Penyakit Mata yang Biasanya Menyerang Anak Anak oleh SegiEmpatMata seseorang sangat rentan untuk gangguan dan penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang mata seseorang adalah konjungtivis atau pink eye. Terjadinya konjungtiva atau peradangan selaput transparan yang melapisi bagian dalam kelopak mata adalah penyebab dari terjadinya pink eye. Konjungtivis atau pink eye sangat rentan untuk menyerang anak-anak, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun.

Anak-anak, sangat rentan untuk mengalami pink eye yang diakibatkan oleh bakteri atau virus, parahnya lagi penyakit ini biasanya sangat menular.  Ni Retno Setyoningrum, MD, yang merupakan dokter mata dari Jakarta Eye Center Kedoya, Jakarta Barat mengatakan bahwa “penyakit ini karena lingkungan yang kotor, yang kumannya kemudian menempel pada orang dewasa atau anak.”

Ada persamaan tanda dan gejala tertentu dari semua bentuk konjungtivitis. Gejala dari konjungtivitis adalah bagian mata yang berwarna putih berubah merah muda atau merah dan pada saat dikedipkan, akan terasa seperti berpasir. Selain itu, mata yang mengalami konjungtivitis juga akan mengeluarkan cairan yang berwarna kuning yang mengental di malam hari dan kemudian akan menjadi kerak.

Kerak tersebut dapat mengakibatkan kelopak mata Anda menjadi melekat sehingga akan sukar untuk dibuka di pagi hari. Untuk membuka mata Anda yang terkena kerak, terlebih dahulu Anda harus membasahinya dengan menggunakan air.

Bakteri Pneumococcus atau Staphylococcus adalah beberapa bakteri yang sering menyebabkan pink eye. Bakteri tersebut memerlukan waktu selama 24 hingga 72 jam untuk menginfeksi mata seseorang. Konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi pada beberapa orang anak.

Adanya bakteri tertentu pada jalan lahir bayi juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pink eye pada bayi yang baru lahir. Untuk mencegah hilangnya penglihatan, konjungtivitis jenis ini harus segera diobati. Pink eye terjadi pada bayi yang matanya belum dapat terbuka sempurna pada beberapa kasus. Saluran air yang belum sempurna adalah penyebab hal ini. Sehingga meskipun tidak menangis, bayi tersebut akan terus menerus mengeluarkan air mata.

Retno kemudian menyarankan “pada bayi baru lahir sebaiknya segera dilakukan skrining untuk mencegah pink eye.”

Sebaiknya, dua pekan setelah penyakit pink eye pada bayi terdekteksi, bayi tersebut segera kembali ke rumah sakit. Hal ini sebaiknya dilakukan untuk melihat proses pengobatan dan penyembuhan pada bayi.

Untuk mengobati penyakit mata ini, terlebih dahulu harus diketahui penyebabnya untuk memberikan jenis pengobatan yang tepat sasaran. Pemberian air mata buatan atau tetes mata antiinflamasi diberikan untuk infeksi yang disebabkan oleh virus. Sedangkan pemberikan salep mata atau tetes mata diberikan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian salep atau tetes mata disesuaikan dengan derajat keparahan.

Retno mengungkapkan “yang penting jangan digosok karena menambah reaksi infeksi.”

Kunci utama mencegah terjadinya pink eye adalah dengan menjaga kebersihan. Retno memberi saran agar sebelum dan setelah melakukan sebuah kegiatan, anak-anak mencuci tangannya. Selain itu, penderita penyakit ini juga tidak boleh saling meminjam saputangan, handuk, obat tetes mata dan sarung bantal.

Untuk mencegah penularan virus dan bakteri, penggunaan tisu sekali pakai lebih disarankan daripada saputangan. Retno juga memberi saran, untuk proses pengobatan anak yang terkena pink eye sebaiknya tidak masuk sekolah dalam jangka waktu sepekan.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY