" Terbang menuju dekade pertama,
tetap kuat tetap menjulang"

" Terbang menuju dekade pertama, tetap kuat tetap menjulang"

3 Hal Hingga Orang Tua Menjadi Posesif dan Tidak Merestui

Memberikan yang terbaik bagi sang buah hati tentu akan menjadi keinginan setiap keluarga terlebih orang tua terhadap anak mereka. Bersikap egois ataupun posesif cenderung menjadi ciri dan karakter ataupun sikap yang ditunjukkan orang tua pada sang buah hati. Atau terhadap mantan bersikap posesif pada Anda. Sehingga alasan demikian cenderung pula membuat sebagian besar anak meresa tak nyaman bahkan memilih untuk berkonflik dengan orang tua mereka sendiri. Mempermasalahkan berbagai hal sederhana hingga mempermasalahkan hubungan mereka dengan seseorang yang dekat dengannya. Ketika Anda berada pada kondisi ini, kedekatan yang kemudian diketahui oleh orang tua Anda pun, cenderung membuatnya lebih posesif pada Anda. Sikap yang ditunjukkan oleh orang tua tersebut tentunya dikarenakan mereka mempunyai alasan tersendri sehingga menunjukkan sikap demikian. Tentu alasan utama sehingga orang tua pada umumnya sehingga menunjukkan sikap tidak respon ataupun tidak memberikan restu ketika sang buah hati menjalin kedekatan dengan seseorang ole karena hubungan asmara yang terjalin antara sang buah hati dengan seseorang tersebut harus membuat mereka tidak hanya fokus pada segala hal yang ada dalam keluarga melainkan mereka harus menjadi fokus untuk menjaga anak mereka. Hal demikian tentu pula menjadi suatu hal pasti yang sebenarnya dirasakan oleh orang tua Anda ketika Anda menjalin kedekatan dengan seorang pria.

Oleh karena itu, ketika orang tua menunjukkan sikap demikian di atas maka sebaiknya Anda dapat memahami segala hal yang menjadi alasan mereka sehingga mengapa mereka menunjukkan sikap yang cenderung egois dan posesif terhadap Anda dan tentunya membuat mereka tidak memberikan restunya terhadap hubungan asmara yang Anda jalin bersama kekasih.

Menurut Kasandra Purwanto yang merupakan salah seorang Psikolog Forensik dan Klinis pun mengutarakan tiga hal yang menjadi alasan sebagian besar orang tua dalam menyikapi kedekatan sang buah hati mereka dengan seseorang dalam suatu hubungan asmara yaitu berasalan dari kehendak orang tua sendiri, kepribadian buah hati, ataupun rasa cemas dan khawatir yang berlebih terhadap sang buah hati. Kasandra pun mengemukakan bahwa, “Jadi pertama faktor pribadi, dua anak, tiga tingkat kecemasan,” ujarnya. Adapun tpenjabaran dari tiga hal yan dimaksud antara lain :

1. Karakter Orangtua

Sikap ototriter yang ditunjukkan oleh orang tua tehadap anaknya tentu mereka memiliki pemahaman bahwa sang buah hati yang merupakan darah daging mereka sehingga anak merupakan kepunyaan mereka. Pada kondisi ini, tentu orang tua akan merasa berhak untuk dapat menguasai anak mereka secara utuh tanpa adanya intervensi ataupun gangguan dari orang lain, termasuk ketika mereka tidak respect terhadap hubungan asmara yang terjalin antara sang buah hati dengan seseorang. Kondisi demikian tentu akan menggambarkan sikap posesif yang kemudian akan ditunjukkan oleh orang tua terhadap buah hati mereka. Bersikap otoriter tentu membuat mereka akan cenderung menunjukkan sikap posesif terhadap sang buah hati dengan menghendaki segala keinginan mereka dapat menjadi hal yang kemudian harus dilakukan oleh sang buah hati, sehingga akan berbanding terbalik dengan karakter orang tua yang memiliki pemahamn demokratis dalam memandang kehidupan sang buah hati.

Lebih lanjut Kasandra pun menuturkan bahwa, “Karakter seseorang mempengaruhi tingkat posesif, sebaliknya kalau karakternya easy going, demokratis, dia akan mlihat anak bukan sebagai mlik, tapi sebagai makhluk yang punya rasa, punya sikap, pikiran, dan dia punya pemikiran sendiri yang bisa dikembangkan,” ujar Psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Meskipun sebagaian besar orang tua memiliki dan menunjukkan sikap posesif mereka terhadap anak mereka, namun tidaklah menjadi hal yang harus digeneralisir pada semua orang tua. Selain bersikap posesif ataupun demokratis, terdapat pula karakter orang tua yang memang cenderung acuh dan tidak perduli pada anak mereka sendiri. Sehingga membuat mereka lebih cenderung memilih untuk mengikuti semua kehendak dan keinginan dari si anak itu sendiri. Oleh karenanya, menunjukkan sikap otoriter yang berujung pada sikap posesif ataupun sikap yang terlalu menyayangi anak dengan memberikan kebebasan secara utuh dan tidak terkontrol justru akan dikahawatirkan sang anak tentu menjadi tidak terkontrol dan tentunya dapat menganggu bahkan merupakan perkembangan anak itu sendiri kedepannya.

Oleh karena itu, maka bagi para orang tua sebaiknya dapta menunjukkan sikap demokratis, sehingga apapun yang menjadi keinginan anak dapat diwujukan oleh orang tua, termasuk dalam memberikan restu dalam suatu hubungan asmara yang terjalin antara sang buah hati dengan seseorang namun tetap dalam kontrol mereka. Sehingga anak pun dapat menjadi lebih mudah mendapatkan arahan akan konsekuensi dari apa yang menjadi pilihan buah hati mereka. “Orangtua demokratis akan menilai anak sebagai suatu figur yang dewasa, muda, dan perlu pembinaan ya tentu saja masih memberikan dasar-dasar pemikiran agar anak mengerti tapi tetap memberikan keputusan kepada anak,” ujar Kasandra.

2. Kualitas Anak

Sikap posesif yang ditunjukkan oleh orang tua dalam menyikapi kedekatan anak mereka dengan seseorang dapat pula dikarenakan mereka belum memberikan kepercayaan secara utuh kepada anak dikarenakan sang anak belum mempunyai kualitas diri yang memadai dalam mengontrol kehidupannya sendiri. Kasandra pun mengemukakan bahwa, “Orantua melihat dari tingkat kualitas, anak ini memang tidak cukup dapat diandalkan, tak dapat dipercaya, kalau anaknya tak mampu, orangtua akan membela sekuat tenaga supaya jangan sampai (terjadi hal buruk),” ujar Pendiri Biro Layanan Psikologi Kasandra dan Associates sejak tahun 1997 itu.

Ia pun memberikan suatu contoh, dimana ketika orang tua memiliki karakter anak yang keras kepala dan tempramen dimana kemudian mereka melihat karakter dari pasangan sang anak yang juga tidak jauh berbeda, tentunya oran tua akan menjadi khawatir dengan kualitas dari masing-masing, baik sang anak maupun seseorang yang dekat dengannya tersebut. Sehingga orang tua yang demokratis sekalipun ketika berada dalam kondisi ini, tentunya mereka pun tidak akan mengambil resiko untuk berkeputusan memberikan restu terhadap jalinan asmara antara sang anak dengan orang yang dekat dengannya tersebut. Tentu sikap yang itunjukkan oleh mereka tidak lain untuk dapat melihat anak mereka mendapatkan yang terbaik dan kebahagiaan nantinya. “Orangtua akan berusaha semaksimal mungkin jadi kelihatan posesif demi (memberikan yang terbaik untuk anak),” papar Kasandra.

3. Tingkat Kecemasan

Rasa cemas berlebih dan tidak terkontrol, terlebih ketika orang tua tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat memberikan dan menyikapi dengan baik kedekatan anak mereka dengan seseorang, tentu akan membuat mereka menunjukkan sikap posesif kepada sang anak. Rasa cemas berlebih merupakan wujud dari rasa khawatir mereka terhadap sang anak dari segala yang buruk yang menjadi beban pikiran mereka dalam memaknai kedekatan sang anak dengan seseorang.

@DEMA
@DEMA
Penulis, pelukis dan pecinta drama Korea garis keras. Sederhana dalam penampilan namun luar biasa dalam pencapaian.

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertismentspot_img

Artikel terbaru

Survei: 61% Wanita Masih Menyimpan Foto Sang Mantan

Berakhirnya hubungan asmara seseorang tentu akan menjadi suatu kondisi yang berat untuk ilalui oleh mereka. Fase kritis demikian tentu harus membuat mereka mampu untuk...

Ladies, Mau Hilangkan Kenangan Dengan Si Mantan? Ini Rahasianya

Setiap hubungan tentu merupakan hubungan bahagia yang akan selalu terkenang. Tidak dapat dipungkiri jika kisah romansa merupakan sebuah kenangan yang sangat indah, meski hubungan...

Cara Melepaskan Diri Dari Bayang-Bayang Mantan Pacar

Perkembangan teknologi yang semakin canggih tentu menjadikan media jejaring sosial semakin berkembang. DIsaat Anda putus cinta, keberadaan sosial media seperti facebook dan twitter dimunginkan...