Hubungan asmara tentunya akan sangat rentan dengan konflik, dimana masing-masing pasangan cenderung akan menunjukkan ekspresi marah ketika mereka sedang bersamalah. Tidak terkontrolnya sikap marah yang ditunjukkan pada masing-masing pasangan tentu tidak menutup kemungkinan dapat menjadi suatu kondisi yang membuat hubungan asmara seseorang berakhir. Ekspresi yang marah pasca putus dengan kekasih merupakan suatu hal yang wajar yang ditunjukkan oleh salah satu pasangan, terlebih kaum wanita. Wanita yang menunjukkan sikap marahnya tersebut pasca putus dengan sang kekasih sudah menjadi hal yang umum akan tunjukkan olehnya. Salah satu sikap emosional yang ingin membuat mantan menyesal telah putus dengannya Ketika Anda berada pada kondisi ini, menunjukkan sikap marah pada sang mantan tentunya akan membawa keuntungan dan kerugian yang kedua-duanya dapat dimungkinkan terjadi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda dapat mengetahui keuntungan dan kerugian saat Anda menunjukkan ekspresi ataupun sikap marah pada sang mantan pasca hubungan asmara Anda berakhir dengannya, sebagaimana yang dikutip dari Your Tango antara lain :

1. Mendapat Perhatian Dari Sahabat

Putus cinta tentu akan menjadi kondisi sulit yang akan Anda alami oleh karena Anda akan diliputi dengan amarah bercampur dengan rasa sedih. Oleh karena itu, keberadaan sahabat untuk saling berbagi cerita sedih Anda padanya menjadi suatu hal yang sangat Anda butuhkankan guna agar dapat membuat Anda menjadi lebih tenang. Mengekspresikan sikap marah pada mantan di depan sahabat tentu akan membantu Anda agar lebih tegar dalam melawan rasa sedih yang sebenarnya Anda rasakan saat ini. Sehingga, dengan begitu selain Anda akan terliat kuat di mata sahabat, mereka pun dapat memberikan Anda solusi dengan perasaan yang Anda rasakan. Tidak hanya itu, mereka pun akan selalu memberikan perhatiannya pada Anda untuk membuat Anda menjadi lebih tenang dan lebih bersemangat pasca putus dengan sang mantan.

2. Membuat Sang Mantan Menyesal

Ketika hubungan asmara Anda berakhir dengan sang mantan, maka Anda pun tentunya harus menunjukkan pada si dia bahwa Anda baik-baik saja ketika ia menghubungi Anda. Anda tentunya dapat melampiaskan kemarahan Anda dengan memarahinya saat Anda saat sang mantan menghubungi Anda. Sikap marah yang Anda tunjukkan padanya dapat membuat sang mantan menjadi menyesal dengan keputusan yang telah di ambil olehnya. Tentu hal tersebut bertujuan untuk memberikan penghukuman pada sang mantan atas keputusan buruk yang diambil olehnya. Namun, Anda tentunya harus memahami, jangan sampai kemarahan Anda tersebut, Anda pendam sehingga justru hanya akan membuat Anda menjadi tidak mampu move on darinya. Tapi hati-hati mungkin saja sikap seperti ini akan mendorong Anda untuk menghubungi mantan.

3. Menjadikan Kemarahan Kemarahan Sebagai Motivasi

Ekspersi emosi tentu cenderung akan membuat Anda marah, terlebih pada kondisi hubungan asmara Anda berakhir bersama sang kekasih. Menunjukkan sikap demikian pada sang mantan tentunya dapat Anda maknai sebagai suatu motivasi yang dapat membawa Anda menjadi lebih baik nantinya. Kemarahan tentunya akan membutuhkan energi, namun energi yang telah Anda keluarkan tentunya dapat Anda pahami sebagai suatu hal yang positif bagi mental Anda kedepannya. Anda dapat menunjukkan hal positif itu dengan pekerjaan, jabatan tentu akan mengindentikkan Anda berada dalam kondisi yang sukses. Sehingga nantinya ketika sang mantan melihat Anda dengan postif, tentu ia pun akan sudah merasa rugi telah memutuskan Anda.

 

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY