Jangan sepelekan ketika Anda terkena sariawan yang tidak kunjung sembuh. Karena, kanker rongga mulut memiliki gejala awal berupa sariawan yang tak kunjung sembuh.

Kartika Dwiyani, seorang dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (SpTHT) menuturkan bahwa, pasien kanker rongga mulut bisa saja tidak menyadari kondisi yang sedang dialaminya. Beliau berujar “pasien tidak mengeluh adanya nyeri.”

Padahal,  untuk menunjukkan bahwa seseorang sedang terkena kanker rongga mulut, ada beberapa tanda yang sebenarnya bisa dideteksi. Akan muncul lesi (keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh) pada awal pre-kanker. Misalnya, di rongga mulut akan muncul  bercak putih (leukoplakia), bercak merah (eritroplakia) dan luka yang bergaung (ulkus) yang lebih dikenal sebagai sariawan.

Beberapa ciri dari sariawan (yang mengarah ke kanker rongga mulut) adalah saat diraba, bagian tepinya keras, dibandingkan dengan bagian mulut di sekitarnya, bentuknya lebih tinggi, berbintil-bintil dan mengelupas pada dasarnya, serta kadang-kadang mudah berdarah.

Kartika, yang merupakan dokter lulusan Universitas Indonesia, mengatakan bahwa “karena tidak mengalami nyeri, sering kali pasien datang ke dokter pada stadium kanker yang sudah lanjut.”

Karena itu, Kartika menyarankan agar Anda segera mengunjungi dokter spesialis  terkait, dan bukan dokter umum, jika mengalami tanda-tanda tersebut. Karena jika sariawan biasa, maka akan sembuh dalam kurun waktu 7-10 hari. Ataupun dengan penggunaan obat, misalnya anti-peradangan.

Kartika juga menjelaskan bahwa, ada tiga penyebab datangnya kanker rongga mulut: faktor lokal, faktor pasien itu sendiri dan faktor luar.

Kebersihan mulut, adalah faktor lokal. Hal ini berkaitan dengan frekuensi perawatan gigi berlubang dan menyikat gigi. Jika kebersihan pasien mulut buruk, maka peradangan kronis dapat terjadi.

Kartika menegaskan bahwa, “peradangan kronis yang terjadi di rongga mulut merupakan faktor risiko berkembangnya kanker rongga mulut.”

Kebiasaan utama merokok dan minum alcohol adalah faktor yang berasal  dari luar. Sebuah hasil penelitian yang dilakukan di Spanyil pada tahun 2004, menyatakan bahwa, perokok dan peminum alkohol memiliki risiko 50 kali lipat lebih tinggi untuk terjadinya kanker rongga mulut dibandingkan individu bukan perokok dan peminum alkohol.

Sebanyak 50 zat karsinogenik (zat yang merupakan penyebab kanker karena kemampuannya merusak metabolism sel) terdapat dalam tembakau yang terdapat dalam rokok. Sedangkan, salah satu larutan yang dapat meningkatkan paparan mukosa terhadap zat karsinogenik adalah alkohol. Hal inilah yang menyebabkan zat penyebab kanker masuk ke dalam mukosa rongga mulut.
Lebih lanjut, Kartika menjelaskan bahwa, “zat dalam alkohol juga dapat menggangu metabolisme sel dalam tubuh, misalnya sel rongga mulut,” Bahkan, kerusakan sela yang memicu kanker juga bisa disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet yang berlebihan.

Faktor nutrisi, selain paparan sinar ultraviolet, juga merupakan faktor risiko terjadinya kanker rongga mulut. Kerusakan sel yang memicu terjadinya kanker dapat terjadi karena adanya paparan sinar ultraviolet yang berlebihan.

Infeksi HPV (human papilloma virus) adalah juga merupakan faktor luar. Tidak ditunjukkan gejala dalam infeksi ini dan dapat ditularkan melalui jalan lahir ibu terhadapa bayinya ataupun hubungan suami istri.

Tanda menimbulkan gejala apapun, orang yang terinfeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya. Metabolisme sel normal, diganggu oleh protein yang dihasilkan oleh human papilloma virus, sehingga memicu terjadinya kanker.

Kartika mengungkapkan bahwa, “kanker rongga mulut yang berhubungan dengan infeksi HPV biasanya terjadi pada usia muda.”

Faktor keturunan atau genetic adalah faktor yang berasal dari dalam diri pasien yang menjadi risiko terjadinya kanker rongga mulut. Terjadinya kanker rongga mulut, dari segi usia, biasanya terjadi pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun.

Kartika menjelaskan, “namun ini dapat berubah, seiring bertambah banyaknya infeksi HPV tadi.”

Tidak semua kasus kanker rongga mulut bisa dihindari. Tapi Anda bisa mengurangi faktor risiko penyebabnya.

Mengurangi konsumsi alcohol dan rokok adalah salah satu cara untuk menghindarinya. Kemudian, mengurangi paparan langsung sinar ultraviolet yang merupakan faktor resiko penyebab kanker dan mengonsumsi makanan yang sehat.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY