Dunia komputerisasi saat ini memang sudah sangat berkembang pesat. Hampir semua pekerjaan sudah sangat bergantung dengan keberadaan komputer. Ini karena, software atau aplikasi yang terdapat di dalam komputer tersebut yang memang sangat membantu dalam mempercepat pekerjaan. Di samping itu pula, sebuah komputer tidak akan bisa bekerja tanpa adanya dukungan sistem operasi, seperti Windows 10 dari Microsoft misalnya.

Sistem operasi Windows 10 merupakan sistem operasi yang terbaru dari Microsoft saat ini. Sistem operasi ini sendiri sudah dilengkapi dengan berbagai fitur, mulai dari software bawaan hingga kompatibilitas hardware dan software pihak ketiga yang baik. Akan tetapi, kerap kali para pengguna mengeluhkan adanya beberapa masalah atau error yang terjadi saat menggunakan Windows 10 ini. Salah satu masalah yang akan banyak dikeluhkan dan akan Saya bahas di artikel kali ini adalah Blue Screen Kernel Power.

Blue screen ini akan membuat komputer mengalami restart hingga shutdown secara langsung.

Berikut ini merupakan beberapa kode error yang termasuk atau serupa dengan blue screen kernel power tersebut:

  • EventData
  • BugcheckCode 159
  • BugcheckParameter1 0x3
  • BugcheckParameter2 0xfffffa80029c5060
  • BugcheckParameter3 0xfffff8000403d518
  • BugcheckParameter4 0xfffffa800208c010
  • SleepInProgress false
  • PowerButtonTimestamp 0Converts to 0x9f (0x3, 0xfffffa80029c5060, 0xfffff8000403d518, 0xfffffa800208c010)

Yang menjadi penyebab munculnya masalah tersebut adalah, karena adanya masalah dengan perangkat power supply komputer, entah itu langsung pada hardware atau mungkin pada software yang mengatur atau berhubugan dengan power supply.

Cara memperbaiki Blue Screen Kernel Power

Kalau Anda termasuk salah satu pengguna Windows 10 yang mengalami masalah serupa, maka Anda bisa memecahkan masalah tersebut dengan melakukan debug file dump yang error tersebut. Akan tetapi, kalau Anda pengguna yang masih awam atau tidak mengerti dengan file debugger tersebut, maka Anda bisa melakukan beberapa cara sederhana berikut:

1. Hentikan overclocking

Overclocking adalah cara yang digunakan untuk meningkatkan kinerja komputer, melampui batas normalnya. Hal ini tentunya akan membuat kinerja dari semua hardware menjadi lebih tinggi dari batas normal. Kalau memang Anda melakukan hal ini pada komputer Anda, maka sebaiknya Anda hentikan pengaturan tersebut, atau mengembalikan pengaturannya ke normal.

2. Jalankan fitur Power Troubleshooter

Pada Windows 10 sudah dilengkapi dengan fitur troubleshooter yang lengkap, termasuk pula untuk urusan Power Troubleshoot ini. Untuk langkah-langkah menjalankan fitur power troubleshoot tersebut, silahkan Anda ikuti di bawah ini:

  • Silahkan Anda buka halaman Settings dengan menekan tombol Win + i pada keyboard.
  • Setelah itu, silahkan Anda klik pada menu Update & Security.
  • Lalu di dalam halaman Update & Security tersebut, Anda klik lagi menu Troubleshoot.
  • Pada panel bagian kanan, silahkan Anda cari menu Power, lalu klik pada tombol yang bertuliskan Run troubleshoot.
  • Ikuti petunjuk yang muncul di layar, hingga fitur Power Troubleshooter bekerja sampai selesai.

3. Lakukan pengecekan pada Power Supply

Karena masalah ini memang berhubungan langsung dengan Power Supply, maka dari itu, Anda perlu melakukan pengecekan terhadap fisik Power Supply komputer Anda. Anda bisa menggunakan Power Supply yang baru untuk mengecek perbedaan antara Power Supply Anda sebelumnya.

4. Jalankan Memory Diagnostics

Untuk menjalankan tes Memory Diagnostics ini, maka silahkan Anda klik tombol Start, lalu langsung ketikkan mdsched.exe. Setelah itu, klik pada aplikasi Windows Memory Diagnostics yang muncul dari kolom Start menu tersebut.

Setelah halaman Memory Diagnostics ini muncul, maka Anda akan disuguhi dengan 2 opsi, yaitu sebagai berikut:

  • Restart now and check for problems (Recommended)
  • Check for problems the next time I start my computer

Silahkan Anda pilih opsi yang pertama yang memang direkomendasikan. Maka ini akan membuat komputer Anda restart, dan proses Memory Diagnostics pun akan bekerja pada saat komputer Anda dalam keadaan booting (Startup) secara otomatis. Anda pun bisa menggunakan software Memtest jika memang diperlukan.

5. Mengecek kondisi RAM secara fisik

RAM atau disebut juga sebagai memori pada komputer adalah hardware yang cukup penting pada komputer. Jika RAM pada komputer mengalami masalah, maka ini bisa membuat komputer lembat, banyak error, atau bahkan tidak bisa bekerja sama sekali. Proses pengecekan terhadap RAM komputer ini memang terbilang agak rumit dan teknis.

Misalnya saja, Untuk Anda yang menggunakan beberapa keping RAM, maka Anda hal pertama yang haru Anda cek adalah memastikan frekuensi dari RAM tersebut adalah sama. Dan setelah itu, pastikan chip tersebut kompatibel dengan benar. Akan lebih baik kalau Anda memang bersama seorang yang cukup ahli dalam bidang hardware komputer untuk melakukan pengecekan seperti ini.

6. Update atau reset pengaturan BIOS

Beberapa pengguna komputer yang mengalami masalah pada hardwarenya biasanya akan terselesaikan setelah melakukan reset hingga update BIOS. Untuk melakukan reset BIOS komputer cukup gampang. Akan tetapi, untuk melakukan update BIOS pada komputer itu terbilang gampang-gampang seram. Karena, kesalahan pada update BIOS komputer bisa mengakibatkan motherboard komputer menjadi rusak. Pastikan Anda didampingi oleh teknisi ahli atau yang sudah berpengalaman, atau membaca artikel yang telah Saya tulis sebelumnya yang berjudul, persiapan dan cara update BIOS komputer.

7. Mematikan fitur Fast Startup

Pada sistem operasi Windows 10 ini telah dilengkapi dengan fitur Fast Startup, di mana fitur ini bisa membantu komputer Anda untuk melakukan booting lebih cepat dari biasanya. Namun, terkadang fitur ini bisa menyebabkan masalah juga pada komputer. Untuk itu, silahkan Anda nonaktifkan fitur fast startup tersebut terlebih dulu.

Akhir kata

Itulah beberapa cara yang bisa Anda coba lakukan untuk mengatasi masalah blue screen kernel power di Windows 10.

Semoga bisa membantu.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY