Bejat! Bangsat! Laknat! Terkutuk! Biadab! Bajingan! Asw! KNTL! Kutu kurap! Rambut pa**at! Bulu idung ubanan! Gak tahu lagi deh kata-kata gimana yang mesti saya keluarkan ama si pelaku penembakan di Selandia Baru. Rasanya gak ada satu pun yang bisa mewakili apa yang saya rasakan saat si pelaku dengan santainya berjalan sambil menenteng senjata dan menembak dengan cara membabi buta pada orang yang tidak bersenjata di rumah ibadah.

Apa yang dilakukan si Tarrant sudah menghentak dunia, sekaligus membuktikan kalau di luar sana memang tak sedikit orang-orang rasis yang penuh kebencian dengan orang lain yang berbeda dengannya.

Tapi untuk kasus penambakan itu tak akan kita bahas di sini (kasus itu akan kita bahas di artikel lain). Kali ini kita akan membicarakan tentang sejarah kelam penembakan massal yang pernah terjadi sebelumnya. Karena nyatanya sebelum penembakan di Selandia Baru ada 5 kasus penembakan paling kejam yang pernah terjadi sebelumnya.

Penembakan Kejam di Beslan Rusia

Para murid dan guru di sebuah sekolah yang ada di Beslan tepatnya di Republika Ossetia Utara, Rusia pada 1 September 2004 sama sekali tak menyangka apa yang akan mereka alami. Mereka memulai hari seperti biasa dengan penuh keceriaan. Sampai pada akhirnya sekelompok orang bersenjata merangsek masuk dan menyandra mereka.

Tiga hari para guru dan murid di Sandra dengan cara yang memilukan, sampai pada akhirnya 334 sandera tewas yang mana 186 diantaranya adalah anak-anak karena aksi nekat mereka. Kejadian ini termasuk kasus penembakan paling kejam dalam sejarah karena nyatanya para pelaku tak hanya menembak tapi mereka juga meneror dengan bom.

Penembakan Kejam di Mumbai India

Negara asal Shahruk Khan India, tepatnya di kota Mumbai juga pernah mengalami insiden penembakan. Saat itu kelompok militant yang menamai dirinya Laskhar e Taiba merangsek ke sekerumunan orang kemudian menembak secara membabi buta dengan senjata laras panjang.

Insiden tersebut membuat 166 orang tewas seketika dan lebih dari 300 orang luka serius. Kasus ini kabarnya merupakan serangan teroris serentak yang sudah sangat terencana.

Penembakan Biadab di Army Public School Pakistan

Tahun 2014 Pakistan juga mengalami tragedy nasional yang kejam, di mana sekelompok orang dengan bersenjata lengkap menerobos masuk ke sekolah Army Public School. Kasus ini termasuk salah satu kasus paling berdarah di Pakistan, pasalnya para pelaku melakukan aksinya dengan keji.

Mereka merangsek masuk dan menembak ke segala arah, yang mana pada saat itu di dalam sekolah terdapat 500 lebih siswa, guru dan staf sekolah. Kasus yang dikenal dengan nama ‘Serangan Taliban’ ini menewaskan 132 anak-anak dan 9 staf sekolah.

Penembakan di Garissa University College Kenya

Apa yang terjadi di Pakistan, juga dialami oleh para siswa di Garissa University College, Kenya. Pada bulan Maret 2015 siswa yang sedang menjalani ibadah di pagi hari tiba-tiba diberondong senjata oleh para pelaku penembakan yang menyamar sebagai jamaah.

Tragedi ini menewaskan 147 orang dan lebih dari 100 orang luka. Kejadian ini diklaim oleh Al-Shabaab, mereka mengklaim bahwa kelompoknya lah yang telah melakukan penyerangan tersebut.

Penembakan di Paris Prancis

Kejadian ini tentu masih terekam jelas dalam ingatan, di mana kota Paris yang begitu terkenal dengan cinta hari itu berubah menjadi duka. Seorang pria bersenjata menembak secara membabi buta ke segala arah. Atas tragedi ini setidaknya 120 orang tewas dan 350 orang lebih mengalami cedera serius.

Kasus penembakan ini memang menjadi sebuah skema teror para teroris, karena selain penembakan di malam yang sama juga terjadi penyanderaan dan serangan bom bunuh diri.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY