5 Kekhawatiran Pria Tentang Masa Depannya yang Sebaiknya Anda Pahami

Pria tentunya adalah mereka yang nantinya akan menjadi kepala rumah tangga yang tentu pula akan bertanggung jawab terhadap keluarganya kelak. Namun, hal demikian cenderung membuat kaum pria menjadi khawatir terhadap masa depannya nanti ketika mereka sudah membina suatu keluarga bersama istri dan anak. Tanggung jawab yang lebih besar tentu akan membuat mereka mengemban beban yang besar dan berat pula. Kekhawatiran yang dirasakan oleh pria tentu saja berbeda dengan kekhawatiran kaum wanita dimasa mendatang. Pria cenderung beranggapan bahwa mereka memiliki porsi yang lebih besar untuk membawa keluarga mereka menjadi lebih mapan dan berkecukupan yang tentunya dalam hal finansial.

Persoalan karir yang tentunya akan merujuk pada finansial mereka ketika sudah berumah tangga ataupun aktualisasi diri mereka dalam perannya sebagai kepala rumah tangga merupakan beberapa bentuk kecemasan yang dirasakan oleh kaum pria. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengetahui hal-hal yang membuat pria menjadi lebih khawatir terhadap masa depannya sehingga nantinya Anda dapat memahami pasangan Anda dan dapat membantunya mengatasi hal yang menjadi kecemasannya tersebut. Sehingga Anda pun dapat membina hubungan secara seimbang dan saling mengisi dalam menciptakan suatu hubungan asmara yang mungkin akan berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi secara dinamis. Berikut terdapat lima kekhawatiran pria tentang masa depannya yang sebaiknya anda pahami sebagaimana yang dirangkum dalam Your Tango antara lain :

1. Penghasilan yang Cukup

Kemapanan secara finansial tentu sangat identik dengan persoalan uang ataupun aset penunjang kehidupan mereka ketika berkeluarga nantinya. Kemapanan finansial tentu akan merujuk dan menunjang kehidupan seseorang menjadi lebih dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarganya di masa mendatang. Kondisi tersebut membuat para kaum pria akan bekerja keras guna memperoleh penghasilan yang cukup. Namun, kata cukup bagi pria cenderung lebih abstrak sehingga membuat mereka tetap saja khawatir dengan penghasilan yang mereka peroleh saat ini.

Tidak hanya berfokus pada uang yang menjadi simbol kemapanan seorang pria, penghasilan yang tidak cukup jelas akan pula menghambat aktualisasi diri seorang pria baik dalam lingkungan keluarga ataupun dalam lingkungan sosial mereka. Tentu pula ketika mereka telah memperoleh penghasilan yang cukup mereka akan merasa lebih aman dalam memenuhi kebutuhannya bersama keluarga, memenuhi tuntutan ataupun gaya hidup mereka serta pencapaian masa mendatang yang tentu akan bermuara pada pembiayaan-pembiayaan baik sebelum mereka menikah hingga mereka mempunyai generasi pelanjut. Tentu kesemua hal tersebut tentu harus dengan membutuhkan biaya yang cukup.

Oleh karena itu, baiknya Anda dapat memahami kondisi tersebut yang tentunya akan dialami oleh pasangan Anda. Memberikan support dan saling membantu satu sama lain tentu akan membuat bebannya semakin berkurang. Berikanlah pemahaman pada kekasih Anda bahwa Anda akan selalu setia dalam kondisi senang maupun sudah. Dengan menyampaikan hal tersebut dengan kekasih Anda, tentu akan menjadi suatu motivasi dan semangat yang besar baginya untuk selalu dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam diri untuk membahagiakan Anda dan keluarga Anda dimasa mendatang. Pasangan Anda pun akan melihat Anda sebagai pasangan yang patut untuk dibanggakan.

2. Pencapaian Hidup

Bentuk kekhawatiran pria yang kedua yaitu terkait dengan pencapaian hidup yang telah mereka peroleh saat ini. Mereka cenderung mengkhawatirkan hal tersebut oleh karena mereka berfikir untuk jangka ajang dimana mereka tentunya berfikir untuk apa yang diwariskan olehnya dimasa mendatang dengan penerusnya, menjadi seseorang yang memiliki loyalitas bagi orang lain, kebahagiaan yang diperoleh saat ini menjadi beberapa hal yang bermuara dari pencapaian hidup yang diperolehnya saat ini. Evaluasi pun mereka lakukan yang akhirnya membuat merek semakin khawatir terhadap hal-hal tersebut.

Anda dapat membicarakan hal tersebut bersama pasangan Anda, namun tentu Anda harus mengingat jangan sampai Anda membuatnya menjadi lebih pesimis dengan pencapaian hidupnya saat ini. Buatlah rencana yang matang bersamanya dan menyampaikan pada kekasih bahwa Anda akan selalu ada dibelakang langkahnya. Dengan saling membicarakan tentang keinginannya dan apa yang menjadi keinginan Anda secara beriringan dapat membuat menjadi lebih terpacu dalam mewujudkan semua hal tersebut. Anda tentunya arus mengingat saat membicarakan hal ini, lakukanlah secara santai dan tenang sehingga dapat membuatnya tenang dalam menghadapi hal-hal berat tersebut.

3. Eliminasi Persaingan Pekerjaan

Globalisasi yang memicu krisis perekonomian tentu akan menciptakan suatu kondisi persaingan dalam pekerjaan menjadi semakin lebih sulit. Persaingan tentu saja akan menciptakan suatu kondisi eleminasi bagi mereka yang tidak mampu bersaing. Kondisi tersebut tentu dapat mempengaruhi dan menjadi kecemasan pria terhadap apa yang menjadi pekerjaannya saat ini. Hal demikian tentu akan berimbas pada pria sehingga membuatnya menjadi lebih fokus terhadap pekerjaannya dan mengabaikan hal-hal lain yang dipandangnya tidak menunjangnya dalam meningkatkan kualitas bekerjanya. Berpadangangan sebagai orang yang menjadi patoka didalam keluarganya kelak tentu membuatnya menjadi lebih mengutamakan pekerjaan. Sehingga pada kondisi tersebut, pasangan pun akan merasa terabaikan oleh karena kekasih mereka lebih memilih perkejaan mereka, namun sebenarnya mereka tidak memiliki maksud demikian. 

Tingginya intensitas perkerjaan tentu saja akan membuat intensitas Anda bersama pasangan menjadi sangat berkurang. Namun, Anda tidak harus menjadi buta pada kondisi tersebut dalam melihat pasangan yang hanya tertuju pada pekerjaannya saja. Pada kondisi ini, Anda cukup berkomunikasi dengan pasangan Anda secara baik, dengan menyampaikan bahwa hidup tentunya membutuhkan titik keseimbangan. Buatlah pasangan Anda menjadi lebih mengerti dan memahami bahwa berfokus dan bekerja terlalu keras terhadap pekerjaan dapat membuatnya sangat rentan akan stress. Tentu pada kondisi tersebut akan menghasilkan suatu kondisi yang semakin para dan tentu saja tidak akan semakin menunjang kehidupan Anda bersamanya nanti. Tak lupa pula Anda menyampaikan bahwa segala aktifitas apapun yang dilakukan olehnya, Anda akan selalu memberinya support.

4. Kondisi Fisik Saat Ia Menua

Bukan hanya wanita yang memiliki kekhawatiran dari segi fisik saat mereka bertambah tua, melainkan pula kaum pria juga merasakan hal yang sama. Khawatir dengan kerutan kulit, garis wajah, dan rambut yang beruban dapat menjadi beberapa kecemasan pria dimasa mendatang. Mereka menjadi khawatir kondisi tersebut tidak dapat diterima oleh pasangan mereka sehingga dapat membuat mereka menjadi sangat rentan mengalami tekanan psikis yang berujung pada stress. Oleh karena itu, pasangan Anda mengalami kekhawatiran yang demikian, maka sebaiknya Anda dapat memberikannya pemahaman bahwa bagaimanapun kondisinya kelas rasa saya Anda tidak akan pernah berkurang terhadapnya. Anda akan selalu berusaha membuatnya senang setiap saat dengan kondisi apapun. Tentu hal demikian membuatnya menjadi terhindar dari stress.

5. Dapat Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Baik

Tentu saja pria sangat dituntut untuk memiliki pemahaman yang matang terlebih saat mereka sudah menjadi kepala rumah tangga kelak. Kondisi tersebut cenderung membuat pria sejak dini menjadi khawatir apakah mereka mampu mendidik anak dan istrinya untuk membina suatu kehidupan rumah tangga yang lebih baik nantinya. Mengajarkan anak mereka tentang hal-hal yang positif, tidak mencontohkan kebiasaan buruknya terhadap penerusnya, dan menjadi kepala rumah tangga ataupun figur ayah yang baik, tegas, jujur, tidak pemarah dan dapat berkomunikasi dua arah bersama anak menjadi beberapa hal yang menjadi kekhawatiran mereka setelah persoalan finansial.

Ketika pasangan Anda, merasakan hal demikian, Anda dapat menyampaikan pada pasangan Anda dimana Anda akan selalu membantu untuk menutupi hal-hal tersebut dengan saling bekerja sama dalam membina keluarga yang lebih baik nantinya. Tentu hal demikian dapat membuatnya lebih percaya diri dalam menciptakan sosok ayah yang merupakan kepala rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya kelak.

Avatar
Ardiansyah Arafah
Penggebuk drummer yang juga hobi menuangkan isi pikirannya dalam bentuk tulisan. Kebanyakan tulisannya berbentuk tips dan trik percintaan yang tampaknya diangkat dari pengalaman pribadinya saat sering menjadi sasaran timpuk penonton waktu manggung (heh?)

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel terkait

Advertisment

Artikel terbaru

4 Pertanyaan Besar Terhadap Asmara Anda

Dalam sesuatu hubungan yang Anda jalani dengan kekasih, Anda tentunya sudah mengalami berbagai bentuk ujian dan cobaan. Cobaan ataupun ujian sendiri kadang kala bisa...

5 Sikap Terbaik Saat Bertemu Sang Mantan

Hubungan asmara yang kandas, jangan sampai membuat Anda menjadi sempit berfikir. Mengambil hikmah dan menjadi pribadi yang tidak pendendam dapat membuat Anda bisa menikmati...

Beberapa Momen Memalukan Saat ‘First Date’

Suatu hubungan asmara tentunya terlebih dahulu diawali dengan tahap pendekatan. Hal ini tentunya bertujuan agar masing-masing bisa lebih saling mengenal karakter dan kepribadian satu...