Bisa dipastikan setiap lagi Linkin Park kedepannya tidak lagi dihiasi dengan screaming Chester Bennington yang melegenda, pasalnya pada hari Kamis kemarin vokalis yang berusia 41 tahun tersebut meninggal dunia.

Ya, jumat dini hari atau kamis waktu setempat, Chester Bennington yang dikenal dengan screamingnya yang melegenda ditemukan meninggal dunia di Apartemennya, di Los Angeles. Yang paling mengejutkan dari kematiannya saat ditemukan oleh pihak kepolisian Chester dalam posisi gantung diri. Menurut pihak kepolisian yang dilansir dari TMZ, hasil investigasi yang dilakukan tidak ada tanda-tanda aneh yang ditemukan. Kematian Chester pun murni karena bunuh diri dengan menggantung dirinya.

vokalis-linkin-park-chester-bennington-tewas-gantung-diri-oleh-segiempatDari media internasional belakangan ini Chester memang mengalami gangguan psikis yang cukup membuatnya frustasi, ia mengalami ketergantungan minuman keras dan obat-obatan. Hal tersebut pun sama sekali tidak ditutup-tutupi, bahkan orang-orang sekitarnya termasuk istri dan anak-anaknya pun tahu betul apa yang dialami Chester. Tapi yang mengejutkan, Chester sendiri sebelumnya sempat mengatakan kalau sekarang ini ia berusaha untuk bangkit dari gangguan kejiwaan yang dia alami. Meski diakuinya ia masalah ketergantungannya pada alkohol dan obat-obatan sempat membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam sebuah wawancara mengenai album baru mereka One More Light. Chester yang juga merupakan pentolan Linkin Park mengatakan kalau album barunya tersebut membantunya keluar dari masa tergelap dalam hidupnya. Dimana di masa itu ia sempat berpikir ingin menyerah dan mati, tapi karena keinginannya yang kuat untuk orang-orang yang ia cintai maka ia memilih untuk berjuang.

“Bagi kami, One More Light sangat personal dan menjadi semacam obat. Kami mengalami banyak hal dalam kehidupan kami yang tidak bisa kami bagikan pada orang lain dan harus kami hadapi sendiri. Bagiku pribadi, ketika kami menggarap album ini pertama kali, aku keluar dari masa tergelapku.”

“Aku sampai di titik kehidupanku di mana aku merasa ‘aku bisa menyerah dan mati saja atau berjuang demi apa yang kuinginkan, dan aku memilih untuk berjuang. Aku ingin membina hubungan baik, ingin mencintai orang-orang dalam kehidupanku, ingin menikmati pekerjaanku, ingin menikmati peranku sebagai ayah dan memiliki teman” jelasnya.

Namun sepertinya perjuangan Chester terhadap gangguan yang ia alami tak benar-benar sampai membuatnya terlepas dari masalah dengan alkohol serta obat-obatan. Hal tersebut pun sepertinya membuat Chester memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri ketimbang merugikan orang-orang yang dia cinta. Well, R.I.P Chester.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY