aborsi ilegal oleh Kesehatan SegiEmpatWalaupun kampanye tentang larangan seks bebas sudah sering dikobarkan namun ternyata masih banyak orang yang melakukannya. Dampak terburuk dari hal ini adalah kehamilan yang tidak diinginkan. Jika keadaannya telah begini, biasanya orang-orang akan lebih memilih untuk melakukan aborsi dengan cara ilegal.

Dr Med Damar Prasmusinto, SpOG dari Departemen obstetri dan ginekologi FKUI/RSCM mengatakan bahwa “kalau dilakukan dengan dokter maka kondisinya bisa terkontrol dan efek sampingnya bisa menjadi minimal.”

Dalam penuturannya Dr Damar mengatakan, aborsi yang dilakukan secara sembarang, seperti menggunakan obat, jamu atau memasukkan sesuatu ke dalam alat kelamin seorang wanita akan memberikan dampak yang sangat fatal. Salah satunya adalah kerusakan organ yang terdapat dalam tubuh sang calon ibu.

Seperti yang dilansir dari pregnancy.com, berikut adalah beberapa komplikasi serius dari aborsi yang dilakukan secara ilegal :

  • Pendarahan yang hebat
    Aborsi ilegal yang dilakukan oleh orang yang tidak berkompeten bisa saja merobek leher rahim sehingga menimbulkan pendarahan hebat, yang mengancam nyawa calon ibu. Untuk menghentikan pendarahan tersebut, terkadang dibutuhkan pembedahan.
  • Masih ada janin yang tersisa
    Karen tidak dilakukan oleh tenaga ahli dan alat yang memadai, biasanya aborsi ilegal masih akan menyimpan sisa janin di dalam rahim. Hal ini beresiko menimbulkan pendarahan, infeksi atau kista.
  • Infeksi
    Alat medis yang tidak steril atau masih ada sisa janin dalam rahim beresiko besar menimbulkan infeksi.
  • Leher rahim yang rusak
    Leher rahim yang terpotong adalah salah satu penyebab dari terjadinya kerusakan leher rahim.
  • Organ lain yang rusak
    Alat yang tidak memadai beresiko besar menyebabkan organ lain yang terdekat dengan rahim juga akan mengalami kerusakan seperti kandung kemih atau usus.
  • Keracunan darah
    Aborsi yang tidak steril bisa menyebabkan infeksi di seluruh tubuh yang beresiko mengakibatkan kematian.
  • Gangguan mental
    Setelah melakukan aborsi, biasanya pelakunya akan mengalami kecemasan yang bisa berkembang menjadi depresi atau bahkan percobaan bunuh diri.
  • Gangguan jika kembali hamil
    Ada berbagai dampak buruk yang bisa didapatkan wanita yang berkali-kali melakukan aborsi, seperti jika kembali hamil maka bayinya akan lahir prematur. Selain itu berbagai masalah lain juga akan terjadi pada bayi tersebut seperti gangguan pada otak, mata, usus dan pernapasannya.
  • Kehilangan Nyawa
    Kasus ini memang jarang terjadi, namun pendarahan hebat, kerusakan organ, infeksi hebat serta anestesi yang tidak sesuai bisa menyebabkan sang ibu harus kehilangan nyawa.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY