Adam Fabumi Kamaludin membuat hati kita semua merasa sedih, dibalik pipi tembemnya yang bikin gemas ternyata dia harus berjuang dengan salah satu penyakit langka. Adam yang lahir 24 April 2017 di vonis mengidap penyakit trisomy 13, yang juga sekaligus menjadi penyebab medis yang membuat dia menghembuskan nafas terakhirnya pada 22 November 2017 baru-baru ini.

Sebagai manusia kita memang hanya bisa berusaha sekuat tenaga, tapi disaat Sang Empunya Hidup berkata kita hanya bisa pasrah. Mungkin Sang Khalik memang lebih sayang dengan Adam, karena itu ia tak ingin hidupnya dikotori dengan dosa-dosa yang kita lakukan sebagai manusia.

Dalam hati kita semua tentu prihatin dengan apa yang dialami oleh Ludi dan Ratih sekaligus kita pun bersedih atas kepergian Adam. Namun sebagai manusia selain tak boleh lupa dengan Sang Pencipta kita pun harus berusaha tak sekedar berdoa. Karena itu kita pun wajib mengenali penyakit trisomy 13 yang dialami Adam. Tanpa mengurangi belasungkawa pada orangtua Adam, saya ingin mengajak Anda semua untuk mengenali fakta-fakta penyakit trisomy 13, apa saja?

Trisomy 13 adalah sebuah kelainan genetik yang ternyata cukup sering teradi khususnya pada bayi yang baru lahir. Trisomy 13 atau yang juga sering disebut patau syndrome ini disebabkan karena hadirnya kromosom ke 13 yang mana kromosom ini tak memiliki pasangan akibat gagalnya persilangan antar kromosom.

Menurut hasil penelitian banyak pakar kesehatan dan berkaca pada sejumlah kasus yang sudah terjadi, bayi yang menderita trisomy 13 ini tak dapat bertahan lebih dari satu tahun. Bahkan fakta yang ditemukan dalam penelitian 9 dari 10 bayi yang mengalami kelainan trisomy 13 ini meninggal dunia. Kalaupun ada yang bertahan, maka faktanya si bayi bakal mengalami kecacatan. Entah itu cacat mental atau pun fisik berupa pertumbuhan tubuh yang tidak seimbang dari satu bagian tubuh dengan bagian lainnya, cacat pada wajah, jantung, ginjal dan lain sebagainya.

Sampai sekarang kelainan trisomy 13 ini belum dapat ditemukan metode penanganannya. Umumnya tim medis yang menangani penderita trisomy 13 hanya dapat membantu untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dialami oleh si pasien.

Sementara itu menurut dr. Klara Yulianti, SpA kelainan trisomy 13 ini sebenarnya sudah dapat terdeteksi sejak dalam kandungan. Untuk mendeteksinya tim medis dapat melakukan metode noninvasive prenatal testing dan juga dengan metode pemeriksaan air ketuban. Hanya saja metode pemeriksaan air ketuban tidak direkomendasikan karena berisiko tinggi pada janin dan Ibunya sendiri.

Menurut salah satu media kesehatan di tanah air, trisomy 13 ini juga berarti adanya kromosom ke 13 dari 12 kromosom yang normal pada semua sel yang mana kemunculan kromosom ke 13 ini menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada janin.

Selamat jalan adek Adam, kita semua percaya kamu jauh bahagia  di alam sana ketimbang di dunia. Meski kepergianmu meninggalkan luka.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY