Curhat Di Social Network? Efektifkah?

Dewasa ini, social network ibarat makanan pokok layaknya nasi. Hampir semua aktifitas dalam waktu sehari kita publish lewat akun media sosial. Tak jarang pula kita menggunakannya untuk berkomunikasi dengan teman lama ataupun teman baru yang tak disengaja ditemukan di sini. Ada pula sebagian orang yang menggunakan social network sebagai lapangan pekerjaan. Mulai dari berbisnis online, mempromosikan dagangan, hingga bertransaksi dengan konsumen.

Cuma dari fenomena yang sudah banyak kejadian, sosial networking itu malah dimanfaatkan sebagian orang untuk melampiaskan emosi dan mencurahkan isi hatinya melalui social network. Dan hal itu tak jarang memicu suatu kesalahpahaman ataupun membuka aib yang seharusnya disimpan. Pastinya sih salah satu pelakunya ada yang lagi baca artikel ini hehe.

Curhat di sosmed, ada yang bilang kalau hal seperti itu biasa saja, ada juga yang bilang wajar sampai ada yang bilang ke saya kalau “ya itu sih urusannya dia, toh yang punya sosmed dia terus dia juga curhatnya di sosmed punya dia bukan punya orang lain”.

Curhat-Di-Social-Network-oleh-SegiEmpat

Well, memang semua itu benar tidak salah karena mencurahkan isi hati atau melampiaskan emosi di sosmed itu lebih baik ketimbang melampiaskannya di dunia nyata (yang salah saya deh! Cewek memang selalu benar, lho kok? Hehe). Karena kalau di dunia nyata belum tentu ada yang mau dengerin curhat kita (lho kok saya yang jadi curhat di sini?).

Ya intinya curhat di sosmed itu ya wajar-wajar saja memang, cuma pertanyaannya efektif kah hal itu dilakukan? Efektifkah kalau kita curhatnya di sosial media?

Menurut seorang psikolog, faktanya yang curhat itu bukan hanya kaum hawa yang sering melakukannya. Namun kaum pria pun sudah banyak yang melakukannya. Mulai dari urusan percintaan, masalah pekerjaan, dan hal-hal lainnya tak malu di-share di jejaring sosial. Sayangnya, banyak orang yang tak menyadari mengekspresikan bad mood di akun jejaring sosial justru bukanlah tindakan yang bijaksana. Jejaring sosial dianggap menjadi cara terbaik bagi seseorang untuk mendapatkan perhatian. “Saat seseorang ngetweet ekspresi bad mood di Twitter, mereka sebenarnya menginginkan adanya pertolongan dari orang lain mengenai apa yang mereka rasakan,” tambah Psikolog Dr. Rose Mini A.P., M.Psi.

Statement di atas, harusnya menjadi cambuk bagi kita agar kita lebih dewasa untuk mengikuti perkembangan teknologi dan dapat sebijak mungkin menggunakannya dengan hal-hal yang positif. “Belum tentu tweet yang kita tulis akan di-reply dengan apa yang kita harapkan. Justru ujung-ujungnya malah tweetwar, tidak ada pertolongan dan menjadi lebih galau,” jelas Rose Mini. Lebih lanjut Rose Mini menjelaskan bahwa suasana hati seseorang akan berpengaruh pada kognitif. Sehingga perlu ditegaskan bahwa bad mood itu harus dilawan, seperti menguatkan pemikiran positif. “Orang yang bad mood tidak dapat bekerja secara optimal karena pemikirannya jelek terus, auranya tidak bagus. Energinya juga mudah habis, sehingga merasa lebih mudah lelah,” ungkapnya.

Hal negatif lain yang fatal adalah akan membuat teman-teman kita tidak nyaman dan menjauh. Tim peneliti dari Universitas Waterloo Kanada dalam penelitiannya menanyai responden yaitu para mahasiswa tentang salah satu akun jejaring social. Dan dari hasil penelitian yang dimuat di jurnal Psychological Science itu mengungkapkan bahwa orang yang tidak bangga dengan diri sendiri lebih sering membuat status negatif sehingga kurang disukai. “Orang seperti itu akan merasa aman jika menyampaikan hal-hal pribadi di Facebook, tapi sebenarnya hal itu tidak menolong mereka,” kata peneliti Amanda Forest.

“Jika orang punya reaksi negatif terhadap suatu status di Facebook, mereka cenderung tidak akan mengungkapkannya. Masalahnya, si pembuat status sebagian besar tidak tahu kalau mereka tidak disukai.” (Republika).*

Ada sedikit tips nih untuk Anda yang terkadang dihinggapi rasa “galau” dan tidak memiliki jalan lain untuk mencurahkan isi hati hingga akhirnya memilih untuk “curhat di akun social network”:

  • Alihkan rasa bad mood itu pada hobi yang Anda sukai.
  • Jangan pernah malu bercerita dengan sahabat Anda. Mungkin hal itu terlihat kurang macho tapi sadarlah bahwa kaum pria juga membutuhkan ruang untuk menuangkan perasaannya pada orang-orang yang dia percayai.
  • Jika sahabat pun tidak mampu menyelesaikan masalah, maka ceritakan hal itu pada Tuhan. Karena Tuhan tidak akan pernah lelah mendengarkan cerita Anda.
  • Selalu berpikir positif. Dengan membiasakan diri berpikir positif, pasti rasa optimis dan tak mudah menyerah akan selalu menyelimuti diri Anda.
@AqilAkbar
@AqilAkbar
Pemuda introvert sederhana yang menjadikan tulisan sebagai ekspersi seni sekaligus pekerjaan. Stay motivated and stay positive.

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

6 Kelebihan Memiliki Kekasih yang Pemalu

Pada kebanyakan wanita, akan menjadi cenderung menjalin hubungan asmara dengan seorang pria yang memiliki karakter yang serius ketika ia sudah pernah menjalani...

Obat Yang Dapat Memadamkan Gairah Bercinta Anda

Ada beberapa jenis obat yang didapatkan dari resep dapat memadamkan gairah Anda untuk melakukan hubungan seks. Jadi, jika Anda mengalami masalah dalam...

8 Tips Menciptakan Zona Nyaman Ketika Pria Melakukan PDKT

Kembali dengan hubungan asmara, tentunya menjadi hal yang  dapat memberikan berbagai manfaat dalam menjalani hubungan Anda dengan si dia. 'Cinta kadang kala...