" Terbang menuju dekade pertama,
tetap kuat tetap menjulang"

" Terbang menuju dekade pertama, tetap kuat tetap menjulang"

Waspada! Tindak Kekerasan Kekasih Dapat Menjadi Kebiasaan

Hubungan asmara seseorang tentunya tidak akan selalu berjalan lancar, sehingga suatu hubungan asmara menjadi suatu hal yang wajar seringkali diwarnai oleh sebuah pertengkaran. Namun, dalam hubungan asmara yang tidak sehat, pertengkaran sendiri tidak dimaknai sebagai suatu hal yang dapat membuat pasangan menjadi lebih matang memaknai dan menyelesaikan masalah yagng timbul diantara keduanya, melainkan pertengkaran seringkali diisi dengan tidak kekerasan terhadap pasangan.

Anda tentunya telah melihat dengan jelas dan nyata dalam kehidupan Anda sehari-hari semakin maraknya tindak kekerasan dalam hubungan pacaran. Tidak hanya kekerasan terhadap fisik, melainkan pula kekerasan psikis dan seksual menjadi suatu hal yang sangat memperihatikan disaat wanita harus menjadi korban kekerasan kekasihnya sendiri.

Anda sebaiknya dapat mengetahui bahwa awal mula terjadinya suatu tindak kekerasan dalam suatu hubungan asmara yaitu disaat sang kekasih pertama kali tidak sungkan berbuat kasar pada kekasihnya. Sikap ekspresif demikian yang kemudian dengan mudah diberi maaf oleh kekasih yang menjadi korban lah yang membuat tindakan demikian akan berlanjut dan nantinya menjadi suatu kebiasaan. Sehingga sikap kasar untuk pertama kali sangatlah penting untuk diberikan suatu tindakan yang tegas agar nantinya tidak terulang.

Disaat kekasih Anda berani untuk bersikap kasar pada diri Anda, terlebih menyangkut fisik, maka Anda pun harus cerdas dan berani untuk terbuka terhadap tindakannya. Paling tidak dengan bersikap terbuka, hal demikian dapat menjadi suatu upaya prevnetif atau pencegahan baik pada sang kekasih sebagai pelaku dan Anda lah sebagai pihak korban. Meminimalisir keduanya tentu dapat mengurangi resiko semakin maraknya terjadi tidak kekerasan dalam suatu hubungan asmara.

Dalam ilmu psikologi dikenal dengan suatu kondisi psikodinamika, yaitu dimana tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku mendapatkan penguatan dari apa yang ia lalukan, sehingga disaat pasangan menerima perlakuan tersebut. Maka kondisi demikianlah yang semakin membuat pelaku yang tidak lain adalah kekasihnya sendiri semakin menjadi-jadi untuk tidak segan berbuat kasar kepada kekasihnya. Sehingga tentu pada kondisi ini, sikap psikis demikian sama sekali tidak membuat pelaku menjadi sungkan lagi untuk bersikap serupa pada kekasihnya, yaitu dengan menunjukkan perlakukan yang kasar, baik secara fisik, psikis, maupun secara seksual. Rosalina Verauli yang merupakan salah seorang Psikolog Lulusan Universitas Indonesia ini pun mengemukakan bahwa, “Bahkan si pelaku seperti mendapat dominasi maksimum saat bertindak kekerasan,” paparnya.

Disaat pasangan menjadikan tindakan tersebut menjadi suatu kebiasaan, maka akan tiba suatu kondisi dimana pelaku akan menjadi lebih puas dengan apa yang diinginkannya disaat pasangannya sudah terlihat menderita dengan kekerasan dalam bentuk fisik, psikis maupun secara seksual yang telah ia lakukan terhadap pasangan atau kekasihnya dengan cara menyiksanya. Perilaku demikian tentu menjadi suatu penyakit psikis yang dikenal dengan sebutan sadism ataupun sadomasochism. Hal demikian tentu akan menjadi kebiasaan jika pasangan yang tidak lain adalah kekasihnya tidak menunjukkan sikap yang sifatnya tidak setuju secara frontal, misalnya dengan melaporkan pada sahabat, keluarga, kerabat, terlebih aparat penegak hukum untuk segera mungkin mendapatkan penindakan yang tegas. “Hati-hati makanya kalau dipukul. Kita harus bilang stop! Karena kalau nggak menjauh, pasangan cenderung akan mengulangi,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia pun menyarankan agar wanita harus menjadi lebih peka dan berani dengan segala tindak frontal oleh kekasihnya terlebih jika tindakannya sudah menyangkut kekerasan secara fisik yang tentu saja akan mencederai fisiknya. Sehingga baiknya Anda dapat meyadari bahwa ssatus pacaran bukan berarti memberikan kekasih kesempatan untuk melanggar privasi Anda. Saat hal demikian mereka langgar, maka hubungan asmara Anda dengannya sudah tidak lagi berjalan sehat dan sebaiknya agar Anda mengakhirinya sejak dini sebelum tindakan demikian menjadi kebiasaan buruk olehnya dan pengalaman buruk bagi diri Anda sendiri.

@RitaManggulu
@RitaManggulu
Cewek sederhana dengan 3 hobi: menulis, masak dan main bareng Lil' Tomi. Semua tulisan ini adalah bukti bahwa keinginan tulus berbagi tidak dapat dipatahkan oleh keterbatasan jarak maupun waktu. XoXo

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertismentspot_img

Artikel terbaru

4 Hal yang Dibenci Pria Ketika Bertengkar Dengan Kekasihnya & Cara Mengatasinya

Tidak ada yang akan menjaimin pastinya bahwa saat Anda menjalin suatu hubungan asmara dengan seorang pria Anda pun kemudian tidak akan bertengkar ataupun berselisih...

Cara Bijak Melupakan Mantan

Sangatlah menjengkelkan jika Anda sedang buru-buru tapi Anda lupa dimana terakhir menaruh kunci kendaraan Anda. Atau ingin menuliskan jawaban pada lembar ujian, tapi lupa...

4 Cara Tetap Mesra di Saat Anda Sibuk Mempesiapkan Pernikahan

Ujung dari sebuah hubungan asmara yang terjalin oleh seseorang dengan pasangannya bukan berpisah, melainkah pernihan adalah kondisi utuh yang mengeratkan mereka satu sama lain....