3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Jatuh Cinta Dengan Atasan

Mengalami jatuh cinta kadang kala tidak mengenal kata hambatan. Jatuh cinta dengan seseorang merupakan hal yang sangat wajar dialami oleh manusia. Namun, apa jadinya ketika Anda mengalami jatu cinta pada mereka yang beraktifitas bersama Anda terlebih si dia adalah atasan Anda ditempat Anda bekerja? Hal tersebut tentunya akan menggiring Anda kedalam suatu dilema yang serius. Jatuh cinta dengan atasan di kantor yang masih berstatus single that’s is not problem. Namun, parahnya apabila ketika Anda jatuh cinta dengan atasan Anda dikantor yang notabene si dia sudah memiliki istri dan anak.

Mengalami jatuh cinta dengan atasan yang telah berkeluarga, sebisa mungkin Anda harus bisa menghindari hal tersebut. Adanya respon dari atasan ketika Anda menunjukkan sikap suka dengannya tentunya akan menjadi suatu yang harus cerdas dalam menyikapinya. Pada beberapa kasus, seorang wanita yang jatuh cinta dengan atasannya di kantor yang telah berkeluarga, memilih resign dari tempat ia kerja.

Mengalami jatu cinta dengan atasan yang sama sekali belum berkeluarga merupakan suatu kesempatan yang sangat bagus bagi Anda, terlebih apabila atasan yang Anda taksir juga memberikan respon yang baik terhadap Anda. Hal ini tentunya memperlebar ruang gerak Anda untuk bisa melakukan pendekatan dengannya. Sebenarnya, membina suatu hubungan asmara dengan mereka yang memiliki lingkungan pekerjaan yang serupa dengan Anda merupakan suatu hal yang cukup rumit dan sulit untuk dijalani nantinya jika dibandingkan dengan menjalani suatu hubungan asmara dengan orang lain yang tidak berada dalam lingkungan kerja Anda. “Yang namanya pacaran sama atasan dan jarak jauh sama ribetnya,” tukas Zoya Amirin, seorang psikolog seksual di Indonesia.

Zoya pun menambakan “bahwa terdapat beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan saat mencintai atasan di kantor. Pertama, Saya bener-bener suka banget nggak sama ini orang? Kalau sampai (serius suka), akhirnya kejadian apa enggak?”

Kedua, tanyakan kepada diri sendiri, “seberapa besar rasa suka saya sehingga pantas untuk diperjuangkan? Dengan kata lain, perlukah sampai diungkapkan ke atasan? Karena perjalanannya ke depan akan sangat panjang dan berliku. Kalau memang itu worth it dan dijalani bisa membuat bahagia, oke jalanin,” tegas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Ketiga, “setelah dijalani, siapkah Anda dengan kondisi mental yang kemungkinan menjadi labil karena harus menyeimbangkan antara ritme asmara di kantor dan di luar kantor? Karena menurut Zoya, menjalin asmara dengan atasan tidak akan pernah mudah”. “Ini dekat tapi kondisi emosi suka bisa nggak teratur. Siap nggak kita akan hal-hal itu?” tutur presenter acara sexophone ini. “Pokoknya jangan pacaran sama atasan kalau nggak benar-benar cinta. Kalau cuma naksir aja jangan. Ribet”, tutupnya.

Avatar
Ardiansyah Arafah
Penggebuk drummer yang juga hobi menuangkan isi pikirannya dalam bentuk tulisan. Kebanyakan tulisannya berbentuk tips dan trik percintaan yang tampaknya diangkat dari pengalaman pribadinya saat sering menjadi sasaran timpuk penonton waktu manggung (heh?)

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

4 Pertanyaan Besar Terhadap Asmara Anda

Dalam sesuatu hubungan yang Anda jalani dengan kekasih, Anda tentunya sudah mengalami berbagai bentuk ujian dan cobaan. Cobaan ataupun ujian sendiri kadang kala bisa...

5 Sikap Terbaik Saat Bertemu Sang Mantan

Hubungan asmara yang kandas, jangan sampai membuat Anda menjadi sempit berfikir. Mengambil hikmah dan menjadi pribadi yang tidak pendendam dapat membuat Anda bisa menikmati...

Beberapa Momen Memalukan Saat ‘First Date’

Suatu hubungan asmara tentunya terlebih dahulu diawali dengan tahap pendekatan. Hal ini tentunya bertujuan agar masing-masing bisa lebih saling mengenal karakter dan kepribadian satu...