Menginstall sistem operasi di jaman sekarang ini tidak sesulit dengan jaman dulu. Kalau dulu, kita membutuhkan disket atau optical drive untuk menginstall sistem operasi, yang tentunya akan memakan waktu yang sangat lama dalam proses instalasinya. Akan tetapi, di jaman sekarang ini, kita tidak harus menunggu waktu lama lagi saat ingin menginstall sistem operasi ke komputer, walaupun komputer tersebut memiliki spesifikasi rendah. Karena, port USB sudah bisa dimanfaatkan untuk menginstall sistem operasi dengan menggunakan media flashdisk.

Kecepatan yang didapatkan dengan menggunakan port USB dengan media flashdisk tentunya jauh lebih baik dibandingkan dengan disket atau pun optical driver (CD/DVD). Bahkan, Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk menyimpan file ISO dari sistem operasi tersebut di komputer Anda. Karena, file ISO tersebut bisa langsung Anda dapatkan dengan membuat file booting melalui sistem online, seperti Windows Media Creation Tool dari Microsoft untuk sistem operasi Windows. Atau Anda bisa menggunakan software pihak ketiga seperti Rufus terbaru, yang juga sudah terhubung dengan Microsoft untuk membantu dalam mendownload sistem operasi terbaru dari Microsoft tersebut.

Membuat Windows 10 booting flashdisk

Sebelum Anda mulai menginstall sistem operasi Windows menggunakan booting USB, tentunya Anda perlu mempersiapkan medianya terlebih dulu, dalam hal ini adalah flashdisk. Kapasitas dari flashdisk yang perlu Anda sediakan pun minimal 4GB, agar bisa menampung file-file dari sistem operasi Windows tersebut. Anda juga perlu menyiapkan software yang bisa membuat file Windows booting ke flashdisk. Kalau, Anda menggunakan Windows Media Creation Tool, maka pastikan komputer Anda sudah dengan internet yang stabil. Tapi, kalau file Image dari sistem operasi tersebut sudah ada di komputer Anda, maka Anda bisa menggunakna software pihak ketiga seperti Rufus.

Untuk langkah-langkah lebih lengkapnya, Anda bisa membaca artike yang telah Saya tulis sebelumnya di bawah ini:

Flashdisk tidak terbaca saat akan menginstall Windows 10

Menggunakan flashdisk sebagai media untuk menginstall sistem operasi Windows 10 saat ini memang menjadi cara yang mudah dan cepat. Akan tetapi, beberapa pengguna juga sering mengalami kedala saat mencoba untuk menggunakan metode saat ingin menginstall sistem operasi Windows. Salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan yaitu, flashdisk tidak terbaca dengan pesan error, We can’t find a USB flash drive.

Hal ini tentunya menjadi pertanyaan untuk Anda, karena saat mencolokkan flashdisk tersebut ke komputer, maka flashdisk tersebut bisa muncul (terbaca), dan isinya pun bisa diakses dengan mudah. Nah, kalau Anda memang termasuk sebagai salah satu pengguna yang mengalami masalah serupa, maka Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini untuk mengatasinya:

1. Coba flashdisk di komputer lain

Langkah pertama yang perlu untuk Anda lakukan dalam mengatasi masalah seperti ini adalah dengan mengecek flashdisk tersebut, apakah masih bisa terbaca di komputer lain. Bisa saja hal ini disebabkan oleh kerusakan dari flashdisk itu sendiri, sehingga tidak terbaca saat ingin menginstall Windows.

2. Coba pasang di port USB lain

Pada setiap komputer, biasa terdapat lebih dari 2 port USB. Kemungkinan port USB yang Anda gunakan tersebut mengalami masalah, atau tidak kompatibel dengan flashdisk yang Anda gunakan. Karena, port USB saat ini sudah memiliki beberapa type, yaitu USB 2.0, 3.0, atau 3.1. Nah, rata-rata flashdisk hanya support untuk port USB 2.0. Maka pastikan dulu port USB yang Anda gunakan tersebut adalah port USB 2.0 ya!

3. Ada bad sector pada flashdisk

Bad sector tidak hanya terjadi pada hardisk komputer saja, tapi semua perangkat media penyimpanan komputer bisa mengalami yang namanya bad sector, termasuk flashdisk ini. Biasanya sebelum kita memasukkan file booting Windows ke dalam flashdisk, maka kita harus melakukan format terlebih dulu kepada flashdisk tersebut. Kalau Anda menggunakan Quick Format, maka proses pengecekan dan perbaikan bad sector tidak dilakukan. Maka dari itu, sebagai saran, kalau Anda memang ingin menggunakan flashdisk tersebut sebagai media booting untuk instalasi sistem operasi, maka jangan gunakan Quick Format.

4. Flashdisk dijadikan primary

Hal ini sebenarnya sangat jarang terjadi, karena rata-rata hanya hardisk atau SSD saja yang menjadi primary drive secara default. Akan tetapi, hal ini bisa saja terjadi, kalau Anda memang suka mengutak-atik komputer atau pernah menjadikan flashdisk tersebut sebagai media penyimpanan utama untuk komputer Anda. Untuk mengembalikan flashdisk ke posisi semula, maka Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini untuk mengatasinya:

  • Langkah pertama yang perlu untuk Anda lakukan di sini adalah dengan menekan tombol Win + X secara bersamaan, lalu pilih menu Command Prompt (Admin).
  • Setelah halaman Command Prompt terbuka, silahkan Anda ketikkan perintah diskpart, lalu tekan tombol Enter.
  • Kemudian, ketikkan lagi perintah list disk, lalu tekan lagi tombol Enter.
  • Perintah list disk ini akan menampilkan semua media penyimpanan yang terhubung di komputer Anda, termasuk flashdisk. Anda bisa melihat kapasitas dari daftar yang muncul untuk mengetahui flashdisk Anda.
  • Selanjutnya, ketikkan lagi perintah select disk x, di mana x ini merupakan urutan nomor dari flashdisk Anda, lalu tekan tombol Enter.
  • Lalu, Anda ketikkan lagi list partition, untuk memunculkan daftar partisi dari flashdisk tersebut.
  • Tapi, karena partisi dari flashdisk itu biasanya hanya ada satu, maka Anda tentunya tidak sulit untuk mengetahuinya.
  • Setelah itu, ketikkan lagi perintah select partition 1 dan tekan tombol enter. Kemudian, ketikkan perintah delete partition, dan Enter.
  • Jika proses delete sudah selesai, maka silahkan Anda ketikkan perintah format untuk memformat flashdisk Anda tersebut.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah flashdisk booting Windows yang tidak terbaca saat ingin menginstall sistem operasi Windows 10.

Semoga bisa membantu.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY