Tak perlu ditanya sebenarnya karena Anda sudah pasti tak pernah berpikir untuk memakan otak manusia, kecuali hewan seperti sapi atau kambing yang mana memang menjadi salah satu bagian organ yang ada disalah satu jenis makanan tradisional kita. Tapi itu untuk Anda yang normal, kalau yang boleh dibilang punya kelainan mungkin tidak.

Kalau dilihat dari beberapa kasus, makin kesini Anda pasti merasa makin ngeri karena jaman makin maju bukannya pikiran makin kedepan tapi malah makin tertinggal. Bahkan sampai menghilangkan nyawa dengan sadis demi menghilangkan jejak. Sebut saja sekaliber Sumanto atau Ryan si jagal dari Jombang.

Anda tentu tahu kasus mereka bukan? Nah, pernah gak sih Anda penasaran apa yang ada dipikiran mereka-mereka yang punya kelainan sehingga menjadi kanibal? Sampai apa yang tubuh mereka alami saat mengkonsumsi daging manusia.

Mungkin sih Anda bergidik ngeri sampai bulu kuduk udah kayak lagi clubbing. Ternyata belum lama ini video ilmu pengetahuan yang digarap oleh sutradara Pat Graziosi berjudul “What Happens if You Eat Human Brains” mengungkap bagaimana reaksi tubuh mereka para tukang jagal.

Seperti yang dilansir dari salah satu media ternama tanah air, disebutkan setiap 100 gram otak yang dimakan itu sama dengan mengkonsumsi 78 kalori, 10 gram lemak, 11 gram protein dan 1 gram karbohidrat. Terkesan menyehatkan ya? tapi jangan salah dalam video tersebut malah menyebut jika Anda memang harus takut terhadap risiko yang bisa terjadi pada tubuh meski itu sehat.

Menurut penjelasannya, menjadi pemakan daging manusia bahkan sampai memakan otak manusia itu bakal mengakibatkan gangguan neurologis. Yang dalam dunia medis disebut TSE atau ensefalopati spongiform transmissible, yang mana gangguan neurologis seperti ini termasuk jenis penyakit sapi gila. Sementara itu menurut National Institue of Neurogical Disorders and Stroke, gangguan neurologis yang dialami si kanibal tidak hanya TSE saja tapi mereka juga bisa terjangkit vCJD yaitu penyakit creutzfeldt-Jakob, yang mana penyakit tersebut merupakan gangguan saraf gedeneratif yang jarang dan tak dapat disembuhkan.

Umumnya gejala penyakit TSE itu dimulai dengan perubahan kepribadian lalu tanpa sadar penderitanya akan melakukan gerakan menyentak tanpa ia sengaja. Insomnia, kebingungan, sakit kepala parah, gangguan ingatan sampai merasakan sensasi yang tidak biasa akan muncul bagi penderita TSE. Selain itu efek samping lain yang bisa terjadi dari penyakit TSE ini adalah depresi, cara berjalan tidak stabil dan kehilangan koordinasi antar tubuh.

“Gejala umum TSE meliputi perubahan kepribadian, munculnya gerakan menyentak tanpa disengaja, sensasi yang tidak biasa, insomnia, kebingungan, sakit kepala parah, dan masalah ingatan,” kata Pat Graziosi.

Memang dengan semua kandungannya nyaris tidak ada penyakit yang berhubungan tapi kandungan yang ada di otak manusia itu bukan nutrisi yang baik untuk tubuh. Apalagi faktanya penyakit TSE sampai sekarang ini belum ada metode yang dapat menyembuhkannya.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY