Nama-nama mentereng dengan sepak terjang yang boleh dibilang sudah mengusai industri, tentu saja membuat sejumlah perusahaan besar selalu jadi peminat para pencari kerja. Bukan Cuma mengejar status sebagai pekerja di perusahaan besar tapi juga demi mengejar masa depan.

Well, itu adalah pandangan kita sebagai masyarakat awam akan sejumlah perusahaan besar. Entah itu sekaliber Exxon, Coca Cola dan perusahaan sekelasnya. Nah, hal yang selama ini mungkin tidak pernah kita tahu kalau ternyata perusahaan-perusahaan tersebut tak benar-benar “bersih”. Bukan Cuma adanya istilah kolusi atau nepotisme di dalamnya tapi juga tindak tanduk mereka yang ternyata banyak melakukan kejahatan.

Ibarat kata pepatah, perusahaan besar itu bisa melakukan apa saja termasuk melakukan kejahatan demi meraup keuntungan. Mungkin sekarang kejahatan seperti itu tak lagi dilakukan, tapi catatan sejarah tidak pernah bisa hilang. Seperti apa kejahatan mereka? Berikut skandal 5 perusahaan besar yang paling mematikan.

Coca Cola

Skandal 4 Perusahaan Besar yang Paling Mematikan oleh SegiEmpatSudah tidak perlu ditanya lagi kalau perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan minuman paling kesohor di dunia yang sudah berdiri 130 tahun lamanya. Tapi nyatanya perusahaan ini bisa dibilang tak “sesegar” minumannya, karena faktanya perusahaan yang berbasis di Georgia, Amerika Serikat ini membuat kehancuran di beberapa negara.

Di India Coca Cola dalam produksinya menggunakan 1 juta liter per hari, mirisnya India pun dikenal sebagai salah satu negara yang penduduknya sering kekurangan air. Menurut data dari badan kemanusiaan setempat, Coca Cola sudah membuat ribuan warga di India kekeringan selama berbulan-bulan. Sementara itu tahun 2001 di Colombia, Coca Cola digugat oleh serikat pekerja lantaran diklaim sudah mempekerjakan pasukan militer untuk mengintimidasi para pekerja di pabrik Coca Cola. Mirisnya dua skandal tersebut lolos dari jeratan hukum.

De Beers

Skandal 4 Perusahaan Besar yang Paling Mematikan oleh SegiEmpatPerusahaan ini pasti tak pernah Anda dengar bukan? Tapi jika Anda termasuk salah satu penggemar berlian, mungkin salah satu perhiasan yang Anda punya adalah hasil dari perusahaan De Beers. Ya kecuali sih Anda belinya di Tanah Abang hehe.

De Beers merupakan salah satu perusahaan berlian terbesar dan paling kesohor di dunia. Menurut badan kemanusiaan dunia, perusahaan ini dituding telh terlibat dalam aksi kekerasan di Angola. De Beers dituding mendanai gerilyawan untuk melakukan kekerasan, penganiayaan bahkan pembunuhan di Sierra Nevada, Kongo dan Bostwana. Untuk mengusir masyarakat adat di daerah-daerah yang disinyalir menyimpan tambang berlian.

Exxon Mobil

Skandal 4 Perusahaan Besar yang Paling Mematikan oleh SegiEmpatPerusahaan ini juga sudah tidak asing tentunya, bahkan Exxon Mobil selama ini telah menjadi primadona bagi pekerja tambang di berbagai dunia. Tapi perusahaan ini juga menyimpan sejarah kelam bagi kehidupan manusia.

Tahun 1989 Exxon Mobil terlibat pencemaran minyak di teluk Prince William Sound, yang totalnya sampai 11 juta galon minyak. Belum lagi atas kasus tumpahan minyak di Brooklyn sampai kasus pengeboran minyak yang membuat populasi paus abu-abu terancam punah.

Nestle

Skandal 4 Perusahaan Besar yang Paling Mematikan oleh SegiEmpatSiapa sih yang gak kenal Nestle? Perusahaan yang bergerak di bidang makanan, susu sampai minuman ini juga sudah menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Mirisnya dengan alasan pengembangan bisnis, perusahaan ini pun terlibat skandal mematikan di tanah Borneo, Kalimantan.

Ya tak banyak yang sadar kalau perusahaan ini sudah melakukan deforestasi alias proses penghilangan hutan di Kalimantan untuk perkebunan kelapa sawit. Efeknya? Untuk saat ini kita sudah kehilangan sebagian hutan serta ekosistemnya. Bukan tidak mungkin kedepannya hutan hujan di tanah Borneo benar-benar hilang.

Kalau dilihat dari skandal-skandal di atas, bukan tidak mungkin adanya sebuah konflik di suatu negara itu memang sengaja dibiayai oleh para perusahaan besar demi kepentingan bisnis mereka.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY