Foto Pipik dan Anak oleh SegiEmpatJumat 20 Juni 2014 menjadi hari yang kelam bagi keluarga almarhum Ustadz Jeffry Al Buchori. Pasalnya, kediaman Uje yang terletak di Perumahan Bukit Emas, Jakarta Selatan mengalami musibah kebakaran, untungnya tidak ada korban jiwa. Musibah tersebut tentunya menjadi kisah yang cukup pahit bagi keluarga almarhum Uje, namun dibalik musibah kebakaran yang menimpa rumah Uje tetap ada hikmahnya. Tapi siapa sangka dibalik musibah tersebut, insiden kebakaran yang terjadi di kediaman Uje merupakan tindak kesengajaan.

Beberapa waktu yang lalu memang sempat beredar kabar jika insiden kebakaran di rumah Uje dikarenakan oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Setelah menerima semua keterangan dan juga berdasarkan bukti-bukti yang berhasil di kumpulkan pihak kepolisian pun meringkus seorang pelaku berinisial IV. Awalnya dari keterangan pelaku, pria berinisial IV tersebut yang sebenarnya adalah orang yang sedang belajar tentang agama Islam di kediaman Uje tersebut mengaku hanya mengambil uang senilai Rp4juta, namun setelah terus diselidiki IV pun mengaku jika dia adalah pelaku pembakaran rumah Uje. Bahkan sebenarnya IV mengaku hanyak berniat membakar rumah tanpa berniat mencuri sejumlah uang, tapi karena ada kesempatan ia pun akhirnya mengambil uang. Dalam pengakuannya pihak kepolisian juga menyatakan jika IV membakar rumah Uje dengan menggunakan korek api gas.

Motif pembakaran rumah Uje IV yang kini telah ditahan oleh pihak kepolisian diungkapkan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Wakyu Hadiningrat mengatakan bahwa perbuatan aksi pembakaran di picu karena sakit hati. Wahyu juga mengatakan jika atas perbuatannya IV yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka diancam dengan hukuman 12 tahun penjara setelah terbukti bersalah melanggar pasal 363 dan 187 KUHP.

Semengtara itu istri almarhum Uje Pipik Dian Irawati mengatakan jika ia sangat heran dengan motif pelaku. Pasalnya sejak dibantu mempelajari Islam, Pipik sama sekali tidak pernah menyusahkannya, bahkan setelah memeluk agama Islam Pipik juga tidak pernah mempermasalahkan IV sering datang kerumahnya terus menginap. Namun sejak itu Pipik juga mulai gelisah dengan kelakuan IV. Pasalnya sejak IV sering kerumah IV mulai mengajarkan anak-anaknya bermain kartu.

LEAVE A REPLY