Bulan Ramadhan yang datang setiap tahunnya disambut dengan gegap gempita oleh seluruh umat Muslim di tanah air, apalagi menjelang lebaran. Bulan Ramadhan memang menjadi bulan yang sangat spesial bagi umat muslim hal tersebut pula yang membuat setiap umat Muslim menyambutnya dengan suka cita.

Hanya saja dibali suka cita tersebut bulan Ramadhan di tanah air juga kerap kali diselimuti hal-hal yang berbau kontroversi. Bahkan sayangnya umat Muslim yang harusnya menjalani puasa dengan tenang justru jadi ikut terlibat dalam kontroversi tersebut. Seperti apa kontroversi disetiap bulan Ramadhan di Indonesia?

Penentuan Hari Pertama Puasa

Kontoversi di Setiap Bulan Ramadhan di Indonesia oleh SegiEmpatHal ini selalu menjadi masalah yang ada setiap tahunnya, bahkan sampai sekarang kelompok-kelompok Islam tertentu menjalankan ibadah Puasa lebih awal dari umat Muslim lainnya. Hal ini memang tidak memicu konflik yang serius namun penentuan hari pertama puasa selalu menjadi kontroversi di banyak kalangan termasuk umat Muslim sendiri. Beberapa orang menilai jika hal ini menandakan bawah umat Muslim di tanah air masih “terkotak-kotak”.

Maraknya Petasan yang Tidak Pernah Terselesaikan

Kontoversi di Setiap Bulan Ramadhan di Indonesia oleh SegiEmpatHingar bingar bulan Ramadhan di tanah air juga selalu identik dengan petasan, bahkan meski setiap tahun orang-orang yang mengalami celaka tidak pernah berkurang. Masalah petasan pun selalu menjadi kontroversi di tanah air setiap bulan puasa, pasalnya meski sudah dilarang oleh pemerintah nyatanya penjualan petasan masih marak terjadi bahkan di depan mata. Banyak masyarakat yang sudah memprotes hal ini tapi setiap tahun penjualan petasan pun masih terjadi.

Razia Warung Makan

Kontoversi di Setiap Bulan Ramadhan di Indonesia oleh SegiEmpatDemi menghormati umat Muslim yang sedang berpuasa, di sejumlah daerah menerapkan aturan yang tegas untuk melarang jam-jam operasi warung makan. Demi menerapkan aturan tersebut sejumlah petugas pun melakukan razia terhadap warung-warung makan yang nakal dan jika kedapatan mereka pun akan menyita semua makanan yang di jajakan. Sekilas hal ini memang sangat wajar, hanya saja razia warung makan juga kerap jadi kontroversi. Banyak orang yang setuju tapi banyak pula yang tidak setuju adanya razia apalagi sampai disita. Jika bisa ditanggapi sebenarnya penutupan razia warung makan memang tidak seharusnya berlaku, karena seperti yang kita ketahui di Indonesia ada 5 agama yang dipeluk oleh seluruh masyarakat. Jika semua warung makan ditutup mereka yang bukan umat Muslim harus bagaimana? Atau mungkin saja dia sedang mengalami gangguan kesehatan sehingga disarankan untuk tidak berpuasa. Lagi pula seharusnya umat Muslim lebih takut kepada Allah ketimbang takut tergoda dengan makanan.

Razia Tempat-Tempat “Hiburan Malam”

Kontoversi di Setiap Bulan Ramadhan di Indonesia oleh SegiEmpatSangat wajar jika tempat-tempat hiburan malam dilarang beroperasi selama Ramadhan, untuk menghilangkan maksiat setidaknya selama bulan puasa. Hanya saja hal ini juga cukup kontroversi, tapi bukan tentang tenggangrasa terhadap umat beragama lainnya tapi aksi-aksi anarkis dari oknum-oknum tertentu saat merazia yang justru mencoreng agama Islam sendiri. Sudah bukan rahasia lagi jika ada beberapa kelompok Islam Radikal yang seolah justru lebih memilih untuk menggunakan kekerasan saat merazia tempat hiburan malam.

Akankah bulan Ramadhan tahun depan kontroversi tersebut masih harus terjadi?

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY