Mengapa Berlian Dipilih Sebagai Permata Cincin Pernikahan?

Jomblo, kenalan, PDKT, pacaran lalu menikah. Hal itu merupakan sebuah siklus yang alami dalam kehidupan. Yang mana semua orang pun termasuk Anda akan mengalaminya.

Tentunya setelah Anda memiliki kekasih Anda pasti berharap agar percintaan Anda tidak hanya sekedar hubungan sementara bukan? tapi yang Anda inginkan adalah hubungan percintaan Anda berlanjut ke pelaminan.

Untuk membawa hubungan ke jenjang seperti itu tentu ada banyak hal yang mesti dipersiapkan. Tidak hanya secara mental saja tapi secara finansial pun Anda harus siap. Ya bukan apa-apa biaya nikah memang terjangkau tapi gengsinya itu lho. Yang karena sarjana atau karena PNS nikahnya wajib di gedung mewah, dengan busana mahal, katering makanan kelas atas sampai cincin pun harus berlian.

Nah, apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa berlian dipilih untuk cincin pertunangan atau pernikahan? Dari mana ide itu berasal? Mengapa berlian dianggap sebagai simbol utama cinta dan pemujaan? kenapa berliannya harus ada?

Selama berabad-abad, berlian telah dikenal luas sebagai simbol universal cinta abadi dan komitmen. Hal ini terutama karena fakta bahwa berlian yang indah, kuat, dan tahan lama, sangat mirip dengan tradisi pernikahan yang langgeng.

Diyakini bahwa tradisi memberikan sebuah cincin pertunangan dengan batu berlian berlangsung sejak tahun 1477. Pada tahun inilah Archduke Maximillian dari Austria memberikan cincin berlian untuk Maria dari Burgundy.

Setelah peristiwa tersebut, memberikan cincin pertunangan dengan berlian menjadi tren luas di kalangan orang kaya dan terkenal. Di seluruh dunia, orang-orang kelas atas mulai mengikuti dan memberikan cincin berlian yang gemerlap untuk orang yang mereka cintai.

Saat ini, sebagian besar pasangan yang berencana untuk menikah memilih berlian untuk cincin pertunangan mereka. Dengan kilau, kelangkaan, dan kekuatannya yang tidak bisa ditandingi oleh batu permata lainnya, berlian dianggap sebagai raja permata. Berkat kesan keabadian dan stabilitas yang dilambangkannya, permata ini sering dipilih untuk melambangkan cinta abadi.

Dalam bahasa Inggris, berlian disebut sebagai diamond. Kata “diamond” sendiri berasal dari kata Adamas – kata Yunani kuno yang berarti “tidak bisa dipecahkan.” Bahkan, orang-orang Yunani kuno meyakini kilau permata yang unik ini sebagai cinta yang universal. Sejak dahulu kala, berlian yang gemerlap terus menjadi simbol cinta abadi.

Tahukah Anda bahwa dari setiap 250 ton bijih berlian, hanya 0,2 gram berlian murni yang bisa diperoleh? Dan yang lebih mengejutkan lagi, hanya 20% dari berlian murni yang cocok untuk diaplikasikan pada perhiasan. Kelangkaan ini adalah alasan lain mengapa berlian tetap memiliki pesona misterius.

Berlian adalah permata yang indah, abadi dan langka. Tidak ada permata lain yang lebih baik untuk dijadikan hadiah sekali dalam seumur hidup Anda.

Well, seperti itulah alasannya kenapa berlian selalu identik dengan cincin pernikahan. Tidak salah jika Anda ingin mengaplikasikannya di momen spesial Anda. Cuma kalau memang cicilan masih banyak mungkin memang sebaiknya biasa-biasa aja, jangan cuma karena gengsi Anda jadi memaksakan hal yang diluar kemampuan Anda.

@PriskaYan
@PriskaYan
Freelance writer, event organizer, animal lover and K-Pop freak.

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

4 Pertanyaan Besar Terhadap Asmara Anda

Dalam sesuatu hubungan yang Anda jalani dengan kekasih, Anda tentunya sudah mengalami berbagai bentuk ujian dan cobaan. Cobaan ataupun ujian sendiri kadang kala bisa...

5 Sikap Terbaik Saat Bertemu Sang Mantan

Hubungan asmara yang kandas, jangan sampai membuat Anda menjadi sempit berfikir. Mengambil hikmah dan menjadi pribadi yang tidak pendendam dapat membuat Anda bisa menikmati...

Beberapa Momen Memalukan Saat ‘First Date’

Suatu hubungan asmara tentunya terlebih dahulu diawali dengan tahap pendekatan. Hal ini tentunya bertujuan agar masing-masing bisa lebih saling mengenal karakter dan kepribadian satu...