Masalah Seks Bisa Menyebabkan Perceraian

masalah seks menyebabkan perceraian oleh Asmara SegiEmpatAda beberapa alasan yang bisa membuat pasangan suami istri bercerai dan salah satunya adalah seks. Meskipun bukan hal yang paling penting tapi ternyata masalah seks bisa menyebabkan perceraian. Hal ini diungkapkan oleh Sari Eckler Cooper, yang merupakan seorang terapis seks di New York.

Dia mengatakan kalau banyak orang yang datang kepadanya untuk mengungkapkan masalah ranjangnya seperti suami yang mengalami disfungsi ereksi atau istri yang merasa kesakitan ketika bercinta. Sayangnya mereka yang datang adalah orang-orang yang telah frustasi dan depresi. Dia juga mengatakan kalau masalah tersebut menjadi salah satu penyebab perpisahan hingga akhirnya ada pasangan yang lebih memilih untuk bercerai.

Padahal pada awalnya salah satu pihak akan bersimpati dan memahami ketika tahu kalau pasangan memiliki masalah seks. Yang menjadi masalah adalah perasaan simpati itu kemudian diikuti dengan saling menghindari, gelisah, bahkan menghentikan hubungan seks. Hal ini kemudian membuat pihak yang memiliki masalah seks memiliki rasa bersalah, kesepian, bahkan marah. Hal ini karena mereka sudah merasa jauh dari pasangan dan stres karena tidak bisa melampiaskan gairahnya. Tidak hanya itu, mereka juga terlalu malu untuk berkonsultasi sehingga menimbulkan rasa bersalah.

Sedangkan pihak yang tidak bermasalah akan merasa bersalah jika terlalu sering mengajak pasangannya berhubungan intim padahal performanya tidak begitu baik. Mereka juga takut kalau hubungan seks yang mereka lakukan hanya akan menyakiti pasangannya. Tapi dibalik itu, mereka merasa marah karena merasa berhak mendapatkan kehidupan seks namun pasangannya tidak mau berusaha untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah seksnya.

Namun masalah seks yang bisa menyebabkan perceraian adalah ketika pihak yang bermasalah tidak mau berusaha untuk mengatasi masalah tersebut. Sikap yang diambil oleh pihak yang bermasalah namun tidak mau mencari bantuan akan membuat pihak yang lain merasa apatis, yaitu tidak mau lagi memperdulikan pasangannya.

Pihak yang tidak bermasalah biasanya sudah lelah menunggu pasangannya yang tidak juga meminta bantuan kepada ahli untuk mengobati masalahnya. Mereka merasa bahwa pasangannya tidak lagi memperdulikannya sehingga merekapun melakukan hal yang sama. Tidak hanya itu, masalah ini juga akan membuat pihak yang tidak bermasalah kehilangan kepercayaan dan lebih memilih untuk bercerai.

Avatar
Muhammad Yassir
Sebagai seorang petualang cinta, penulis ini banyak menuangkan pengalaman pribadinya di segiempat.com. Saat ini ia adalah kontributor yang aktif, dengan tulisan terbanyak khususnya di subjek "patah hati", yang tampaknya diangkat dari pengalaman pribadi...

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

4 Pertanyaan Besar Terhadap Asmara Anda

Dalam sesuatu hubungan yang Anda jalani dengan kekasih, Anda tentunya sudah mengalami berbagai bentuk ujian dan cobaan. Cobaan ataupun ujian sendiri kadang kala bisa...

5 Sikap Terbaik Saat Bertemu Sang Mantan

Hubungan asmara yang kandas, jangan sampai membuat Anda menjadi sempit berfikir. Mengambil hikmah dan menjadi pribadi yang tidak pendendam dapat membuat Anda bisa menikmati...

Beberapa Momen Memalukan Saat ‘First Date’

Suatu hubungan asmara tentunya terlebih dahulu diawali dengan tahap pendekatan. Hal ini tentunya bertujuan agar masing-masing bisa lebih saling mengenal karakter dan kepribadian satu...