windows 10. Di mana saat mereka melakukan proses copy file, baik itu dari komputer ke dalam media penyimpanan eksternal atau pun sebaliknya, maka prosesnya tidak dapat dilakukan, dengan pesan error 0x800703EE. Tidak sedikit dari pengguna Windows 10 ternyata mengalami hal serupa. Untuk itu, artikel kali ini akan fokus dalam membahas metode penanganan terhadap masalah ini.

Mengatasi masalah error 0x800703EE saat copy file di Windows 10

Sebelum kita melanjutkan pada proses atau metode dalam menyelesaikan masalah ini, maka kita sebaiknya mengetahui terlebih dulu apa penyebab dari masalah tersebut. Berikut ini adalah beberapa penyebab error 0x800703EE yang kami temukan tersebut:

  • Terjadi ketidakcocokan (conflict) antivirus pihak ketiga.
  • Services dari Windows backup bisa memblock program kalau sedang bekerja.
  • Driver USB rusak atau tidak terupdate.
  • Windows Backup dan Volume Shadow Copy sedang tidak aktif.
  • Ada file sistem yang mengalami kerusakan.
  • Driver dari perangkat penyimpanan eksternal rusak.

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab munculnya error 0x800703EE pada saat Anda melakukan proses copy file dari komputer ke flashdisk atau hardisk eksternal, atau pun sebaliknya. Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba untuk memindahkan file tersebut terlebih dulu ke media penyimpanan internal. Misalnya, file berada di drive D, coba Anda pindahkan ke drive C atau E. Selain itu, Anda bisa cabut dulu flashdisk atau hardisk eksternal, lalu pindahkan ke port USB lainnya.

Kalau langkah-langkah awal di atas belum berhasil, maka Anda bisa mencoba beberapa metode di bawah ini.

1. Instal kembali driver USB

Karena salah satu penyebabnya adalah masalah driver dari USB Anda, maka Anda bisa mencoba untuk melakukan uninstall, lalu install kembali driver USB Anda tersebut. Langkah-langkahnya bisa Anda ikuti di bawah ini:

  • Tekan Win + R untuk membuka jendela Run dan ketik perintah devmgmt.msc. Atau Anda bisa menekan tombol Win + X pada keyboard, lalu klik pada Device Manager.
  • Klik pada driver Universal Serial Bus Controllers untuk membuka daftar driver USB yang terinstall di komputer Anda.
  • Klik kanan dan pilih Uninstall device untuk masing-masing driver USB yang ada di daftar tersebut.
  • Kemudian restart komputer Anda, lalu pastikan komputer Anda tetap terhubung dengan internet, karena proses instalasi driver akan secara otomatis berlanjut saat startup.

Anda pun bisa mendownload drivernya langsung dari website vendor motherboard Anda, lalu menginstallnya seperti biasa.

2. Periksa Volume Shadow Copy & Windows Backup services

Penyebab kedua dari masalah ini adalah Volume Shadow Copy dan Windows Backup services yang mungkin sedang tidak aktif atau tidak berjalan.

  • Tekan Win + R untuk membuka jendela Run dan ketik perintah services.msc. Kemudian, tekan tombol Enter untuk membuka Services Manager.
  • Cari services yang bernama Volume Shadow Copy dan klik kanan, lalu pilih Properties. Pastikan pada Startup type sudah pada posisi Manual dan klik pada tombol Start. Kalau sudah berjalan, maka silahkan Anda hentikan dulu, lalu jalankan kembali. Klik tombol Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.
  • Ulangi proses yang sama untuk Windows Backup Services dan kemudian lihat apakah Anda dapat menyalin sekarang.

Pastikan Anda melakukan restart pada komputer jika sudah melakukan perubahan pada Windows Services Manager ini.

3. Nonaktifkan real-time protection dari anti-virus pihak ketiga

Kalau Anda menggunakan antivirus pihak ketiga, maka sebaiknya Anda matikan dulu real-time protection atau tutup antivirus tersebut. Karena, banyak dari anti-virus pihak ketiga diketahui menyebabkan konflik dengan file asli. Mereka bisa menjadi terlalu protektif terhadap sistem, sehingga membatasi beberapa proses yang sedang Anda lakukan di komputer, termasuk copy-paste file. Masing-masing antivirus memiliki pengaturan yang berbeda untuk mematikannya. Anda bisa mencarinya pada pengaturan (Settings) masing-masing antivirus tersebut.

4. Lakukan scan SFC

Kalau ternyata penyebabnya ini adalah karena file sistem yang rusak atau hilang, maka Anda bisa mencoba mengembalikannya lagi dengan menggunakan perintah SFC di Command Prompt. Perintah SFC ini akan melakukan scanning terhadap sistem operasi Windows 10 Anda, lalu mengembalikan file yang rusak tersebut secara otomatis. Anda bisa membaca artikel Saya sebelumnya yang berjudul, cara menggunakan perintah sfc dan DISM di Windows 10.

5. Hapus Filter Drivers

Metode yang satu ini hanya berlaku jika ternyata drive (Volume) untuk file tersebut sudah berubah. Sehingga file ini akan invalid saat dibuka secara eksternal. Namun, sebelum kita melakukan cara ini, pastikan Anda sudah menetapkan System Restore atau melakukan backup pada Registry Editor (Regedit).

Jika sudah, maka silahkan Anda buka aplikasi regedit, lalu buka folder berikut:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Class\{4D36E965-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}

Klik pada key {4D36E965-E325-11CE-BFC1-08002BE10318} dan lihat pada panel kanan. Cek pada opsi UpperFilters dan LowerFilters, apakah terdapat nilai di dalamnya. Jika ada, maka silahkan Anda klik kanan pada masing-masing opsi, lalu pilih Value dan hapus nilainya. Setelah itu, pastikan untuk melakukan restart pada komputer untuk menerapkan perubahan.

Akhir kata

Itulah beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah error 0x800703EE saat mencoba meng-copy file dari komputer ke perangkat penyimpanan eksterna, atau pun sebaliknya. Kalau Anda ingin menambahkan atau bertanya seputar artikel di atas, silahkan untuk menuliskannya pada kolom komentar yang telah kami sediakan di bawah.

Semoga membantu.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY