Adanya pembelahan sel yang abnormal tanpa adanya kontrol dan bisa dengan mudah memengaruhi jaringan sekitarnya adalah proses terjadinya kanker. Saat ini, peningkatan jumlah yang sangat tinggi, dialami oleh penderita dari berbagai penyakit kanker.

Salah satu alasan kanker menjadi penyakit yang sangat ditakuti adalah karena perkembangan kanker sangat cepat meluas dan diperlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit. dr Eka Kusumawan SpB menyatakan bahwa, “sel kanker dapat dengan mudah menyebar ke bagian sel tubuh lain dengan melewati aliran darah dan sistem limfatik.”.

Salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia adalah penyakit kanker. Kemudian, dr Eka mengungkapkan bahwa, “kanker dapat menyerang berbagai organ tubuh, seperti otak, mata, hidung, lidah, rongga mulut, saluran cerna, lambung, usus, saluran napas, paru-paru, payudara, rahim, ovarium, dan kelenjar getah bening. Semua ini dapat berkembang dengan cepat melalu sistem limfatik di dalam sel tubuh.”

Ketidakseimbangan antara fungsi onkogen dan gen tumor suppresor di dalam proses tumbuh dan kembangnya sebuah sel tersebut adalah faktor pemicu sebuah sel normal berkembang menjadi sel kanker. Kanker mulut rahim, payudara, hati, paru-paru, darah, kelenjar getah bening, kulit, ginjal, kulit, kanker prostat dan usus besar adalah penyakit kanker yang paling banyak diderita di Indonesia.

Adiati Arifin M Siregar, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia memaparkan bahwa, “Badan Internasional Penelitian Kanker menyatakan sekitar 50 persen sampai 70 persen kasus penyakit kanker akan terus terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.”

Faktor internal dan faktor eksternal adalah beberapa faktor pendorong timbulnya penyakit kanker. Faktor genetik atau keturunan adalah faktor internal yang berpengaruh. Gen yang tidak normal akan dimiliki seseorang ketika dia memiliki garis keturunan yang memiliki gen yang tidak normal. Namun, daya tahan tubuh dapat menjadi faktor untuk tidak berkembangnya gen yang tidak normal tersebut.

Eka memaparkan bahwa, “untuk faktor genetik yang paling berpengaruh adalah ketahanan tubuh dalam memerangi sel kanker. Hal ini bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan yang memiliki kemampuan menolak kanker.”

Asap rokok, polusi udara, infeksi, bakteri, virus dan makanan yang mengandung zat karsinogenik adalah pemicu berkembangnya sel kanker yang merupakan faktor eksternal.

Eka menyebutkan bahwa, “sebenarnya faktor eksternal membawa pengaruh hingga 30 persen, dan hal ini dapat dicegah, salah satunya dengan menghindari asap rokok, mengurangi makanan yang berpengawet dan mengandung zat kimia yang bersifat karsinogenik.”

Para penderita kanker di Indonesia, umumnya akan datang berobat ketika penyakitnya telah memasuki stadium lanjut sehingga pengobatannya akan jauh lebih sulit dan angka keberhasilan pengobatannya pun akan jauh lebih rendah.

Ardianti menuturkan bahwa, “di negara maju umumnya mereka sudah terbiasa untuk mendeteksi secara dini sehingga bisa langsung ditangani dengan cepat.”

Saat ini Indonesia, cara dini untuk mendeteksi kanker sudah mulai banyak diperkenalkan. Jadi, pengobatan penyakit kanker akan semakin mudah karena para penderita kanker bisa mendapatkan pengobatan ketika stadium awal. Dengan begitu, angka keberhasilan pengobatan penyakit kanker akan lebih baik. Dalam pendeteksian penyakit kanker, gejala yang timbul dibagi menjadi dua, yaitu gejala umum dan khusus.

Berat badan yang menurun dengan cepat, kondisi badan lemah, luka yang tidak kunjung sembuh, perubahan kebiasaan buang air besar, perubahan kulit yang mencolok dan adanya benjolan pada payudara adalah beberapa gejala umum dari kanker, yang biasanya baru dapat terdeteksi saat sel kanker sudah dalam stadium lanjut. Selain itu, ada juga beberapa gejala khusus yang ditunjukkan, dimana pada daerah yang terkena kanker akan muncul benjolan, seperti leher, payudara, rahim dan perut.

Eka menuturkan bahwa, “gejala khusus umumnya ditunjukkan di daerah tertentu saja, misalkan pada kanker kandungan biasanya terjadi gangguan menstruasi, kanker ginjal ditunjukkan dengan adanya gangguan buang air kecil dan nyeri pinggang.”

Operasi atau bedah, radioterapi dan kemoterapi adalah beberapa cara pengobatan untuk penyakit kanker. Pengobatannya sel kankera akan disesuaikan dengan jenis sel kanker serta stadiumnya.

Kemudian Eka memaparkan bahwa “kemoterapi memiliki prinsip kerja, yaitu dengan meracuni atau membunuh sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar untuk mengurangi gejala yang disebabkan oleh kanker.”

Jenis kanker, mempengaruhi tingkat keberhasilan kemoterapi. Konsistensi, kesabaran, dan semangat hidup pasien kanker adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan pengobatan kanker. Para penderita juga harus berprinsip bahwa penyakit kanker bukanlah akhir dari segalanya.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY