Narkoba di Indonesia itu seperti jamur yang tumbuh di tanah lembab, kenapa? karena semakin sering diberantas bukannya berkurang malah tumbuh makin banyak. Bagi kita masyarakat awam yang mengerti kalau narkoba adalah zat berbahaya maka kita tentu tidak akan mengkonsumsinya, termasuk hanya untuk sekedar coba-coba. Ya kita kan bukan orang yang udah dibilang itu bahaya tapi masih dicoba juga.

Tapi jujur deh, pernahkah Anda berpikir “apa enaknya sih narkoba itu? gimana sih rasanya kalau dipake?”. Well, saya sih pernah kayak gitu tapi syukurnya gak sampe coba langsung. Kalau kata yang pake sih “enak banget” itu kayak bisa ngilangin beban. Ya iya lah namanya juga obat penenang.

Ambil contoh deh, dari kasus Ello yang kemaren terciduk karena kepemilikan ganja. Pasti ada yang penasaran juga kan gimana rasanya make ganja? Nih begini reaksi ganja saat masuk ke tubuh.

Begini Reaksi Ganja saat Masuk ke Tubuh oleh SegiEmpatSaat Ganja Masuk Ke Paru-Paru

Seperti yang kita tahu, ganja itu umumnya dipake seperti rokok. Yang dilinting dengan kertas lalu dibakar seperti rokok. Nah, saat asap hasil pembakarannya masuk ke tubuh, senyawa yang terkandung di dalamnya bernama THC alias delta 9 tetrahidrocabinol akan terlepas dan masuk aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak dan pencernaan.

Senyawa tersebut akan pertama kali hinggap di sistem saraf pusat. Hal inilah yang akan membuat para penggunanya merasa rileks karena senyawa tersebut memang memiliki efek menenangkan. Setelah dari situ, barulah perlahan senyawa THC akan masuk ke organ tubuh lebih dalam lagi. Saat senyawanya sudah masuk ke otak, THC akan membuat otak bereaksi untuk melepaskan hormon dopamin yang membuat penggunanya merasa senang. Dalam dosis yang lebih tinggi, senyawa THC juga akan membuat otak berhalusinasi. Kelihatannya enak banget ya? jangan senang dulu, jangan pikir masuknya senyawa THC tidak akan menyebabkan kerusakan. Karena selain membuat senang dan berhalusinasi, senyawa THC juga akan merusak kinerja dan fungsi otak seperti membuat otak lambat memproses informasi, susah mengingat, susah menerima informasi sampai membuat otak jadi lebih mudah stres. Inilah kenapa pengguna ganja juga bisa berbuat nekat seperti bunuh diri, apalagi kalau berhalusinasi lagi di syurga.

Tidak hanya pada otak, senyawa THC yang mulai menyebar sampai ke jantung juga akan membuat jantung bekerja lebih ekstra. Yang ditandai dengan meningkatnya denyut jantung dari 20 sampai 50 denyut per menit. Nah, kalau dilihat dari penyebab serangan jantung itu salah satunya karena jantung kelebihan beban. Seperti pada kasus ini, dimana anggaplah normalnya jantung itu berdetak 50 detakan permenit, dengan mengkonsumsi ganja maka jantung berdetak dua kali lipan. Ini berarti jantung sudah kelebihan beban dan tentu berisiko menyebabkan serangan jantung.

Saat senyawa THC dari ganja sudah masuk ke tubuh, bukan hanya otak dan jantung saja yang dipengaruhi. Tapi pernapasan dan pencernaan pun akan terkena efeknya, karena ganja pun memiliki senyawa beracun lainnya selain THC. Seperti ammonia dan hidrogen sianida. Kopi dicampur sianida saja mematikan apalagi kalau langsung masuk ke tubuh?

Nah, efeknya memang menyenangkan di awal tapi mengerikan di akhir. Ya itulah efek ganja saat masuk ke tubuh. Kata orang sih bermanfaat tapi apa benar sudah ada penelitiannya? Terus apakah penelitian itu emang dilakukan sama profesional? Dalam artian pakar kesehatan bukan mereka yang mendukung ganja untuk di legalkan.

LEAVE A REPLY