Kisah Dibalik Desa Nagoro ‘Lembah Boneka’ di Jepang oleh SegiEmpatSaat ini kemunculan berbagai tempat-tempat unik telah menghiasi berita-berita terbaru hingga menjalar ke media sosial. Dari setiap tempat yang muncul pastinya memberikan kesan sangat berbeda, biasanya tempat yang paling unik berasal dari desa yang terlupakan atau desa yang sangat terpencil di suatu negara. Hal inilah yang membawa sebuah desa di Jepang bernama Desa Nagoro menjadi populer di dunia.

Kisah dibalik Desa nagoro ‘Lembah Boneka’ di Jepang

Desa Nagoro merupakan sebuah desa yang berlokasi pada Pengunungan Selatan Pulau Shikoku di negeri Sakura Jepang. Desa terpencil, jauh dari sorotan publik bahkan tidak ditemukan dipencarian internet. Memiliki jumlah penduduk sedikit, sekitar ratusan orang saja dan kehidupan yang sangat sederhana, namun keindahan desa sungguh menakjubkan karena letaknya yang strategis berada dibalik pengunungan. Faktor ekonomi akhirnya mendorong sebagian penduduk desa untuk hijrah ke kota dan faktor kelahiran tidak sebanding dengan jumlah orang meninggal mengakibatkan penduduk desa mengalami penurunan drastis dari jumlah warga setempat. Hingga akhirnya diketahui jumlah warga Desa Nagoro berjumlah 37 orang saja, walaupun demikian warga desa ini tetap menjalani kehidupan seperti biasa.

Namun semua kisah menyedihkan itu berubah menjadi sesuatu yang luar biasa, berkat salah satu seniman yang kembali Desa Nagoro bernama Ayano Tsukimi.

Ayano Tsukimia

Ayano Tsukimia Kisah Dibalik Desa Nagoro ‘Lembah Boneka’ di Jepang oleh SegiEmpatSeorang wanita paruh baya yang telah berusia 64 tahun ini seakan menjadi penyelamat di desanya. Setelah kembali dari Osaka dengan tujuan merawat keluarga yang sudah tua. Namun ternyata kesedihan bukan hanya terlihat dari kondisi keluarganya, desa kelahirannya pun semakin sepi dan seakan hampir punah. Selama tinggal kembali di desa tersebut, dirinya dirundung masalah akan hewan-hewan liar yang sering merusak tanaman para penduduk. Hingga akhirnya dirinya membuat boneka sawah bertujuan untuk menakut-nakuti hewan tersebut. Dari setiap boneka sawah yang dibuat dirinya merasakan hal istimewah, seakan-akan para boneka tersebut nyata, hidup dalam desa.

Berawal dari hal itu, Ayona mencoba membuat replika keluarga dekatnya yang telah meninggal dari boneka seukuran manusia. Dirinya pun menaruh boneka-boneka tersebut tepat dimana dahulu orang yang telah meninggal itu sering berada. Boneka-boneka tersebutpun menggunakan pakaian-pakaian manusia dikarenakan bentuk dan struktur boneka buatannya tidak jauh beda dari manusia asli, sehingga menjadikan kediamannya nyaman, ramai dan terasa masih seperti dulu bersama orang-orang yang dicintai. Walaupun terlihat sedikit menakutkan namun dirinya tidak mempermasalahkan itu. Kegembiraan itu tidak dirasakan sendiri, semua wargapun ikut merasakannya seakan-akan populasi Desa Nagoro telah bertambah.

Melihat kesenangan warga desa yang sangat tinggi, dirinya menambahkan boneka lagi. Tambahan boneka yang dibuatnya diambil dari gambaran orang-orang yang telah meninggalkan desa dan orang-orang yang telah meninggal. Saat ini diketahui selama 13 tahun berada di Desa Nagoron, Ayona telah berhasil membuat boneka kurang lebih 350 buah yang terdiri dari anak-anak. remaja dan orang tua. Saat ini Desa Nagoro telah mengalami peningkatan jumlah penduduk yang sangat drastis, walaupun di dominasi oleh boneka manusia buatan tetapi setidaknya telah meramaikan desa yang hampir punah ini.

Desa Nagoro kini terkenal sebagai ‘Lembah boneka’. Semua itu dikarenakan penampakan boneka yang ada di setiap sudut desa lebih banyak dibanding jumlah penduduk asli yang masih hidup. Boneka-boneka tersebutpun ditempatkan pada lokasi warga asli sering melakukan aktivitas.

Gedung Sekolah

Gedung Sekolah Kisah Dibalik Desa Nagoro ‘Lembah Boneka’ di Jepang oleh SegiEmpatSeakan tak ingin menghilangkan pendidikan di desanya Ayona memanfaatkan gedung sekolah yang telah lama tidak berpenghuni. Sedih melihat ruangan kelas kosong yang dulunya dipadati para siswa belajar, diapun mengisinya dengan beberapa boneka manusia berukuran anak remaja dengan berbagai jenis pakaian seakan para boneka tersebut memperhatikan guru yang berada didepannya. Boneka-boneka tersebut disusun rapi, diberi kursi, meja, alat tulis diatas meja dan uniknya seorang boneka guru terlihat di dalam kelas seakan memberikan materi pembelajaran kepada muridnya.

Halte Bus

Halte Bus Kisah Dibalik Desa Nagoro ‘Lembah Boneka’ di Jepang oleh SegiEmpatTempat biasa warga menunggu bus angkutan tidak luput dari boneka Ayona. Terlihat beberapa boneka manusia menantikan kedatangan bus sambil bercanda ria. hehehe

Kolam Pemancingan

Kolam Pemancingan Kisah Dibalik Desa Nagoro ‘Lembah Boneka’ di Jepang oleh SegiEmpatSebuah boneka pria pun menghiasi kolam pemancingan desa ini. Boneka tersebut tampak sedang menikmati kegiatan memancingnya. Dengan penampilan ciri khas pemancing dan tongkat pancingan ditangannya membuatnya tampak sangat nyata. Sungguh suatu keunikan yang sayang bila dilewatkan.

Petani Wanita

Wanita Petani Kisah Dibalik Desa Nagoro ‘Lembah Boneka’ di Jepang oleh SegiEmpatBoneka berbentuk wanita dengan pakaian petani pun terlihat dibeberapa sudut sawah desa ini. Menggunakan topi jerami lebar, baju lengan panjang sepatu bot dan sehelai handuk yang dikalungkan kelehernya seakan mereka siap memulai aktifitasnya di sawah. Ditambah boneka anak yang banyak bergelantungan di pohon menambahkan keindahan desa sekilagus membuat tampak mengerikan.

Saat ini Desa Nagoro telah menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Kemunculan boneka-boneka buatan tangan wanita ini seakan menghidupkan kembali nyawa desa ini. Setiap pakain boneka yang rusak selalu diganti dengan yang baru. Maka tak heran akhir-akhir ini para wisatawan maupun warga Jepang silih berganti datang menikmati keunikan desa tersebut. Suasana menyedihkan, mengharukan dan mengerikan keluar dari area desa ini. Namun berbagai persepsi muncul setelah di desa ini muncul kepermukaan publik. Banyak yang mengatakan bahwa boneka-boneka tersebut merupakan bagian dari ritual-ritual Ayona karena menganut ajaran ilmu hitam. Setiap boneka buatannya seakan berisi mahluk halus dan memiliki aura mistis. Semua itu tergambar dari beberapa pendapat orang yang telah datang ke Lembah Boneka tersebut dan masih menjadi sebuah misteri, apakah itu benar atau tidak? Tak ada yang dapat memastikannya.

Demikianlah informasi tentang kisah dibalik Desa Nagoro ‘Lembah Boneka’ di Jepang. Semoga bermanfaat.

* * * * *
Buku Formula Cinta

1 COMMENT

LEAVE A REPLY