Suatu fase yang merupakan transisi terjadinya perubahan menuju masa dewasa disebut dengan pubertas. Dalam fase ini, terjadinya perubahan pada fisik, hormone dan mental disebabkan karena tubuh sedang dipersiapkan untuk menjadi dewasa. Namun, seorang anak dapat mengalami pubertas lebih awal karena adanya beberapa faktor.

Normalnya, anak laki-laki mengalami pubertas pada usia 9 (sembilan) sampai dengan 14 (empat belas) tahun sedangkan pada anak perempuan adalah pada usia 8 (delapan) sampai dengan 13 (tiga belas) tahun.

Akan dinamakan pubertas dini atau pubertas prekoks bila tanda kedewasaan telah muncul sebelum umur 9 tahun pada anak laki-laki dan sebelum umur 8 tahun pada anak perempuan.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pubertas dini :

> Berat Badan yang Berlebih
Dalam waktu yang lama, telah diadakan penelitian terhadap hubungan antara pubertas dini pada anak dengan berat badan yang berlebih. Dalam sebuah laporan medis dari University of Michigan Health System diyakini bahwa pubertas dini lebih mungkin terjadi pada anak perempuan yang memiliki kelebihan berat badan.

> Hormon yang menyimpang
Pubertas dini pada anak perempuan dan laki-laki dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis yang mempengaruhi hormon. Meskipun jarang, pubertas dini yang disebabkan oleh penyimpangan hormonal yang terjadi karena McCune-Albright Syndrome, hiperplasia adrenal kongenital dan tiroid. Selain itu, pubertas dini juga dapat terjadi pada anak laki-laki dengan kelebihan produksi hormon pria dewasa, seperti contohnya, testosteron.

> Lingkungan yang menyebabkan racun
Telah dibuktikan dalam penelitian bahwa pubertas prekoks atau pubertas dini, dipengaruhi oleh racun dari lingkungan dan hormon.

Dr Maria Wolff dan rekannya, dari Mount Sinai School of Medicine, melakukan suatu studi yang menemukan bahwa pertumbuhan dini payudara dan pengembangan rambut kemaluan pada anak perempuan dapat terjadi karena efek bahan kimia tertentu yang ditemukan dalam berbagai macam produk sehari-hari, seperti kosmetik, cat kuku, lotion, parfum dan shampoo.

>  Keturunan
Pubertas dini pada anak juga dapat terjadi karena gen. Kidshealth menyebutkan bahwa sebanyak  5 (lima) persen dari anak laki-laki yang mengalami pubertas prekoks atau puber dini mewarisi kondisi dari tersebut dari ayahnya ataupun kakeknya yang berasal dari ibu, yang juga mengalami pubertas prekoks. Sedangkan pubertas dini yang diturunkan dari orang tuany hanya terjadi 1 (satu) persen pada anak perempuan.

> Penyakit
Pubertas dini juga dapat terjadi karena sejumlah masalah medis, meskipun jarang, antara lain adalah infeksi ensefalitis dan meningitis; cacat atau kelainan di otak atau sumsum tulang belakang ; spina bifida dengan hidrosefalus; radiasi ke otak atau sumsum tulang belakang dan masalah di indung telur atau kelenjar tiroid.

Pada awalnya, pertumbuhan badan seorang remaja akan lebih tinggi jika mengalami pubertas dini. Namun, pada akhirnya, tubuhnya akan lebih pendek dibandingkan orang-orang yang mengalami pubertas normal karena tulang menutup lebih cepat.

Selain itu, meskipun mental seorang anak belum siap menjadi dewasa, namun dengan pubertas yang terlalu cepat maka hormone anak tersebut menjadi tinggi dan menjadikan anak tersebut dewasa lebih cepat.

Parahnya lagi, pubertas dini juga dapat meningkatkan resiko untuk terjadinya tumor dan kanker di kemudian hari, jadi tidak hanya gangguan secara psikologis dan pertumbuhan badan. Karena beberapa hormone dapat memicu tumor menjadi lebih ganas yaitu hormon estrogen, progesteron (pada perempuan) dan testosteron (pada laki-laki).

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY