Kalau ditanya apakah Anda pernah berbohong? Saya yakin kalau Anda semua pasti bakal bilang “ahh enggak! Aku mah orangnya jujur” bener kayak gitu? Tuh kan Cuma pertanyaan kayak gitu aja udah bohong, gimana kalau ditanya “kamu kapan datang kerumah sama orangtua?” sama pacar? Ehh ups haha.

Jujur sih saya tidak yakin kalau ada satu manusia jaman sekarang yang sejak tangisan pertama terdengar waktu keluar dari perut Ibunya, sampai bulu keteknya digimbal yang gak pernah berbohong sama sekali.

Reaksi-Otak-saat-Kita-Berbohong-oleh-SegiEmpatFaktanya hampir semua orang pernah berbohong, entah itu waktu ditanya ama pacar kenapa gak ngebales chatnya atau menjawab “dia teman kecilku” waktu ketahuan jalan sama cewek lain biar ceweknya gak sampe ngamuk plus ngelempar heels.

Mulai dari berbohong demi menutupi kebusukan diri atau berbohong demi membantu orang lain sudah pasti pernah dilakukan setiap orang. Tapi Anda semua pernah gak bertanya-tanya bagaikana reaksi otak saat kita berbohong, yang sampe ngebuat kita gak Cuma keringat dingin, ngomel-ngomel waktu didesak buat ngomong jujur sampe bermanis-manis manja pas ketahuan bohong.

Pengaruh Bohong pada Otak

Menurut pakar bernama Arthur Markman, PhD yang dilansir dari salah satu media ternama tanah air, mengatakan saat Anda berbohong maka disaat itu juga tubuh kita melepaskan hormon kortisol dan hormon steroid di otak. Sehingga disaat yang sama otak pun akan bekerja ekstra untuk memproses mana kebohongan dan yang mana kebenaran.

Menurut Arthur, proses tersebut umumnya terjadi selama 10 menit yang mana dalam proses mengingat itu akan membuat mereka yang berbohong jadi lebih emosional. Soalnya selama 10 menit tersebut otak jadi kebingungan saat memikirkan benar dan tidaknya. Tidak Cuma itu, selain marah selama proses 10 menit tersebut mereka yang berbohong juga akan dilanda kegelisahan. Alasannya karena mereka takut bakal ketahuan berbohong. Jadinya saat berbohong mereka pun berusaha bersikap lebih baik agar tidak ketahuan. Tapi ada juga yang malah berusaha untuk menyalahkan orang lain dengan alasan dial ah yang membuatnya terpaksa berbohong.

Bohong itu Bisa Merusak Kesehatan

Bukan Cuma berpengaruh terhadap otak, berbohong juga tanpa sadar bakal berpengaruh pada kesehatan. Dari hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa mereka yang suka berbohong yang sampe setiap kali ngomong itu kayak udah gak ada benernya lama kelamaan berisiko mengalami banyak efek negatif terhadap tubuhnya. Mulai dari susah tidur, hipertensi, sakit kepala, sakit punggung, gelisah, depresi, mual, gangguan pencernaan, kram bahkan sampai mengalami penurunan jumlah sel darah putih.

Ya berbohong itu bukan Cuma buruk dari segi sosial kita tapi berbohong juga bakal memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan kita. Gak mau kan itu kejadian pada Anda? jangan keseringan bohongnya karena Anda bukan politikus bangsat yang pengen menang pemilu.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY