Laptop memang perangkat komputer yang sangat fleksibel untuk dibawa dan digunakan kemanapun. Ini karena, laptop memiliki baterai sebagai sumber daya untuk pasokan listriknya. Sehingga, tidak terlalu bergantung dengan listrik rumahan. Akan tetapi, karena ketergantungan laptop pada baterai tersebut itulah, yang biasanya juga menjadi masalah untuk para pengguna laptop. Di mana saat baterai laptop mengalami keendala atau masalah, maka laptop tersebut tentunya akan kembali bergantung kepada listrik rumahan. Yang mana, hal ini tidak ada bedanya dengan perangkat komputer desktop atau PC.

Beberapa pengguna memang kerap kali mengeluhkan masalah laptop Windows 10 yang saat charger dicabut, maka laptop akan langsung mati, padahal indikator baterai masih dalam kondisi 100%. Kalau sudah seperti ini, maka banyak orang akan mencurigai kalau, masalahnya itu ada pada baterai laptopnya. Padahal, hal ini tidak selalu benar adanya, apalagi kalau itu terjadi pada laptop yang terbilang baru.

Mengatasi masalah Laptop mati saat charger dicabut

Daya tahan baterai pada masing-masing laptop memang berbeda-beda. Hal yang perlu untuk Anda catat di sini itu adalah, jika baterai pada laptop menjadi tidak berfungsi secara instan, ada kemungkinan bahwa masalahnya itu ada pada pengaturan sistem, koneksi, atau hardware laptop, dan bukan pada baterai itu sendiri.

Untuk melakukan pengetesan terhadap baterai laptop, maka Anda bisa menggunakan baterai dengan model dan tipe yang sama. Kemudian Anda perhatikan, apakah baterai tersebut bisa bekerja dengan baik atau mengalami masalah yang sama pada laptop Anda. Kalau memang baterai yang baru tersebut juga mengalami masalah yang sama, maka Anda bisa lanjut untuk mengatasi masalah tersebut dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Mengubah pengaturan Power

Pengaturan pada Power laptop itu memang terkadang mengalami perubahan, apalagi kalau Anda tiba-tiba mencabut baterai saat laptop sedang hang. Untuk kembali melakukan pengaturan pada power laptop ini, maka Anda bisa mengikuti langkah-langkahnay di bawah:

  • Tekan tombol Win + R pada keyboard, untuk membuka jendela RUN, lalu ketikkan powercfg.cpl. Setelah itu, silahkan Anda tekan tombol Eenter untuk membuka halaman Power Options .
  • Selanjutnya adalah dengan mengklik pada link yuang bertuliskan, Change plan settings.
  • Pada halaman selanjutnya, silahkan Anda klik lagi pada link yang bertuliskan Change advanced power settings.
  • Setelah terbuka halaman baru lagi, maka Anda bisa melanjutkan dengan mengklik menu Processor power management > Maximum processor state.
  • Di dalam halaman tersebut, silahkan Anda ganti nilai On battery menjadi 25%.
  • Setelah itu, silahkan Anda akfitkan fitur Adaptive brightness.

Jika semua langkah di atas sudah Anda jalankan, silahkan Anda restart laptop untuk menerapkan pengaturan tersebut. Jika laptop sudah Anda restart, silahkan Anda cabut kabel charger untuk melihat apakah masalah tersebut masih berlanjut atau tidak.

2. Jalankan fitur Power Troubleshooter

Fitur Power Troubleshooter ini bisa membantu dalam mengecek masalah dengan pengaturan power yang ada pada laptop, dan melakukan penyesuaian jika memungkinkan. Yah, bisa dibilang kalau fitur ini adalah cara simpel dari cara pertama di atas.

Untuk mengakses fitur Power Troubleshooter ini, silahkan Anda tekan tombol Win + i pada keyboard untuk membuka menu Settings. Setelah itu, klik menu Update & Security > Troubleshoot. Dari panel sebelah kanan, silahkan Anda cari Power Troubleshooter, lalu klik tombol Run troubleshooter.

Setelah proses troubleshooter selesai, silahkan Anda restart laptop untuk memastikan pengaturan telah diterapkan.

3. Hard reset laptop Anda

Melakukan hard reset pada laptop bisa membantu untuk mengatur ulang semua pengaturan fitur pada hardware laptop Anda. Hal ini tentunya tidak akan mempengaruhi data pada laptop Anda juga. Berikut ini adalah prosedur untuk melakukan hard reset pada laptop:

  • Shutdown laptop Anda.
  • Cabut charger dari laptop, dan keluarkan baterai (untuk laptop dengan baterai removable).
  • Selanjutnya, tekan lalu tahan tombol power pada laptop selama 30 detik. Ini akan membuat kapasitor dari laptop terlepas dan mereset chip memori yang aktif terus menerus.
  • Setelah itu, silahkan Anda pasang kembali baterai laptop, lalu pasang juga chargernya.

Lakukan pengecekan jika sudah selesai, untuk memastikan apakah masalah tersebut bisa selesai atau tidak. Kalau belum selesai, maka silahkan Anda lanjutkan ke langkah selanjutnya.

4. Update driver baterai

Masalah ini juga bisa terjadi disebabkan oleh driver baterai pada laptop yang perlu untuk mendapatkan update terbaru. Untuk itu, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini untuk melakukan update driver baterai laptop:

  • Tekan tombol Win + R, lalu ketikkan devmgmt.msc pada kolom RUN, dan tekan tombol Enter untuk membuka halaman Device Manager.
  • Langkah berikutnya adalah dengan mengklik pada menu Batteries, lalu klik kanan untuk melakukan update pada driver baterai tersebut.
  • Anda juga membacar artikel Saya sebelumnya mengenai cara update driver laptop Windows melalui Device Manager.

Jika proses update sudah selesai, silahkan Anda restart komputer untuk menerapkan perubahan.

5. Update BIOS

Selain dari driver yang perlu update, masalah ini juga bisa terjadi karena BIOS yang perlu untuk update. Hal ini bisa mempengarhui chipset dan lainnya. Untuk itu, Anda bisa mempertimbangkan melakukan update BIOS. Kalau Anda memang belum pernah melakukan update BIOS, maka sebaiknya Anda didampingi oleh yang ahli, atau bisa mengikuti artikel yang telah Saya tulis sebelumnya dengan judul cara update BIOS pada komputer.

Akhir kata

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah baterai laptop yang langsung mati saat charger dilepas, padahal baterai masih baru. Kalau Anda memiliki cara lain, maka Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar.

Semoga bisa membantu.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY