Sebenarnya sih era teknologi seperti sekarang ini punya efek positif untuk kita, karena dengan makin berkembangnya teknologi kita tidak hanya mendapat kemudahan bersosmed ria tapi hampir semua kebutuhan kita pun tidak harus lagi dilakukan secara manual.

Cuma seperti kata pepatah “orang cerdas itu tidak selamanya baik karena ada yang cerdas tapi kecerdasannya itu dipakai buat berbohong”. Saya sih gak tahu pepatah yang mana ngomong kayak gitu, Cuma kalau dilihat dari kenyataannya, emang sih banyak orang cerdas yang memakai kecerdasannya itu untuk menyebar kebohongan dan kebodohan. Mirisnya lagi, sampai sekarang masih banyak kalangan masyarakat kita yang terlalu polos dalam menanggapi hingar bingarnya bersosmed ria. Yang dapat kabar langsung share tanpa mau mencari tahu kebenarannya, apalagi kalau kabar itu sesuai dengan pola pikirnya sendiri.

Kabar-HOAX-dari-Era-Soekarno-Sampai-Jokowi-oleh-SegiEmpatYa itulah yang terjadi di tanah air dengan berbagai kabar HOAX yang masih merajai dunia maya .Tapi ternyata nih ya HOAX itu sudah ada sejak jaman dulu, bahkan sejak era pemerintahan Soekarno. Penasaran kan kayak gimana? Langsung aja deh, nih kabar HOAX dari Era Soekarno sampai Jokowi.

Presiden Seokarno Ditipu Idrus dan Markonah

Sekitar tahun 1950-an lalu, mendadak muncul pasangan suami istri bernama Idrus dan Markonah yang mengaku sebagai Raja dan Ratu dari suku Kubu. Suku Kubu sendiri adalah salah satu suku anak dalam di Sumatera. Idrus dan Markonah pun melakukan perjalanan ke daerah-daerah untuk menggalang dukungan pembebasan Irian Barat.

Kabar tersebut sampai ke telinga sang Proklamator, Raja dan sang Ratu pun sampai diundang oleh Presiden ke Istana Negara. Uniknya, Idrus dan Markonah mendapat jamuan yang sangat istimewa bak tamu kenegaraan, sampai akhirnya kedok mereka terbongkar dikala mereka jalan-jalan di Jakarta. Seorang pengayuh becak ternyata mengenali Idrus dan Markonah yang ternyata adalah seorang tukang becak dan PSK di Jakarta. Begitu deh kejadiannya kalau kabar yang terlalu dibesar-besarkan, sampai tingkat Presiden saja bisa jadi korban.

Ibu Tien Soeharto Tertipu oleh Janin yang Bisa Mengaji dan Berbicara

Kalau dilihat dari dunia per-sosmed-an sekarang ini, kabar yang paling cepat menyebar itu kalau bukan tentang pembantaian ya hal-hal aneh. Seperti “bayi lahir dengan satu mata”, “Ibu Durhaka Melahirkan Anak yang Mirip Rusa” atau mungkin “Beranak dari Dubur” (itu bayi atau tahi?) ya pokoknya kayak gitu lah.

Polosnya masyarakat kita pun sudah terjadi sejak jaman dulu, bahkan sampai Istri sang Jenderal pun ikut tertipu dengan kabar HOAX. Tahun 1970-an dulu, sempat muncul kabar janin dari Cut Zahara Fona yang berasal dari Aceh bisa mengaji dan berbicara dari dalam kandungan. Kabar kayak gini itu ibarat gunung berapi yang tiba-tiba menyemburkan air, yang gak munkin secara logis tapi masih aja di percaya.

Alhasil, hebohnya kabar membuat Cut Zahara Fona diundang ke Istana Negara, saat di Istana Adam Malik dan Ibu Tien pun mendengar langsung suara janin yang mengaji dan bisa berbicara. Sontak hal tersebut pun membuat takjub, tapi hampir terbongkar saat seorang dokter bersuara yang getol mempertahankan argumennya kalau janin yang masih dalam kandungan itu belum bisa bernapas dan mengeluarkan suara. Logis memang, gimana mau bersuara kalau di dalam kandungan penuh air ketuban. Tapi sayangnya si dokter terdiam setelah diancam akan dibunuh oleh orang yang percaya keajaiban janin Cut.

Kabar HOAX ini pun baru terbongkar beberapa tahun kemudian yang menyebut jika Cut sebenarnya memasang tape recorder di balik bajunya.

Presiden Megawati pun Termakan HOAX Harta Karun

Di era “Mama Banteng” kabar HOAX sempat membuat Istana negara jadi geger, lantaran termakan kabar HOAX yang menyebut kalau di Batu Tulis ada harta karun Prabu Siliwangi yang terpendam jauh di dasar tanah.

Kala itu Menteri Agama, Said Agil Al Munawar pun menyampaikan ke Presiden Megawati, sampai akhirnya sang Menteri ditugaskan untuk memimpin penggalian demi bisa melunasi hutang Indonesia (tapi ya itu katanya, nyatanya sih gak tahu). Setelah digali beberapa lama, sang Menteri pun kembali ke Istana untuk melapor kalau penggalian di hentikan lantaran tidak ada satupun harta karun yang ditemukan.

Era SBY yang Penuh Misteri

Era Bapak Presiden SBY dimata saya itu adalah era yang penuh misteri, kenapa? misterinya itu hampir semua “bintang iklan” katakana tidak pada malah kecyduk korup. Misterius kan? tunggu dulu, karena kabar HOAX yang merajal lela di era SBY pun sama misteriusnya.

Tahun 2008, sosok Joko Suprapto ramai dibicarakan pasalnya ia menemukan cara kimia yang dapat merubah air jadi bensin. Bahkan saat dia mempresentasikan di depan SBY, pemerintah pun sampai mengucurkan bantuan 10 miliar rupiah untuk proyek “Blue energy”. Pihak Universitas Gajah Mada sebenarnya sudah mengklaim jika itu adalah kabar HOAX, tapi tidak mendapat sambutan dari pemerintah kala itu. Belakangan Joko pun minta maaf karena ia memang tidak bisa mengubah air jadi bensih dan akhirnya ditetapkan tersangka karena sudah melakukan penipuan. Tapi pertanyaannya, itu duit bantuan yang 10 miliar dikemanain?

Bukan Cuma itu, masih ada lagi kabar HOAX yang sampai membuat pemerintah “turun tangan”. Hasil eksperimen PT. Sarana Harapan Indopangan kabarnya berhasil menemuan padi supertoy [email protected] yang katanya bisa menghasilkan 15 ton untuk setiap hektar padi. Kabar ini langsung mendapat respon dari pemerintah, apalagi ternyata komisaris PT. Sarana Harapan Indopangan itu dipimpin oleh Heru Lelono yang tak lain adalah Staf Khusus sang Presiden SBY.  Yang tak lain merupakan “the man behind Blue Energy”.

Nyatanya saat dipanen oleh para petani, padi yang katanya unggulan tersebut hanya memunculkan bulir kosong tak berisi. Alhasil para petani pun merugi sampai milyaran rupiah.

Era Jokowi yang Penuh Lika-Liku

Di era Presiden Jokowi sekarang ini, bisa dibilang sebagai era yang penuh lika-liku. Bagaimana tidak, kabar HOAX di era sekarang makin menjadi, apalagi masyarakat kita yang kaget internet Cuma mengandalkan sosmed tanpa mau mencari tahu kabar yang benar. Bahkan meski sudah dikasih tahu kalau itu HOAX. Penuh lika-liku kan?

Salah satu kabar HOAX yang sempat meraja lela, bahkan jujur saya sendiri pun sampe harus menghapus puluhan teman karena ikut nyebar kabar HOAX adalah isu tentang 10 juta pekerja asal Cina yang menguasai Indonesia. Ini sempat bikin panik, apalagi bagi orang-orang yang gaya hidup mewah tapi bergaji pas-pasan, yang selalu pake alasan “apa-apa serba mahal” padahal gaya hidupnya sendiri yang emang kemahalan udah gitu pengennya dapat bantuan.

Kabar HOAX ini sudah dibantah oleh pemerintah dengan pukulan telak yang membeberkan data resmi dari badan pengawasan tenaga kerja. Dari data pekerja asal Cina hanyaa berjumlah 21 ribu dari 74 ribu pekerja asing di Indonesia, diantara jutaan pekerja pribumi. Saya sih yakin tahun 2018 sampai 2019 nanti HOAX pun bakal makin ramai dan arahnya pun Cuma satu, membuat masyarakat yang polos akan sosmed dan kaget internet makin kejang-kejang.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY