Kesurupan selama ini kita kenal sebagai salah satu fenomena yang berhubungan dengan hal-hal gaib. Yang mana makhluk gaib entah itu kuntilanak, genderuwo ataupun setan macan masuk ke tubuh dan mengambil alih. Hal ini kita tahu karena mereka yang kesurupan memang tiba-tiba bertingkah aneh, entah itu berbicara aneh, bersuara seperti macan (yang kalau menurut saya sudah sangat mainstream) sampai yang berlari sambil lompat-lompat bahkan sambil kayang, yang kelihatannya udah kayak lagi main sirkus hehe.

Penjelasan-Ilmiah-tentang-Kesurupan-oleh-SegiEmpatSetidaknya semua itu adalah hal yang selama ini sering kita lihat kan? entah di program-progam televisi mainstream yang kalau setiap kesurupan pasti yang kesurupannya bakal ngomong kayak macan atau di media-media berita. Kalau rasa penasaran kamu sama seperti saya, kamu-kamu semua pasti pada penasaran kan kalau “bener gak sih orang yang kesurupan itu “kemasukan” sentan?” (kalau saya sih mending kemasukan makanan haha). Nah, berikut penjelasan ilmiah tentang kesurupan.

Kesurupan itu Penyakit Bukan Karena Dedemit

Di dunia medis kesurupan dikenal dengan nama dissociative trance disorder, yang mana sama seperti gangguan atau penyakit mental pada umumnya. Yang paling sering disebabkan tekanan sosial yang mempengaruhi mental sampai alam bawah sadar. Jadinya mereka yang mengalami kesurupan bakal kehilangan kendali, tidak sadar, suara jadi berubah dan tidak bisa membedakan mana khayalan dan mana dunia nyata. Hal tersebut pun berlaku terhadap fenomena kesurupan massal, yang secara ilmiah disebutkan jika penyebabkan itu karena orang lain jadi ikut tersugesti melihat orang di dekatnya kesurupan.

Kesurupan Terjadi Karena Gangguan Saraf

Sementara itu, beberapa pakar juga mengatakan kalau sebenarnya kesurupan atau kerasukan itu merupakan gangguan yang terjadi akibat adanya “serangan” pada limbic di otak. Yang mana saraf tersebut bertugas untuk mengatur emosi, perilaku dan tindakan seseorang. Gangguan pada limbic dapat terjadi saat seseorang mengalami emosi dan disaat yang sama juga mengalami masalah sosial tertentu. Sehingga memicu jaringan neurotransmitter jadi kacau dan pada akhirnya merusak sistem limbic.

Orang yang Kesurupan Sama Seperti Orang Epilepsi

Sedangkan beberapa pakar juga mengatakan kalau kesurupan itu bisa dibilang identik dengan mereka yang menderita penyakit epilepsy alias ayan. Penyakit epilepsy tidak hanya bakal membuat penderitanya jadi kejang-kejang, tapi juga bisa membuat mereka yang mengalaminya berhalusinasi. Salah satu contohnya itu melihat hantu atau mendengar bisikan-bisikan aneh yang mungkin sebenarnya berasal dari suara-suara orang disekitarnya. Tapi karena dia berhalusinasi suara tersebut justru diartikan sebagai bisikan gaib. Gejala seperti itu pun bakal membuat penderitanya mengalami perubahan suara.

Kalau menurus saya pribadi, penjelasan tersebut sangat masuk akal. Apalagi selama ini, jika epilepsy tiba-tiba menyerang penderitanya yang masih anak-anak tidak ada satu orang pun yang mengatakan hal tersebut berupa kesurupan melainkan penyakit ayan.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY