mengurangi resiko high heels dan tas jinjing oleh Kesehatan SegiEmpatSeorang wanita karir pasti identik dengan penggunaan sepatu hak tinggi dan tas jinjing. Kedua benda tersebut akan membuat seorang wanita terlihat lebih elegan. Namun ternyata, kedua benda tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan.

dr. Sigit Widanto, yang merupakan dokter ortopedi dari RS Dharma Nugraha, Rawamangun, Jakarta mengatakan bahwa Anda mungkin akan merasa nyeri pada kaki ketika menggunakan high heels. Hal ini terjadi karena tulang kaki mengalami penyesuaian anatomi terhadap beban tubuh ketika Anda berjalan.

Penggunaan high heels membuat berat tubuh bertumpu pada tulang metatarsal, yang merupakan bagian dari tulang kaki. Jika Anda menggunakannya secara terus menerus, maka kaki bagian depan juga akan ikut berubah.

Sigit memaparkan “kalau (penggunaan sepatu hak tinggi) menjadi kebiasaan, bisa mengalami ketidakseimbangan tubuh dalam beraktivitas, osteoarthritis, dan nyeri di kaki karena otot betis mengalami perubahan bentuk.”

Meskipun banyak wanita yang mengalami masalah karena high heels pada usia 50-an tahun, tapi tidak berarti bahwa penyakit ini tidak akan menyerang kaum muda.

Beliau kemudian menerangkan, penyakit ini tidak bergantung pada usia, tinggi hak atau lama pemakaian. Meskipun Anda menggunakan yang haknya rendah dan sebentar, tapi jika digunakan setiap hari, maka Anda lebih bersiko untuk mengalami imbalance dan osteoarthritis daripada yang menggunakan sepatu berhak lebih tinggi dan lama.

Beliau kemudian melanjutkan “semakin sering memakai, perubahan anatomisnya (anatomi struktur kaki) bisa cepat. Kalau rutin, pasti mengakibatkan perubahan struktur anatomis.”

Untuk pemakaian tas jinjing, ada satu tangan yang dipaksa untuk bergerak statis sehingga akan menyebabkan nyeri pundak. Hal ini karena kedua tangan seharusnya melambai saat berjalan utnuk keseimbangan. Jika terus menerus seperti ini, maka kemungkinan otot akan mengalami kejang otot. Namun sebenarnya hal ini masih bisa dicegah dengan cara menggerakkan tangan dan jadi setiap beberapa menit.

Untuk masalah high heels, pengobatannya hanya bisa dilakukan dengan fisioterapi, karena yang dirubah adalah struktur tulang. Sigit menegaskan “kalau struktur tulang sudah berubah, itu akan tetap. Jika otot spasme itu masih bisa berkurang nyerinya.”

Untuk pencegahan kedua penyakit itu, Anda cukup melakukan olahraga ringan secara rutin. Olahraga ini tidak perlu lama. Sebaiknya Anda juga tidak menggunakan high heels tiap hari utnuk mencegah terjadi nyeri dan perubahan struktur kaki.

Adapun beberapa makanan yang bisa membantu kesehatan tulan adalah bayam, ikan sarden, keju, salmon, susu, tuna dan yoghurt.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY