7 Pembunuh Sperma Pria

Pria tentunya menyukai seks dan tidak dipungkiri jika dalam pernikahannya, mereka ingin mempunyai keturunan yang benar-benar dari hasil spermanya dan ovum isterinya. Maka, apa yang menjadi perhatian saat ingin memiliki buah hati? Pastinya yang harus diperhatikan itu adalah hal yang berkaitan dengan sperma. Karena sperma itu adalah “masa depan” bagi semua pria.

Sebenarnya semua pria pun tahu akan hal itu, yang bahkan mereka pun tiap minggu selalu melakukan survei terhadap spermanya sendiri. Dengan cara membawa hp atau gadget ke kamar mandi untuk mengetes spermanya, (Ah itu sih karena doyan nge-bok*p aja haha).

Pada intinya ya seperti itu, semua pria tahu bagaimana pentingnya masa depan mereka yang berawal dari sperma. Namun terkadang, gaya hidup pria yang salah bisa membuat kualitas sperma menurun.

7-Pembunuh-Sperma-oleh-SegiEmpat

Selain itu, efek negatif konsumsi junk food bisa mengurangi produksi sperma. Pada sebuah riset berskala kecil yang dilaporkan dalam journal Human Reproduction, para ahli meneliti sebanyak 99 pria yang mendatangi klinik kesuburan di Amerika Serikat. Hasilnya menyatakan, pria yang mengonsumsi lemak tinggi cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Sedangkan mereka yang diet tinggi asam lemak omega-3 memiliki jumlah sperma yang lebih banyak dan berkualitas. Asam lemak omega 3 yang banyak ditemukan dalam ikan dan minyak nabati memang dapat membantu meningkatkan kualitas sperma.

Nah, selain kebiasaan mengkonsumsi junk food, inilah 7 pembunuh sperma yang tidak hanya bisa mengurangi produksi sperma tapi juga bisa melunturkan kualitas sperma. Sudah pasti ini sangat wajib di ketahui semua pria termasuk Anda. Apa saja ke 7 hal tersebut? Berikut ulasannya.

Kebiasaan Mengkonsumsi Minuman Beralkohol dan Menghisap Rokok

“Rokok, alkohol dan ganja bisa merusak fungsi seksual,” ujar Dr Potter. Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan bisa membawa dampak buruk pada kualitas dan produksi air mani, sementara rokok bisa merusak penggabungan sperma dan ovum (motilitas) sperma. Sejumlah studi juga menunjukkan, menghisap rokok bisa merusak DNA sperma dan meningkatkan resiko disfungsi ereksi.

Suhu Ekstrim

Hal Danzer, MD, seorang spesialis masalah kesuburan asal Los Angeles, berkata, “Jika temperatur testis naik hingga 98 derajat, produksi sperma bisa terhenti dan dampaknya bisa terjadi hingga beberapa bulan. Salah satu hal yang bisa membuat suhu testis naik adalah berendam dalam air panas. Ternyata temperatur yang tinggi tidak baik untuk testis.”

Kegemukan alias Obesitas

Obesitas kerap diasosiasikan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), tapi di sisi lain bisa menurunkan jumlah sperma. Daniel A. Potter, MD, dari Huntington Reproductive Center di California berkata, “Masalah berat badan ini juga menyebabkan disfungsi seksual dan kemandulan. Dibandingkan pria dengan berat badan normal atau overweight, pria obesitas memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dan fungsi testisnya juga berkurang.”

Demam Tinggi

“Saat ada pasien pria mengeluhkan masalah kesuburan tapi berdasarkan pemeriksaan, air maninya dalam kondisi bagus, maka pertanyaan pertama yang akan diajukan adalah, “Apakah Anda pernah sakit dalam tiga bulan terakhir?” kata Kurt Wharton, MD, ahli kesuburan dari San Fransisco. Demam tinggi juga bisa menaikkan suhu tubuh, yang artinya memberi dampak pada menurunnya produksi sperma.

Penggunaan Laptop

Laptop juga menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya sistem reproduksi pria. Ada korelasi antara penggunaan laptop dan kenaikan suhu pada tempat bergantungnya testis (skrotum). Banyak pria terbiasa menggunakan laptopnya dengan cara dipangku. Ternyata kebiasaan ini bisa dapat mengurangi kesuburan. Para peneliti dalam studi bernama ‘Fertility and Sterility’ menjelaskan “Pemanasan skrotum lebih dari 1,8 derajat sudah bisa rentan mengurangi produksi sperma nantinya jika pria bercinta dengan sang isteri.”

Pemakaian Telepon Seluluer atau Smartphone

“Pria dengan tingkat intensitas menggunakan ponsel yang lebih dari empat jam per hari, jumlah spermanya jauh lebih sedikit dan pergerakan sperma juga lebih lambat, untuk mengurangi eksposur radiasi, para pria agar menyimpan ponsel mereka di dalam tas, tidak di kantong celana” jelas Dr. Shin dari studi yang ditemukannya pada tahun 2008.

Penggunaan Celana Dalam yang Ketat

Pria yang sering memakai celana dalam sangat ketat bisa menurun produksi spermanya, meskipun dampaknya tidak begitu signifikan. Dr Wharton berkata “Untuk bantu menjaga sering mengenakan boxer daripada celana dalam. Disarankan juga tidak memakai celana olahraga ketat dalam waktu yang lama, sebab semakin sempit celana yang dikenakan pria, akan semakin kecil pula ‘area’ yang member ruang untuk testis.”

Bagi pria yang masih muda, perhatikan sedini mungkin hal-hal yang bisa merusak sperma agar di masa depan, sperma tetap berfungsi baik terutama untuk memproduksi calon buah hati. Dan Ponco berkata, “Pria kemungkinan besar akan menghasilkan sperma berkualitas tinggi jika dapat mempertahankan berat badan yang sehat dan ideal.

Avatar
@DEMA
Penulis, pelukis dan pecinta drama Korea garis keras. Sederhana dalam penampilan namun luar biasa dalam pencapaian.

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

Katanya Dia Tidak Cinta Saya Lagi. Apa Yang Harus Saya Lakukan?

“Apa yang harus saya lakukan saat si dia mengatakan sudah tak cinta lagi?” Apakah pacar Anda baru-baru ini mengatakan...

Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Mantan Saya Berkencan Dengan Orang Lain?

Kehilangan seseorang yang kita anggap penting bisa menjadi salah satu pengalaman hidup yang paling sulit untuk dilalui....

Cara Menaklukkan Wanita Super

Soal memilih wanita, memang kita semua tentu punya pilihan yang berbeda-beda dan itu tergantung selera atau kriteria yang kita idamkan. Tapi sekarang...