Benarkah Manusia Dirancang Untuk Berselingkuh?

pasangan selingkuh

 

 

Sebuah hubungan sudah pasti terjalin atas dasar cinta entah itu karena pacaran lama atau karena jodoh yang direncanakan. Tapi dalam sebuah hubungan dia yang dicinta itu tak selalu aman dari perselingkuhan.

Selingkuh sudah pasti jadi salah satu hal yang paling Anda takutkan bukan? bahkan Salah satu hal yang menjadi pertanyaan sebelum menjalin hubungan dengan seseorang adalah apakah ia akan tetap setia kepada kita. Kita juga sering bertanya pada diri sendiri apakah kita bisa tetap setia kepada pasangan kita? Apakah nantinya sepanjang hubungan pasangan kita tidak akan selingkuh?

Tapi sayangnya kalau dilihat dari kenyataan, bukan saja banyak pasangan yang katanya cinta tapi membagi cintanya buat orang lain tapi kebanyakan orang pun hanya fokus pada kadar kesetiaan pasangannya, seolah-olah hanya pasangannya saja yang akan menghadapi godaan itu. Padahal mah sebenarnya dia bisa juga tak setia.

Nah kalau dilihat dari fenomena seperti itu tidakkah dalam hati dan pikiran Anda bertanya “benarkah manusia dirancang untuk berselingkuh?”. Mungkin sih Anda semua bakal bilang “tidak, itu tergantung dari pribadinya lagi”. Memang itu sudah pasti karena yang namanya manusia itu punya perbedaan jadi apa yang dilakukan satu orang belum tentu kita juga ikut melakukannya.

Tapi tetap saja pertanyaannya apakah semua orang itu setia? Atau semua orang pasti pernah selingkuh? Apakah perselingkuhan pasti terjadi cepat atau lambat karena kita dirancang oleh alam untuk berhubungan dengan banyak pasangan untuk berkembang biak?

Well, seperti kehidupan pada umumnya, hal buruk dan baik bisa terjadi dalam hubungan cinta. Hal positif dan negatif datang secara beriringan dalam kehidupan dan itu adalah pelajaran yang harus kita terima sebagai bagian dari kehidupan kita. Jadi jangan dilawan. Kita harus merangkul semua hal yang baik maupun buruk yang datang ke dalam hidup kita dan menggunakannya untuk membantu kita tumbuh lebih bijaksana dan mewujudkan hubungan yang benar-benar sehat dan solid yang didasarkan pada kejujuran, kepercayaan dan pengertian.

Diakui atau tidak, yang benar adalah kita semua akan merasa tertarik pada beberapa orang dalam hidup kita. Sebagian dari kita akan merasa tertarik pada “banyak” orang, sementara sebagian hanya akan merasa tertarik pada “sedikit” orang saja. Anda termasuk jenis yang mana? Apakah Anda sering tertarik bahkan langsung jatuh hati setiap kali Anda melihat wanita atau pria yang berparas rupawan? Atau pokoknya yang “punya ukuran ekstra”.

Terlepas dari itu, intinya adalah-kita semua merasa tertarik pada orang lain selain pasangan kita. Apakah ini berarti kita semua pada akhirnya akan menjadi tidak setia? Tidak, tidak sama sekali! Memang, bagaimanapun, ujian kesetiaan bisa datang kapan pun dan itu adalah tanggung jawab kedua belah pihak untuk mengenali godaan tersebut ketika ia datang, sehingga dapat ditangani dengan cara sebaik mungkin.

Seperti binatang, manusia dirancang untuk bereproduksi. Kami bertemu dengan seseorang yang menarik dan rasanya kita memang sangat tertarik kepada dia. Kita semua secara alami diprogram oleh alam untuk menemukan orang-orang yang menarik secara fisik, sehingga kita kemudian dapat kawin dan bereproduksi. Ini bukan sesuatu yang kita sadari dan kita pikirkan ketika kita sedang melihat seseorang yang menarik, tapi memang inilah yang terjadi.

Jadi apa yang membuat tetap setia? Cinta, rasa hormat dan disiplin adalah kuncinya. Beberapa orang juga memiliki keyakinan/agama tertentu yang mengajarkan kita untuk setia pada satu pasangan selamanya dan tidak pernah selingkuh, bahkan dalam bentuk angan-angan sekalipun. Jika Anda bukan orang yang religius, Anda mungkin memiliki standar moral tertentu tentang hubungan dan hanya percaya bahwa komitmen dalam sebuah hubungan yang berarti setia pada satu orang saja.

Terlepas dari mengapa Anda memilih untuk tetap setia, intinya adalah bahwa kita sebagai manusia harus setia kepada pasangan kita. Tapi ini tidak menjelaskan mengapa perselingkuhan masih sering terjadi. Ketika Anda mengikuti desain alami Anda untuk bereproduksi dan mencoba untuk menekan hal itu, pasti akan ada konflik dan hambatan. Ini tidak berarti bahwa semua orang akhirnya akan berselingkuh, tetapi yang jelas Anda harus memilih pasangan Anda dengan bijaksana. Jalinlah hubungan dengan orang yang memiliki keyakinan dan komitmen yang sama dengan Anda. Jadi jika Anda memiliki keyakinan yang kuat dalam hubungan monogami dan benar-benar anti pada perselingkuhan, maka Anda harus berhubungan dengan orang yang juga anti selingkuh. Hal ini mengurangi kesempatan Anda untuk berselingkuh. Tentu saja, tidak ada jaminan 100% dalam hidup, tetapi ada langkah yang dapat diambil untuk membangun jenis hubungan cinta yang Anda yakini benar untuk Anda.

Bersikap realistis tentang cara manusia berperilaku juga akan membantu Anda tetap santai dalam suatu hubungan. Misalnya, meskipun Anda dan pasangan dapat tetap saling setia, tidak berarti Anda tidak akan merasa tertarik pada orang lain. Merasa tertarik pada orang lain tidak ada hubungannya dengan cinta dan karena itu tidak berarti bahwa Anda atau pasangan Anda tidak lagi menarik. Merasa tertarik pada orang lain adalah hal yang normal. Selama Anda menanggapi godaan tersebut dengan tetap santai dan tidak melewati batas, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Anda akan segera menyadari saat Anda hampir melampaui batas, tapi sementara itu, Anda dan pasangan harus bersantai dan menikmati hubungan Anda. Lebih baik Anda fokus pada hubungan dan bekerja sama dengan pasangan daripada menghabiskan waktu Anda mengkhawatirkan kesetiaan pasangan Anda. Dengan hubungan yang kuat serta rasa cinta dan hormat satu sama lain, Anda berdua akan mampu menepis godaan untuk berselingkuh.

Jadi kira-kira kita balik lagi dengan pertanyaannya apakah manusia itu dirancang untuk berselingkuh atau tidak? Kalau menurut saya secara pribadi secara alami memang benar kalau sebagai makhluk yang punya nafsu jelas selingkuh adalah godaan nyata yang sangat sulit untuk ditolak. Tapi karena kita diciptakan sebagai makhluk yang punya pikiran dan perasaan maka saya bisa bilang kalau tidak benar manusia itu dirancang untuk berselingkuh. Balik lagi bagaimana manusia itu bisa berpikir dan bagaimana dia merasa. Singkatnya kalau yang namanya cinta pastilah dia berkomitmen untuk setia, jadi bagi mereka yang selingkuh menurut saya cinta itu patut dipertanyakan. Apalagi yang selingkuh jadi hobi mungkin dia adalah salah satu manusia yang diciptakan nafsunya lebih besar ketimbang pikiran dan hatinya. Seperti istilah anak jaman sekarang otaknya diselangkangan haha.

Avatar
Erwin Miradi
Internet marketer, PHP geek, dan seorang gamer sejati. Sebagai Internet Marketer yang sudah bergelut dengan situs dan blog sejak 2006, Erwin Miradi banyak menulis tentang turorial WordPress yang diambil dari pengalamannya sendiri.

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

4 Pertanyaan Besar Terhadap Asmara Anda

Dalam sesuatu hubungan yang Anda jalani dengan kekasih, Anda tentunya sudah mengalami berbagai bentuk ujian dan cobaan. Cobaan ataupun ujian sendiri kadang kala bisa...

5 Sikap Terbaik Saat Bertemu Sang Mantan

Hubungan asmara yang kandas, jangan sampai membuat Anda menjadi sempit berfikir. Mengambil hikmah dan menjadi pribadi yang tidak pendendam dapat membuat Anda bisa menikmati...

Beberapa Momen Memalukan Saat ‘First Date’

Suatu hubungan asmara tentunya terlebih dahulu diawali dengan tahap pendekatan. Hal ini tentunya bertujuan agar masing-masing bisa lebih saling mengenal karakter dan kepribadian satu...