Riset: 58 % Wanita Menjadi Korban Pria Pemberi Harapan Palsu

Kedekatan yang terjalin bersama seorang pria tentu bukan menjadi hal yang terlarang untuk dilakukan oleh wanita. Wanita tentunya berhak untuk menjalin kedekatan dengan seorang pria selama ia memberikan respon pada pria yang dekat dengannya tersebut dan demikian pula sebaliknya. Hal tersebut bertujuan agar masing-masing pasangan memastikan diri mereka tidak berhubungan dengan seseorang yang hanya akan menebar janji palsu ataupun menebar harapan palsu terhadap orang yang ‘dekat’ dengannya tersebut.

Ketika seorang pria memperkenalkan dirinya kemudian saling bertukar pin Blackberry dan saling chat pada media tersebut tentunya menjadi suatu hal yang sah-sah saja. Namun ketika pria tersebut mulai berani untuk menggoda Anda dengan serangkaian kata mesra, namun segala godaan yang disampaikannya kepada Anda tersebut tidak dibuktikan olehnya tentu Anda sebagai wanita yang cerdas harus waspada terhadap pria tersebut. Hal tersebut tentunya menunjukkan bahwa pria tersebut adalah golongan pria yang tidak dapat berkomitmen. Ketika seorang pria tidak dapat berkomitmen dalam hubungan asamra mereka meskipun telah tercipta kedekatan dengan seorang wanita, maka kemungkinan besar bahwa pria tersebut tergolong ke dalam pria yang memiliki karakter pemberi harapan palsu atau yang lebih dikenal dengan istilah PHP.

Ketika Anda berada pada kondisi ini, dimana Anda telah menjalin kedekatan dengan seorang pria yang memberikan perhatian lebih kepada Anda, tentu Anda akan menyikapi hal tersebut sebagai suatu hal positif untuk dijadikan tanda bahwa si dia ingin menjalin hubungan asmara dengan Anda atas respon yang ia tunjukkan. Anda tentunya kemudian menunggu agar si dia mengungkapkan perasaannya terhadap kedekatan yang terjalin selama ini dengan Anda. Namun ketika hal tersebut tak kunjung datang dan ketika dalam komunikasi antara Anda dengannya, terselip kata darinya dengan mengucapkan ‘kamu memang sahabat yang paling mengerti aku’, maka sudah saatnya Anda untuk mengambil langkah tegas dan menjauh dari pria tersebut. Hal demikian sudah menggambarkan secara jelas bahwa Anda telah terperangkap oleh seorang pria yang tergolong pemberi harapan palsu yang tentunya hanya akan menyita waktu Anda yang berharga itu.

Info ter-update pada berbagai jejaring sosial saat ini khususnya pada jejaring sosial facebook dan twitter yaitu islah PHP yang tentunya memiliki kepanjang ‘pemberi harapan palsu’. Hal tersebut kemudian menjadi perhatian oleh salah satu situs asmara, yang kemudian melakukan riset untuk mengetahui seberapa banyak jumlah wanita yang telah menjadi korban dari seorang pria yang tergolong ke dalam karakter pemberi harapan palsu.

Berdasarkan hal tersebut, maka hasil riset pun menunjukkan bahwa dari 167 responden yang kesemuanya diikuti oleh kaum wanita itu, ditemukan bahwa terdapat 58% wanita yang memberikan pengakuannya pernah menjadi korban dari seorang pria yang tidak serius dengan mereka. Tentu pria tersebut masuk kedalam golongan pria penebar janji palsu ataupun pemberi harapan palsu. Salah seorang responden pun yang bernama Lisa (nama samaran) memberikan pengakuannya bahwa ia “Pernah di PHP. Rasanya nggak enak banget. Nyesek,” ujarnya.Selain itu adapun korban lain yang pernah menjadi korban pria yang tergolong pemberi harapan palsu yang bernama Putri (nama samaran) yang kemudian memberikan pengakuannya bahwa ia “pernah jadi korban. Sebal banget,” ujar Lisa.

Ketika Anda membayangkan terlebih pernah mengalami hal tersebut, tentu Anda akan merasa sangat jengkel dan kesal terhadap pria tersebut. Hal tersebut menjadi ekspresi yang umum yang ditunjukkan oleh korban pria pemberi harapan palsu oleh karena pada kebanyakan dari wanita tersebut, mereka sudah digantung dan diberikan harapan oleh pria tersebut dalam waktu yang tidak sedikit bahkan hingga bertahun-tahun yang tentu pada akhirnya harapan mereka tidak terwujud seperti yang mereka inginkan. Kedekatan yang terjalin antara korban dengan pria pemberi harapan palsu tersebut, tidak mendapatkan penegasan dan kepastian dalam suatu hubungan yang jelas. Hal tersebut tentu dikarenakan karena pria tersebut tak kunjung menyatakan perasaannya pada 58% persen wanita yang telah menjadi korban pria pemberi harapan palsu tersebut.

Namun, terdapat pula hal yang berbeda sebagaimana yang dirasakan oleh 42% wanita yang pernah menjadi korban dari pria yang ternyata masuk dalam golongan pemberi harapan palsu yang merasa senang dan bersyukur karena mereka tidak pernah menjumpai terlebih mengalami hal tersebut. “Alhamdulillah nggak pernah :),” ujar Fina (nama samaran). Gita (nama samaran)juga memberikan pengakuan yang relatif sama yang pada intinya mengeaskan bahwa ia tidak pernah menjadi korban oleh pria pemberi harapan palsu dan tentunya tidak memiliki keinginan untuk menjadi pelaku pemberi harapan palsu. Hal demikian disampaikannya, oleh karena secara logika pria dapat melakukan hal demikian, sama halnya juga dengan wanita. Wanita pun dimungkinkan menjadi pelaku pemeri harapan palsu sehingga ia masuk ke dalam golongan wanita pemberi harapan palsu. “Nggak pernah, dan nggaa ada yang mau ku php’in,” tutup Gita.

@RitaManggulu
@RitaManggulu
Cewek sederhana dengan 3 hobi: menulis, masak dan main bareng Lil' Tomi. Semua tulisan ini adalah bukti bahwa keinginan tulus berbagi tidak dapat dipatahkan oleh keterbatasan jarak maupun waktu. XoXo

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

4 Pertanyaan Besar Terhadap Asmara Anda

Dalam sesuatu hubungan yang Anda jalani dengan kekasih, Anda tentunya sudah mengalami berbagai bentuk ujian dan cobaan. Cobaan ataupun ujian sendiri kadang...

5 Sikap Terbaik Saat Bertemu Sang Mantan

Hubungan asmara yang kandas, jangan sampai membuat Anda menjadi sempit berfikir. Mengambil hikmah dan menjadi pribadi yang tidak pendendam dapat membuat Anda...

Beberapa Momen Memalukan Saat ‘First Date’

Suatu hubungan asmara tentunya terlebih dahulu diawali dengan tahap pendekatan. Hal ini tentunya bertujuan agar masing-masing bisa lebih saling mengenal karakter dan...