Tekanan Darah Tinggi yang Diakibatkan Oleh Kehamilan Oleh Hamil Segiempat

Kebanyakan orang mengasosiasikan berat badan yang naik dan morning sickness dengan kehamilan, tetapi Anda mungkin terkejut jika mengetahui bahwa kehamilan dapat menyebabkan hipertensi. Meskipun beberapa wanita telah memiliki tekanan darah tinggi pada saat mereka hamil, pregnancy-induced hypertension, atau PIH, mencermikan naiknya tekanan darah setelah 20 minggu kehamilan. Penyebab tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh kehamilan, menurut beberapa riset medis, belum diketahui seluruhnya, tetapi ada beberapa faktor resiko yang diasosiasikan dengan kondisi ini.

 

Faktor Resiko

Wanita yang memiliki ibu ataupun saudara perempuan yang mengalami tekanan darah tinggi saat masa hamil memiliki resiko besar mengalami PIH. Memiliki berat badan berlebih saat pembuahan, hamil pada umur diatas 35 ahun, atau hamil kembar memiliki hubungan dengan hipertensi selama masa hamil.

 

Pengobatan PIH Ringan

Jika suatu waktu Anda membutuhkan pengobatan untuk kondisi medis selama masa hamil, manfaat dari pengobatan harus seimbang dengan resiko efek samping, karena efek samping obat dapat mempengaruhi ibu dan juga janin. Untuk meminimalkan efek samping, para dokter pada umumnya tidak memberikan obat anti-hipertensi untuk wanita yang memiliki pregnancy-induced hypertension (PIH) ringan. Wanita dengan PIH ringan terkadang disarankan untuk menghindari olahrga berlebih, tetapi juga harus tetap aktif.

 

Pengobatan PIH Berat

Jika tekanan darah tinggi selama masa hamil berkembang dari tekanan darah tinggi rendah menjadi tekanan darah tinggi berat, para dokter merekomendasikan resep pengobatan dengan obat anti-hipertensi. Dianggap sebagai pregnancy-induced hypertension (PIH) berat jika tekanan darah sistolik mencapai angka 160 atau lebih besar, dan/atau tekanan darah diastolik mencapai angka 110 atau lebih besar. Obat-obatan seperti beta-blocker, hydralazine, atau obat-obatan calcium channel blocker dapat digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi berat pada ibu hamil. Jika masalah tekanan darah tinggi berat pada ibu hamil ini tidak ditangani, masalah tekanan darah tinggi saat masa hamil ini akan meningkatkan resiko stroke pada ibu dan juga dapat membatasi aliran darah ke janin. Jika pregnancy-induced hypertension (PIH) mengakibatkan perubahan pada fungsiĀ  ginjal, yang mengakibatkan adanya protein pada urin, atau proteinuria, si wanita hamil akan dianggap telah mengalami preeclampsia. Tanpa pengobatan sama sekali, tekanan darah tinggi saat masa hamil terkadang mengakibatkan preeclampsia menjadi eclampsia, yaitu kondisi berpotensi besar yang dapat mengancam jiwa sang ibu.


Loading...

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY