Mencintai “Orang Yang Salah” Bukanlah Suatu Kesalahan

Dalam hidup kita yang namanya manusia pasti akan berhadapan dengan berbagai kejadian, dari yang baik, yang menyenangkan, yang penuh cinta dan kasih sayang sampai yang membuat kita merasa jadi orang yang paling salah karena perbuatan kita sendiri atau karena orang lain.

Diakui atau tidak ya begitulah hidup, dan diantara berbagai kejadian soal perasaan adalah kejadian yang kadang paling menyiksa seperti misalnya disaat kita mencintai orang yang salah. Ada yang pernah ngalamin kan?

Selama ini banyak orang yang menghakimi diri sendiri saat ia mencintai orang yang salah, entah itu jatuh cinta sama pacar orang, jatuh cinta pada seseorang yang lebih muda sampai jatuh cinta pada seseorang yang tidak bisa membalas cinta yang kita berikan (ukhu jomblo).

Padahal kenyataannya mencintai orang yang salah bukanlah suatu kesalahan, kenapa? karena rasa cinta adalah perasaan alami yang kita sendiri tidak bisa mengendalikannya, tapi malah sebaliknya kadang rasa cinta itu yang mengendalikan kita. Karena itu cinta yang muncul secara alami dalam diri kita tidak akan pernah membuat kita salah saat mencintai seseorang.

Jadi berhentilah menghukum diri Anda karena mencintai seseorang. Kadang-kadang, menjalin hubungan dengan seseorang memang tidak bisa terjadi. Mungkin karena salah satu pihak belum siap menjalin hubungan atau karena Anda belum bertemu seseorang yang tepat untuk Anda.

Begitu banyak dari kita yang terjebak dan menghukum diri kita sendiri karena mencintai “orang yang salah”. Anda bisa membebaskan diri anda dari perasaan bersalah, perasaan ditolak, perasaan cemas dan depresi dengan cara menerima kenyataan bahwa karena suatu sebab, Anda mencintai orang itu. Dan ini bukanlah suatu kesalahan! Perasaan cinta jauh lebih baik daripada perasaan marah dan frustrasi. Memaafkan dan mencintai akan membebaskan Anda dari kekecewaan dan mendorong Anda untuk melanjutkan hidup.

Manusia bisa tertarik kepada energi manusia lainnya. Ketika energi Anda berupa cinta, semua hal bisa terjadi. Banyak orang yang mengalami pengalaman yang menyakitkan dalam hubungan cintanya, namun mereka mampu untuk belajar dan melatih diri mereka untuk tetap bisa mencintai, mencintai tanpa syarat. Meskipun hubungan Anda akhirnya hancur, pasti ada pelajaran yang bisa Anda petik dari hubungan tersebut. Anda bisa menggunakan pengalaman Anda sebagai bahan koreksi. Kita perlu terus belajar dan berkembang agar bisa meraih kebahagiaan.

Hidup adalah tentang apa yang Anda fokuskan. Jadi hari ini, mulailah fokus pada kebaikan seseorang, bukan pada keburukannya. Anda akan melihat perubahan besar dalam hidup Anda ketika Anda melakukannya.

Jadi sekali lagi fokuslah pada kebaikan bukannya pada keburukan apalagi cuma persoalan fisik belaka. Tapi ya jangan terlalu bodoh juga disaat rasa cinta yang Anda berikan malah dibalas dengan penderitaan Anda malah bertahan.

@PriskaYan
@PriskaYan
Freelance writer, event organizer, animal lover and K-Pop freak.

More from author

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

Katanya Dia Tidak Cinta Saya Lagi. Apa Yang Harus Saya Lakukan?

“Apa yang harus saya lakukan saat si dia mengatakan sudah tak cinta lagi?” Apakah pacar Anda baru-baru ini mengatakan...

Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Mantan Saya Berkencan Dengan Orang Lain?

Kehilangan seseorang yang kita anggap penting bisa menjadi salah satu pengalaman hidup yang paling sulit untuk dilalui....

Cara Menaklukkan Wanita Super

Soal memilih wanita, memang kita semua tentu punya pilihan yang berbeda-beda dan itu tergantung selera atau kriteria yang kita idamkan. Tapi sekarang...