4 Asumsi Pria yang Menyebabkan Wanita Sulit Mencapai Klimaks

Hubungan seks bersama pasangan tentu akan menjadi suatu aktifitas yang menyenangkan. Meskipun demikian, terdapat pula beberapa hal yang sebenarnya dilakukan oleh pasangan yang dapat mengganggu kehidupan seks bersama pasangannya. Misalnya ketika pasangan selalu memperhatikan kondisi fisik pasangannya. Hal demikian tidak hanya membuat Anda sebagai kaum wanita akan sulit mencapai titik klimaks melalui orgasme, melainkan pula akan menganggu kehidupan seks pasangan tersebut.

Kondisi fisik wanita tentu akan mengalami perubahan derastis pasca ia melahirkan. Hal demikian tentu membuat mereka cenderung berasumsi bahwa hal tersebut dapat mempangaruhi kinerja dalam kehidupan seksnya. Beranggapan seperti demikian, tentunya bukan menjadi hal yang baik dalam menciptakan keintiman pada pasangan.

Mungkin pasangan Anda akan memandang Anda tidak memiliki bentuh tubuh yang ideal seperti dulu pasca Anda menikah dan melahirkan tersebut. Namun hal demikian, tidak harus membuat rasa percaya diri Anda menjadi turun dalam melakukan aktifitas seks bersamanya. Anda tidak perlu mencemaskan asumsi pria yang demikian, oleh karena hanya akan membuat gairah Anda semakin menurun dan tentunya Anda akan sulit mencapai titik klimaks pada aktifitas seks Anda.

Berbagai asumsi pria terhadap kehidupan seksnya, justru akan membuat Anda menjadi tidak bergairah pada aktifitas seks Anda bersamanya nanti. Jika hal tersebut berlangsung lama tanpa Anda selesaikan bersamanya, tentu akan menciptakan suatu kondisi kehidupan seks yang tidak sehat dalam rumah tangga Anda. Oleh karena itu, baiknya Anda mengetahui beberapa asumsi pria terhadap kehidupan seksnya yang tentu pula dapat menggangu kinerja seks pasangan wanitanya sehingga mereka akan menjadi sulit mencapai titik klimaks melalui orgasme saat bercinta sebagaimana yang dikutip dari WebMD, sehingga Anda akan terhindar dari hal tersebut. Berikut beberapa asumsi tersebut, antara lain :

Asusmsi 1: Pria yang Harus Memiliki Inisiatif Ketika Berkeinginan Bercinta

Kehidupan seks wanita, tentu mereka akan lebih cenderung menerima ajakan pasangan mereka ketimbang mereka yang mengajak pasangan prianya untuk bercinta dengannya. Stigma demikian yang selama ini terbangun dalam mind set kaum wanita dikarenakan mereka takut dipandang sebagai pasangan wanita yang agresif oleh pasangannya. Wanita akan cenderung malu dan gensi ketika ia yang harus memulai mengajak pasangan mereka bercinta dengannya.

Mind set yang dianut oleh kebanyakan wanita seperti yang dijelaskan di atas merupakan suatu bentuk pemikiran yang salah terhadap kehidupan seksnya bersama pasangannya. Salah seorang Professor psikologi yang berasal dari Seattle Pacific University dan juga sekaligus seorang penulis dari buku ‘Crazy Good Sex‘, Les Parrot beranggapan bahwa wanita yang cenderung malu untuk berinisiatif mengajak pasangan mereka melakukan aktifitas seks merupakan suatu kesalahan besar yang dilakukan oleh pasangan wanita. Hal tersebut justru akan sangat menunjang dalam menciptakan keintiman pada masing-masing pasangan, sehingga mereka tidak perlu merasa malu dan canggung terhadap keinginannya tersebut.

“Kebanyakan pria merasa mereka terus lah yang selalu berinisiatif dan ini menimbulkan ketidakseimbangan dalam hubungan,” ujar Parrot. Hal demikian menunjukkan bahwa bukan hanya wanita saja yang menginkan dirayu ketika hendak melakukan aktifitas seks dengan pasangannya, melainkan priapun memiliki keinginan yang sama. Oleh karena itu, Anda dapat membangun kemunikasi bersama pasangan wanita Anda dengan menyampaikan keinginan Anda untuk dirayu olehnya ketika hendak melakukan aktifitas seks bersama Anda. Sehingga ia pun tidak akan menjadi canggung dan ragu lagi ketika merayu Anda untuk bercinta. Tentu hal demikian akan sangat menunjang kehidupan seks yang seimbang dan semakin sehat dalam hubungan Anda.

Salah seorang terapis seks asal New York University Amerika, Dr. Ruth Westheimer pun menambahkan, pada wanita yang cenderung tidak respon terhadap aktifitas seksnya bersama pasangan tentu saja akan mempengaruhi kehinerja dan kehidupan seksnya. Hal demikian tentu akan membuat pasangan mereka menjadi tidak semakin bergairah. Kondisi tersebut akan mengarahkan mereka pada kehidupan seks yang tidak sehat. “Pria kerap berpikir wanita kurang tertarik pada aktivitas seksual. Aku merasa itu tidak bisa dikatakan lagi sekarang. Menurutku, dalam urusan seks, wanita sama tertariknya seperti pria,” ujarnya. Oleh karena itu, Anda dapat memulai hal tersebut pada pasangan Anda, sehingga nantinya Anda akan mampu mendapatkan orgasme yang luar biasa saat bercinta dengannya.

Asumsi 2: Pria Selalu Memperhatikan Bentuknya Pasangannya Pasca Melahirkan

Anda tentunya tidak perlu merasa canggung dengan bentuk tubuh Anda saat ini. Ketika Anda memperbandingkan bobot Anda sebelum menikah dan setelah menikah hingga memiliki buah hati, justru akan menggangu kinerja seks Anda sendiri. Ketika Anda menjadikan hal tersebut sebagai suatu kendala guna mencapai klimaks saat bercinta dengan pasangan Anda, tentu saja pasangan Anda pun akan merasakan hal yang demikian sehingga membuatnya sulit untuk memberikan kepuasaan saat melakukan foreplay ataupun penetrasi.

Dr. Ruth pun menyampaikan bahwa, “Jangan pikirkan tentang lemak pada perut atau riasan pada wajah Anda,” ujarnya. “Nikmati saja apa yang diberikan oleh pasangan. Anda harus rileks mendapatkan orgasme,” tambahnya.

Les Parrot pun menambahkan bahwa, “Pria ingin istri mereka membebaskan dirinya saat bercinta, dan hal ini tidak akan mungkin jika istrinya cemas akan penampilan fisiknya,”. Parrot tentunya sangat menyarankan agar wanita selalu memiliki kepercayaan diri saat melakukan aktifitas seks bersama pasangannya.

Terdapat pula tanggapan lain dari Dr. Helen Fisher yang merupakan seorang antropolog dan sekaligus merupakan penulis dari buku ‘Why Him, Why Her’ yang beranggapan bahwa pria cenderung tidak melihat kekhawatiran yang dirasakan oleh pasangan wanitanya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebanyakan pasangan pria tidak peka terhadap apa yang dirasakan oleh pasangan wanitanya. ia pun kemudian menyampaikan “Sangat luar biasa sebenarnya karena saat Anda merasa antusias, bersemangat dan bergairah, pria tidak akan memperhatikannya (kekurangan pada tubuh wanita),” ujarnya. Selain itu, Fisher pun memperkuat dari apa yang ia sampaikan dengan sebuah penjelasan ilmiah yang menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan wanita tidak akan begitu memperhatikan bentuk tubuh pasangannya pasca melahirkan.

Fisher pun mencoba mengakitkan teori Darwin terhadap kehidupan seks seseorang yaitu bahwa, “pria secara tidak sadar lebih tertarik melihat wanita yang bisa melahirkan bayi. Sejak jutaan tahun lalu, pria yang tertarik pada wanita subur dan bisa memiliki banyak anak serta berumur panjang. Sedangkan pria yang tidak tertarik pada wanita subur, umurnya lebih pendek,” ujarnya. Mungkin teori di atas sangat tidak relevan jika dianalogikan pada kehidupan seks, namun menurutnya mekanis pada teori Darwin sebagaimana yang ia sampaikan memiliki variabel dan mekanisme yang serupa. “Pria lebih tertarik pada wanita yang sehat, muda dan subur. Jadi ketimbang mengkhawatirkan bentuk pinggul dan panggul, wanita sebaiknya mengkwatirkan tingkat energi, antuasiasme dan ketertarikan mereka pada pria,” saran penulis buku ‘Why Him, Why Her‘ itu.

Asumsi 3: Seks Bukan Hal yang Baru Bagi Pria

Meskipun seks telah menjadi suatu aktifitas yang sangat identik dengan karakter pria pada usia muda yang lebih dini mengenal seks, tentu hal tersebut bukanlah menjadi suatu asumsi yang kuat. Suatu bentuk pemikiran kuno yang mengatakan bahwa wanita cenderung tidak lebih tertarik pada seks dibandingkan pria ataupun seks bukanlah hal baru bagi pria, merupakan pemikiran yang harus diubah menurut Westheimer. Ia pun menyampaikan “Untuk beberapa pria, seks itu merupakan aktivitas yang penting,” ujarnya.

Parrott pun menambahkan bahwa terdapat berbagai hasil studi yang telah dilakukan oleh para ahli terkait kehidupan seks pasangan, dimana pasangan pria ataupun wanita menunjukkan kecenderungan akan kehidupan seks yang sehat, yang sama-sama memiliki posisi yang equal pasca mereka menikah. Hal tersebut menunjukkan kehidupan seks merupakan suatu aktifitas yang membahagiakan baik bagi pasangan pria maupun wanita setelah mereka menikah. “Banyak penelitian yang dengan jelas membuktikan pasangan yang punya kualitas kehidupan seks terbaik adalah pasangan menikah,”ujarnya.

Asumsi 4: Seks Menjadi Keinginan Utama Pria

Asumsi bahwa pria akan selalu menginginkan seks stiap saat tentunya merupakan suatu asumsi yang sangat keliru yang harus Anda pahami. Aktifitas kantor seharian dan juga beban kerja yang banyak di kantor, tentu memiliki pengaruh terhadap gairah pria terhadap seks. Sebagian besar pasangan wanita tidak begitu cekat dalam memandang hal tersebut, sehingga mereka selalu memandang bahwa pria akan selalu siap dengan aktifitas seks dengannya. Anda tentunya harus memiliki pemikiran bahwa pria juga membutuhkan mood dan stamina yang baik pada aktifitas seks mereka. Sehingga selain menghargai pasangan Anda yang tidak menginkan aktifitas seks saat ia lelah dan memilih untuk beristirahat, Anda akan mengerti dan menerima hal tersebut. Pemikiran demikian tentu akan menghasilkan keintiman yang baik nantinya dan tentu akan semakin menunjang Anda untuk mengahasilkan orgasme saat bercinta dengannya nanti.

Fisher pun menyampaikan bahwa, “Wanita sadar kalau mereka sendiri juga tidak terus-menerus merasa tertarik pada seks, tapi tetap mencintai pasangannya. Namun saat pria melakukan hal serupa, wanita akan berpikir, si pria tidak mencintainya. Padahal ini tidak benar, si pria hanya sedang tidak ingin bercinta,” tutupnya.

Avatar
Ardiansyah Arafah
Penggebuk drummer yang juga hobi menuangkan isi pikirannya dalam bentuk tulisan. Kebanyakan tulisannya berbentuk tips dan trik percintaan yang tampaknya diangkat dari pengalaman pribadinya saat sering menjadi sasaran timpuk penonton waktu manggung (heh?)

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

4 Pertanyaan Besar Terhadap Asmara Anda

Dalam sesuatu hubungan yang Anda jalani dengan kekasih, Anda tentunya sudah mengalami berbagai bentuk ujian dan cobaan. Cobaan ataupun ujian sendiri kadang kala bisa...

5 Sikap Terbaik Saat Bertemu Sang Mantan

Hubungan asmara yang kandas, jangan sampai membuat Anda menjadi sempit berfikir. Mengambil hikmah dan menjadi pribadi yang tidak pendendam dapat membuat Anda bisa menikmati...

Beberapa Momen Memalukan Saat ‘First Date’

Suatu hubungan asmara tentunya terlebih dahulu diawali dengan tahap pendekatan. Hal ini tentunya bertujuan agar masing-masing bisa lebih saling mengenal karakter dan kepribadian satu...