5 Langkah Membebaskan Diri Dari Hubungan Yang Menyiksa Anda Secara Emosional

Jika Anda berada dalam hubungan yang membuat Anda sakit secara emosional akibat kata-kata kasar yang dilontarkan pasangan Anda, maka mungkin saat ini Anda sedang bergulat dengan keputusan untuk pergi atau bertahan. Bahkan mungkin pergulatan batin Anda ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Anda mungkin merasa tidak mungkin untuk pergi, tapi yakinlah bahwa Anda bisa meninggalkan pasangan Anda dan memiliki kehidupan untuk diri sendiri yang indah dan bebas dari kekerasan emosional.

Berikut ini adalah 5 langkah yang akan membantu Anda meninggalkan hubungan yang tidak sehat. Dalam melakukan kelima langkah ini, jangan terlalu memikirkan bagaimana perasaan pasangan Anda dan apa reaksinya. Dia tentu saja tidak mau kehilangan Anda. Sudah bertahun-tahun Anda menjadi sasaran kemarahannya, wajar saja dia tidak akan semudah itu melepaskan Anda. Tapi jika Anda memang benar-benar ingin bebas dan punya hidup yang lebih baik, Anda harus memberanikan diri melewati “tembok” yang mengungkung Anda. Yakinlah bahwa “tembok” itu tidak setinggi yang Anda takutkan.

Tidak ada hal yang tidak mungkin. Anda bisa melakukannya. Anda bisa membebaskan diri Anda dari hubungan yang menyiksa Anda. Lakukan saja 5 langkah berikut ini :

1. Berkomitmen untuk pergi


Buatlah komitmen yang kuat dan tidak dapat dibatalkan bahwa Anda akan mengakhiri hubungan dan Anda tidak akan menundanya lagi. Katakanlah kepada diri sendiri, “Sampai sekarang saya tidak bisa melihat jalan keluar dari rasa sakit ini, tetapi sekarang saya berkomitmen untuk meninggalkan hubungan ini.” Harap dicatat bahwa pada tahap ini, berhati-hatilah untuk tidak memberitahukan komitmen Anda kepada pasangan Anda. Anda belum siap untuk langkah yang ini. Langkah pertama ini jadikanlah rahasia Anda sendiri. Jika Anda memiliki teman dekat yang bisa Anda percaya 100% untuk menjaga rahasia, Anda dapat curhat tentang komitmen Anda dengan teman ini. Mintalah dukungan mereka untuk menjadi “mitra terpercaya” Anda yang yakin dan tahu bahwa Anda dapat melakukan ini, dan bahwa hal itu akan untuk kebaikan Anda. Jika Anda merasa curiga bahwa orang terdekat Anda sekalipun bisa malah membocorkan niat Anda kepada pasangan Anda, maka sebaiknya rahasiakan saja niat Anda.

2. Menyusun rencana

Susun rencana kepergian Anda secara mendetail. Misalnya, jika Anda sudah menikah, Anda harus memutuskan apakah Anda atau pasangan Anda yang akan meninggalkan rumah. Jika rumah yang Anda tempati merupakan milik bersama, berkonsultasilah dengan pengacara atau penasihat hukum yang dapat memberikan saran yang tepat tentang hak dan kewajiban Anda dai segi hukum dan keuangan. Jika Anda memiliki anak usia sekolah atau balita, tentu saja Anda akan perlu memikirkan tentang pemenuhan kebutuhan mereka dalam rencana Anda. Sekali lagi, sebaiknya Anda tidak memberitahu anak-anak Anda sebelum waktunya tentang hal ini. Jika Anda memberitahu mereka tentang niat Anda sebelum Anda mengatakannya kepada pasangan Anda, rahasia tersebut akan menjadi beban besar bagi anak-anak Anda.

3. Berlatih

Rencanakan apa yang akan Anda katakan kepada pasangan Anda ketika Anda memberitahu dia bahwa Anda ingin mengakhiri hubungan dan bahwa Anda akan pindah pada tanggal tertentu atau bahwa Anda mengharapkan pasangan Anda untuk pergi pada tanggal yang ditentukan. Latihan ini sangat penting karena emosi Anda pada saat mengatakannya mungkin membuat Anda kesulitan untuk mengungkapkan perasaan Anda dengan jelas. Belum lagi rasa tidak percaya diri yang mungkin malah hilang ketika Anda membutuhkannya. Jadi sering-seringlah berlatih.

4. Lakukan Rencana Anda!

Pilih tanggal tertentu dan katakan kepada pasangan Anda bahwa Anda ingin hubungan Anda “berakhir!” Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada langkah 1-3 karena itu berarti Anda melakukan penundaan dan tidak bertindak. Terus bergerak maju dan memohon kekuatan kepada Tuhan. Anda akan memiliki semua kekuatan yang Anda butuhkan untuk melakukan ini. Percaya pada diri sendiri. Mulailah dari langkah pertama dan Anda akan merasa langkah-langkah selanjutnya jauh lebih mudah. Tujuan Anda adalah untuk pergi dengan integritas dan harga diri. Biarkan kepergian Anda ini menjadi momen indah seperti kupu-kupu yang keluar dari kepompong dan terbang bebas.

5. Tetap tegas

Pasangan Anda mungkin akan protes dan mencoba untuk membujuk Anda untuk mempertahankan hubungan. Dia mungkin akan memberikan segala macam janji untuk mengubah perilaku, janji untuk lebih mencintai, berencana untuk berlibur ke tempat yang Anda impikan, dan sebagainya. Anda mungkin tiba-tiba merasa ragu – dan memang inilah tujuan pasangan Anda. Buatlah catatan harian dan tuliskan semua fakta-fakta yang Anda jalani dan rasakan saat hidup bersamanya. Tuliskan tentang rasa sakit, gangguan emosional dan kebingungan Anda. Dengan demikian, ketika pasangan Anda mengatakan bahwa Anda terlalu mendramatisir keadaan atau bahkan bersikap kekanak-kanakan, Anda akan tahu dalam hati Anda bahwa Anda membuat keputusan yang tepat untuk diri sendiri. Dan Anda akan dapat mengatakan dengan tenang dan tegas: “Saya sudah memutuskan untuk pergi. Apapun yang kamu katakan atau lakukan tidak akan mengubah keputusan saya. Keputusan saya sudah final…”

Bahkan setelah Anda secara fisik benar-benar sudah meninggalkan pasangan Anda, mantan pasangan Anda mungkin akan mencoba untuk menelpon dan mengajak Anda bertemu. Ia mungkin mencoba untuk memancing Anda untuk membahas sesuatu selain hubungan, misalnya tentang anak-anak atau teknis pembagian beberapa barang milik bersama. Yakinlah bahwa ini hanyalah umpan untuk mendapatkan Anda kembali. Jangan mau terpancing dalam percakapan panjang. Jika Anda perlu berbicara dengan mantan pasangan Anda tentang sesuatu yang penting seperti anak-anak, jaga percakapan dan interaksi agar tetap singkat dan to the point. Pelajari cara untuk mengatakan dengan sopan, “aku harus pergi sekarang,” dan kemudian menutup telepon atau masuk ke mobil Anda dan pergi. Tetaplah teguh dalam mempertahankan keputusan Anda untuk mengakhiri hubungan yang penuh kekerasan dan komitmen Anda untuk kehidupan yang lebih baik untuk diri sendiri. Tetaplah fokus pada tujuan Anda. Dengan prakteklatihan, bersikap teguh pada pendirian Anda dengan cepat akan menjadi kebiasaan baru yang dapat digunakan dalam semua bidang kehidupan Anda.

Sekarang Anda sudah tahu 5 langkah yang harus Anda lakukan untuk meninggalkan hubungan yang penuh kekerasan secara emosional, jangan biarkan informasi ini hanya menjadi sesuatu yang sekedar dibaca. Jika Anda tidak melakukan kelima langkah ini dan tidak benar-benar meninggalkan hubungan itu, Anda akan tetap terjebak dalam kondisi yang sama seperti sekarang. Anda bisa melakukan hal ini. Mulailah dengan langkah pertama, saat ini juga. Lalu lanjutkan ke langkah-langkah lain. Semoga sukses!

@PriskaYan
@PriskaYan
Freelance writer, event organizer, animal lover and K-Pop freak.

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

Katanya Dia Tidak Cinta Saya Lagi. Apa Yang Harus Saya Lakukan?

“Apa yang harus saya lakukan saat si dia mengatakan sudah tak cinta lagi?” Apakah pacar Anda baru-baru ini mengatakan...

Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Mantan Saya Berkencan Dengan Orang Lain?

Kehilangan seseorang yang kita anggap penting bisa menjadi salah satu pengalaman hidup yang paling sulit untuk dilalui....

Cara Menaklukkan Wanita Super

Soal memilih wanita, memang kita semua tentu punya pilihan yang berbeda-beda dan itu tergantung selera atau kriteria yang kita idamkan. Tapi sekarang...