Cara Mengajar yang Efisien dan EfektifSeorang filsuf pernah berkata ; “ Cara belajar terbaik adalah mengajar. “ Dengan mengajar kita mencoba belajar bersama. Dari mengajar, Anda dapat banyak pelajaran. Semestinya, tidak ada sekat antara pengajar dan yang diajar. Bawalah dunianya ke dunia Anda dan bawalah dunia Anda ke dunia mereka. Lakukan mereka selayaknya manusia. Dengan begitu, mereka akan member Anda wewenang untuk memasuki dunia mereka. Setelah itu, mereka dengan sendirinya akan memasuki dunia Anda. Nah, antara pengajar dan yang diajar kini tak ada sekat lagi. Kalian berada dalam satu dunia. Untuk lebih jelasnya, ikuti cara berikut;

1. Bangun Kondisi Belajar yang Harmonis

Sebaik apapun isi atau meteri ajar Anda tidak akan efektif bila tidak disampaikan dengan metode yang efisien. Bangun kondisi yang harmonis antara pengajar dan yang diajar. Jangan tekan mereka. Itu akan membuat mereka takut. Siswa lebih penting dari materi yang Anda bawakan. Anda sebagai pengajar harus bisa menjadi contoh, bukan hanya memberi contoh. Keteladanan Anda lebih penting ketimbang pengetahuan Anda.

2. Kemukan Visi dan Misi Pembelajaran

Pasangan suami istri saja yang tidur seranjang belum tentu memiliki mimpi yang sama. Apalagi hubungan selainnya. Jadi, kemukan visi, tujuan atau apa yang hendak dicapai dari pembelajaran Anda. Setelah visi Anda jelas, sekarang kemukan pula bagaimana Anda mewujudkan visi tersebut. Pecah dalam beberapa poin misi yang jelas dan sistematis. Misi yang sistematis akan menjelaskan pada Anda kapan visi akan tercapai.

3. Gunakan Bahasa Sederhana

Banyaknya kosakata ilmiah yang Anda ketahui bukan untuk membuat Anda terkesan cerdas dalam berbicara. Itu digunakan untuk membaca, mendengar dan memahami materi yang sulit. Gunakanlah bahasa atau kata-kata yang sederhana. Tujuan Anda adalah membuat siswa memahami materi, bukan untuk terlihat cerdas dan ilmiah. Jangan sampai materi Anda hanya Anda sendiri yang pahami. Seperti yang dikatakan Socrates; “ Jika Anda belum bisa menjelaskannya secara sederhana, berarti Anda belum benar-benar memahaminya. “

4. Komunikasi Non Verbal

Selain menggunakan komunikasi verbal seperti kata-kata yang sederhana, hal penting lainnya yang harus Anda perhatikan adalah komunikasi non verbal. Lakukan kontak mata dengan siswa Anda agar mereka merasa diperhatikan dan dihargai. Baik saat Anda menjelaskan materi atau mendengar pendapat siswa. Pasang ekspresi wajah yang ceria agar kondisi kelas juga ceria. Senjata pamungkasnya adalah tersenyum. Perhatikan pula intonasi dan artikulasi Anda saat menjelaskan materi. Jelasnya, gunakan bahasa tubuh yang semakin membangun suasana hangat dan ceria dalam kelas belajar Anda.

5. Apresiasi Jika Benar, Maklumi Jika Salah

Tidak ada satu manusiapun yang dilahirkan langsung sempurna sejak lahir. Masing-masing individu harus mencari, menuju dan menjadi kesempurnaan itu sendiri. Dalam menyampaikan pendapatnya, baik melalui tulisan apalagi lisan apresiasi siswa jika mereka benar. Jangan hukum jika mereka salah. Maklumi kesalahan mereka. Apalagi kalau kesalahannya adalah kesalahan pertama, bukan kesalahan yang sama. Inilah tugas Anda sebagai guru, untuk membuat siswa paham. Lebih baik salah seribu kali di ruang kelas, daripada salah sekali di luar kelas. Tapi kalau Anda dapat membuat Anda tidak salah di dalam dan di ruang kelas, berarti cara mengajar Anda sudah efisien dan efektif.

Selamat mengajar!

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY