Sejak pertama kali dipasarkan rokok elektrik digadang-gadang bakal jadi solusi yang lebih sehat bagi kalangan yang sudah terjebak dengan kecanduan rokok. Klaim sana-sini tentang kelebihannya dibanding rokok tembakau pun akhirnya sukses membuat banyak orang jatuh hati.

Memang, kelihatannya sih jauh lebih sehat karena asap yang “dimain-mainkan” itu bukan asap hasil pembakaran tembakau dengan semua zat kimianya. Melainkan uap dari cairan khusus rokok elektrik, jadinya rokok elektrik pun dianggap “lebih aman” dibanding rokok tembakau.

Pengguna Rokok Elektrik Lebih Berisiko Stroke dan Penyakit Jantung oleh SegiEmpatSeperti yang sudah kejadian di Indonesia, hal tersebut pun disambut dengan sangat antusias oleh para pecandu rokok tembakau. Bahkan sempat jadi tren di kalangan anak-anak muda, yang katanya biar kelihatan macho. Tapi pertanyaannya tetap saja “benarkah rokok elektrik aman?”. Sebenarnya sih saya sudah jelaskan bahaya rokok elektrik, di artikel sebelumnya. Yang mana di salah satu poin yang saya jelaskan itu menyebut kalau rokok elektrik dapat merusak kesehatan jantung.

Nah, dari hasil penelitian terbaru yang dilansir dari boldsky.com ternyata dari fakta-fakta yang ditemukan oleh para pakar justru lebih mengejutkan. Mereka menyebut kalau pengguna rokok elektrik lebih berisiko stroke dan penyakit jantung.

Para pakar yang tergabung di Karolinska Institute, menemukan fakta kalau kandungan nikotin yang ada di rokok elektrik itu bisa membuat bagian arteri di pembuluh darah menegang. Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sejak pertama kali Anda menggunakan rokok elektrik, dan sejak itu bagian arteri di pembuluh darah pun mulai bermasalah. Cuma karena Anda masih tergolong pengguna baru atau newbie, efeknya itu belum bisa langsung terasa. Tapi setelah jadi pengguna tetap maka efeknya pun bakal bertambah buruk.

Hasil penelitian menulis, “Dalam 30 menit pertama setelah merokok elektrik yang mengandung nikotin, terjadi kekakuan arterial yang meningkat sekitar 3 kali akibat terpapar nikotin. Selain itu tekanan darah dan denyut jantung juga makin bertambah”.

Pengaruh tersebut pun membuat Magnus Lundback dan sejumlah peneliti lain mengatakan jika paparan kronis nikotin dari rokok elektrik dapat memicu efek pada kesehatan jantung. Bahkan sifatnya bukan hanya dapat terjadi dalam jangka panjang melainkan bisa bersifat permanen. Hal inilah yang membuat Anda jadi lebih berisiko terkena stroke dan penyakit jantung.

“Atas hasil penelitian ini maka kami bisa menduga bahwa paparan kronis nikotin dari rokok elektrik bisa menyebabkan efek buruk permanen pada kesehatan jantung dalam jangka panjang” jelas Magnus Lundback.

Nah, untuk Anda pengguna rokok elektrik sebaiknya Anda berpikir kembali untuk menggunakannya. Alih-alih yang katanya bakal lebih sehat, kalau sudah begini mah percuma juga kan?

1 COMMENT

LEAVE A REPLY