Budaya Hingga Fisik Menjadi Alasan Orang Tua Tidak Memberikan Restunya

Hubungan asmara yang terjalin namun kemudian tidak mendapat restu dari orang tua tentu akan menjadi suatu kisah yang dapat memberikan Anda pemahaman dalam mekanai kondisi ini. Mungkin ketika hal demikian terjadi pada kisah asmara Anda bersama sang kekasih, tentu keputusan orang tua yang tidak memberikan restunya membuat Anda bersama sang kekasih menjadi terbenani dengan hubungan asmara yang Anda jalin bersamanya.

Terdapat berbagai alasanya yang menjadi dasar bagi para orang tua yang kemudian tidak memberika restu mereka terhadap hubungan asmara tang terjalin oleh sang anak bersama sang kekasih. Sehingga membuat anak harus memilih apakah memilih untuk mengkhiri hubungan asmara bersma sang kekasih ataupun memilih untuk mempertahankan hubungan asmara yang mereka jalin, tentu dengan cara back street dari orang tua mereka. Mulai dari alasan orang tua yang memandang adanya perbedaan budaya antar sang anak dengan kekasihnya hingga fisiku yang tidak menunjang hingga sang orang tua yak kunjung memberikan restu pada jalinan asmara sang anak bersama sang kekasih. Berikut adalah beberapa kisah yang disampai oleh beberapa orang responden dari hasil survei yang dilakukan oleh salah satu situs asmara dan percintaan. Dengan tujuan dapat menambah wawasan pembaca guna mengetahui berbagai alasan yang menyebabkan orang tua tidak memberikan restu pada hubungan asmara sang buah hati.

Dian, 28 Tahun:

Dian mengaku bahwa dirinya pernaa menjalin suatu hubungan asmara dengan seorang teman kuliahnya yang sangkatan dengannya. Hubungan yang mereka jalin pada akhirnya tidak mendapatkan restu dari orang tuanya oleh karena kekasih Dian memiliki background keluarga yang broken home. Tidak hanya itu perbedaan budaya dan usia yang sepadan diantara keduanya tidak luput menjadi alasan irang tua Dian sehingga mereka berkeputusan untuk tidak memberikan restunya.  Hal demikian menjadi dasar oleh orang tuanya sehingga hubungan asmara yang terjalin tidak mendapatkan restu dari orang tua Dian. Pada kisah ini, tentunya dapat digambarkan, bahwa background yang jelas dan mendukung, kamatangan hinggu budaya  memiliki pengaruh yang cukup penting bagi orang tua dalam mempertimbangkan keputusan mereka apakah memberikan restu atau tidak. Sehingga pada akhirnya Dian beranggapan bahwa hubungan yang tidak direstui tidak lagi menjadi layak untuk dipertahankan oleh karena hanya akan membuatnya merasa terbebani.

Soya, 20 Tahun: 

Soya yang merupakan salah seorang Mahasiswa pada salah satu perguduruan Tinggi Negeri di daerah bandung pun ikut mengutarakan kisah asmaranya yang pada akhirnya kandas oleh karena tidak mendapatkan restu dari orang tuanya. Hubungan asmara Soya pada awalnya berjalan dengan baik. Dengan usia 26 tahun dimana sang kekasih mungkin sudah cukup matang dimata orang tua Soya sehingga orang tuanya pun cenderung meunjukkan sikap yang respect pada kekasihnya. Namun, setelah Soya lulus kuliah dan telah berkeinginan untuk menikah dengan sang kekasih, orang tua Soya pun kemudian menunjukkan sikap yang tidak respect seperti dulu. Soya pun pada akhirnya beranggapan, bahwa semenjak sang kekasih pernah menceritakan kisah keluarganya yang tentu saja menyangkut bibit bebet dan bobot sang kekasih pada orang tua Soya yang pada pokoknya adalah borken home, orang tua Soya pun kemudian mempertimbangkan kembali keinginannya untuk memberikan restu pada hubungan asmara Soya bersama kekasihnya tersebut. Kisah Soya menunjukkan bahwa kematangan seca psikologi belum sepenuhnya dapat menunjang kehidupan antara Soya bersama sang kekasih, melainkan pula kematangan secara finansial ditengarai menjadi alasan orang tua Soya yang kemudian menjadi ragu setalah kekasihnya menceritakan back ground kehidupannya. Sehingga dapat disimpukan bahwa kematangan psikologi dan finansial tidak luput menjadi pertimbangan orang tua untuk memberikan restu terhadap hubungan asmara yang terjalin antara sang anak dengan kekasihnya tersebut.

Dhita, 27 Tahun:

Dhita pun membagi cerita asmara yang pernah ia jalani bersama sang kekasih yang pada kahirnya menjadi kandas. Dhita pernah menjalni suatu hubungan asmara yang bisa dibilng putus nyambung bersama kekasihnya sejak SMU hingga masing-masing sudah bekerja. Pada awalnya hubungan asmara antara Dhita bersama sang kekasih mendapat tentangan dari keluarga terlebih ayah Dhita. Namun, hal demikian tidak membuat hubungan Dhita dengan kekasihnya menjadi berakhir. Mereka sama-sama berjuang untuk dapat memperjuangkan hubungan asmara mereka agar nantinya mendapatkan restu dari orang tua. Dhita pun beranggapan bahwa sang ayah menetang hubungan mereka karena kualitas pribadi dirinya masih belum mampu di[egang oleh keluarganya. Namun perjuang mereka pun tidak sia-sia dan mereka berhasil mengantongi restu dari orang tua dengan melihat usaha dan dengan lebih mengutamakan kebahagiaan Dhita. Bahkan sang ayak pun sangat membanggakan kekasihnya di depan keluarga besarnya.

Namun pada saat Dhita dan kekasih diperhadapakan pada suatu hubungan asmara yang kemudian harus dijalni dengan LDR, ternyata sang kekasih berselingkuh dengan wanita lain. Hal ini membuat Dhita kecewa dan kemudian mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan asmara yang terjalin diantara mereka. Ayah Dhita pun menjadi sangat kecewa pada sang kekasih dan ikut merasakan kesedihan Dhita pasca hubungan asmara mereka berakhir dengan sang kekasih. Kisah di atas menunjukkan, bahwa tidak restunya orang tua sebaiknya dapat dimaknai sebagai suatu petunjuk dari sang pencipta atas keputusan yang mungkin tidak sejalan dengan sang anak. Oleh karena itu, maka sebaiknya pasangan harus memandang bahwa restu orang tua adalah suatu hal penting dalam berkeputusan untuk menjalin suatu hubungan asmara dengan seseorang.

Irene, 25 Tahun:

Adapun kisah asmara Irene yang kemudian berhasil mendapatkan restu dari orang tuanya meskipun harus dengan memperjuangkan kekasihnya. Irene pernah menjalin hubungan asmara dengan seorang pria. Namun, bukan karena back ground keluarga yang tidak jelas, melainkan alasan yang membuat ibu Irene tidak memberikan restunya oleh karena sang kekasih memiliki fisik yang pendek dibandingkan Irene. Kondisi fisik yang berbeda membuat orang tua Irene sangat tidak merespon hubungan asmara yang terjalin antar dia bersama sang kekasih. Irene pun kemudian lebih memilih untuk tetap mempertahankan hubungan mereka, meskipun keinginan orang tua Irene, agar ia nantinya mendapatkan kekasih yang memiliki fisik yang lebih baik dari kekasihnya tersebut. Namun perjuangan Irene pun tidak sia-sia sehingga ia pun berhasil mendapatkan restu dari sang ibu, yang awalnya tidak memberikan restu pada hubungan asmaranya. Hingga pada akhirnya Irene pun dapat menikah dengan kekasihnya tersebut. Kisah di atas menunjukkan bahwa terkadang orang tua memiliki keingnan pribadi dengan sosok pasangna yang dipandangnya layak untuk mendapingin sang anak kelak. Sehingga faktor fisik pun tidak luput dari pertimbangan orang tua untuk mempertimbangkan restunya terhadap hubungan asmara yang terjalin antara sang anak bersama kekasihnya.

@PriskaYan
Freelance writer, event organizer, animal lover and K-Pop freak.

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertismentspot_img

Artikel terbaru

Survei: Pelukan Menjadi Senjata Ampuh Untuk Membahagiakan Wanita

Terkadang, ketika seorang pria menjadi sulit untuk memahami pasangan wanitanya yang menunjukkan sikap yang selalu ngambek hingga bersikap marah tanpa sebab. Terlebih ketka mereka...

Hubungan Tidak Mendapatkan Restu OrangTua? 64% Pasangan Memilih Putus

Menjalin hubungan asmara tentu akan menjadi keinginan setiap orang. Ketika mereka sudah berada pada kondisi ini, tentu pasangan pun akan sudah memiliki cita-cita dan...

3 Hal Hingga Orang Tua Menjadi Posesif dan Tidak Merestui

Memberikan yang terbaik bagi sang buah hati tentu akan menjadi keinginan setiap keluarga terlebih orang tua terhadap anak mereka. Bersikap egois ataupun posesif cenderung...