Takut Ditolak ? Lakukan Cara Ini Entah berawal darimana penembakan itu? Lucunya lagi, budaya penembakan tersebut hanya ada di Indonesia. Sejak kapan seorang lelaki harus merengek-rengek di depan seorang wanita hanya untuk meminta persetujuan. Persetujuan yang diminta oleh lelaki kepada wanita hanyalah persetujuan mau tidaknya wanita tersebut berpacaran dengannya. Secerdas apapun wanita, mereka butuh pembimbing dan pemimpin. Kodrat yang demikian itu pulalah, yang membuat penembakan menjadi hal yang agak lucu. Lelaki itu pemimpin. Dia yang harus memutuskan, dia yang harus menentukan dan dia pula yang paling bertanggung jawab. Kecuali jika Anda tipikal pria butiran debu yang tak tahu arah jalan pulang. Kasihan!

Hanya anak ABG yang tidak paham menjalin dan memulai suatu hubungan saja yang melakukan penembakan. Dia harus meminta izin dan persetujuan wanita untuk memulai suatu hubungan yang dibalut komitmen. Namun jika Anda seorang lelaki dewasa yang menginginkan wanita dan hubungan yang dewasa, maka penembakan bukanlah cara yang dewasa bagi Anda. Takut ditolak, Lakukan Cara Berikut;

1. Jangan Menembak

Saat Anda menembak , itu berarti Anda menyerahkan seluruh kebahagiaan diri dan nasih hubungan asmara Anda pada tangan wanita. Jika wanitanya sedang berbaik hati, maka dia akan mengiyakan permintaan Anda dan pacaranpun dimulai. Jika tidak, maka Anda dia akan berkata tidak atau mencari alasan apa saja untuk menolak Anda. Kebanyakan penembakan berujung pada penolakan. Itu akan membuat Anda menderita, menangis sambil shower-an di kamar mandi. Atau Anda akan berteriak; “ mengapa? Ini tidak adil, Tuhan! ”

Sebaliknya, wanita yang ditembak akan dilematis. Jika ia menerima dan ternyata hubungan Anda dengannya kandas, berarti dia telah salah memilih pria. Salah memilih pria akan membuat wanita kecewa. Dan kekecewaan seorang wanita tidak berlangsung cepat. Butuh waktu lama bagi seorang wanita untuk melupakan. Wanita paham betul kondisi yang seperti ini. Wajar saja kalau mereka sangat hati-hati dan selektif. Wajar pula jika kebanyakan penembakan akan berujung pada penolakan. Siapa yang mau disalahkan?

2. Pemantapan Karakter

Daripada takut ditolak, jangan menembak. Lebih baik Anda persibuk diri dengan pemantapan karakter atau kualitas diri. Bayangkan bila Anda adalah lelaki yang mapan, memiliki kehidupan sosial yang baik, memiliki segudang prestasi. Apakah lelaki seperti itu akan mengobral perasaannya dan merengek-rengek di hadapan wanita? Seperti kata Iwan Fals; “ Lelaki itu memilih, bukan untuk dipilih “. Jika Anda cerdas, tanpa harus menembak Anda sudah tahu bahwa dia juga suka. Hanya saja Anda terlalu takut ditolak, hingga Anda harus memastikan dulu apakah dia merasakan hal yang sama.

Anda tidak mesti bermanis lebay dengan kata-kata. Wanita lebih suka ditembak dengan tindakan Anda. Tindakan Anda yang sangat berkarakter, sangat berkualitas. Misalkan sebuah produk, kalau produk tersebut terlalu obral, hanya kata-kata dan murahan, siapa yang ingin membelinya. Produk yang bermutu tidak terlalu banyak promo tidak jelas. Tidak murahan tapi tidak juga sok jual mahal. Produk tersebut memberikan bukti nyata melalui kualitasnya. Tanpa promosi sekalipun, orang-orang dengan sendirinya mempromosikan dan merekomendasikan produk tersebut dari mulut ke mulut.

    Jadi, dari pada hidup penuh ketakutan akan penolakan, lebih baik fokuskan diri untuk menjadi lebih baik lagi. Anda adalah apa yang Anda fokuskan. Tugas Anda hanya itu sembari menyeleksi wanita beruntung mana yang akan menjadi pasangan hidup Anda dalam bingkai pernikahan nanti. Tapi jika penembakan memang perlu Anda lakukan, lakukanlah. Lakukan dengan cara yang elegan dan kharismatik. Zaman berubah, cara juga harus berubah. Semoga tidak ditolak!

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY