Jaman sekarang emang perbuatan kriminal itu semakin banyak, apalagi dengan adanya sosmed yang didukung ponsel canggih. Jadinya semakin sering aja orang-orang buat nyebar berita sampe ngerekam kejadian para pelaku kriminal yang lagi digebukin massa karena kedapatan.

Tapi sadar atau tidak, dijaman yang semakin ekstrim ini yang gak Cuma penjahatnya yang makin berani para masyarakat pun semakin kehilangan kontrol. Kalau dilihat dari satu sisi emang kita kadang ngerasa puas kalau para penjahat di gebukin, apalagi kalau korbannya dari keluarga atau bahkan kita sendiri. Cuma dari sisi kemanusiaan apakah kerugian materi yang kita alami sebanding dengan mereka yang sampai harus meregang nyawa?

Kalau saya pribadi sih ngeliatnya karena emang ada yang provokasi, Cuma mirisnya ini juga ngebuktiin kalau masih banyak masyarakat yang emang gampang banget terprovokasi. Pokoknya tinggal teriak aja “bunuh, bakar, gantung” massa pun bergerak. Emangnya lemper yang dibakar, terus digantung bareng telur asin? Ini manusia lho, mereka punya hak hidup, mereka punya nyawa, punya keluarga dan punya hati.

Paling miris ada yang Cuma masalah sepele, mulai dari diduga maling ampli, maling pisang, maling burung sampe yang  Cuma dituduh penculik padahal Cuma pengepul petai tewas dimassa.

Masih “Diduga” Maling Ampli Tukang Service Dibakar Hidup-Hidup

Masih pada ingat kan pastinya nasib naas yang dialami pria bernama zoya, seorang suami berprofesi sebagai tukang service tewas dibakar hidup-hidup lantaran dituduh maling ampli masjid. Saya sendiri emang gak tahu cerita aslinya kayak gimana, ada yang bilang kalau korban Cuma numpang sholat terus karena takut ampli yang dia bawa sendiri hilang jadi ikut dibawa masuk. Tapi ada juga yang terkesan emang membenarkan kalau Zoya maling ampli.

4 Orang ini Meregang Nyawa Padahal Cuma Masalah Sepele oleh SegiEmpatTapi karena kebanyakan orang emang masih ngandelin paradigm “pukul dulu tanya belakangan”, Zoya justru meregang nyawa. Yang paling miris itu gak ada satupun orang yang nolongin waktu Zoya minta tolong saat api sudah membakar tubuhnya, yang ada orang-orang justru sibuk videokan terus upload di sosmed.

Pengepul Petai yang Dituduh Penculik Anak Dihajar Sampai Tewas

Tahun 2017 awal, kita sempat dihebohkan dengan isu penculik anak yang kemudian memutilasi demi menjual organ tubuhnya. Isu-isu seperti itu jelas merupakan hoax belaka, karena sampe sekarang pun belum ada korban yang emang benar-benar kebukti diculik terus dimutilasi seperti foto-foto gak jelas yang beredar. Yang ada semua hanya dari cerita di sosmed aja.

4 Orang ini Meregang Nyawa Padahal Cuma Masalah Sepele oleh SegiEmpatApes bagi pria yang disebut bernama Maman yang sebenarnya berprofesi sebagai pengepul petai. Setelah menjemput anaknya Maman sebenarnya ingin mencari petai dari para petani petai untuk dijual. Tapi entah karena apa, ada orang yang meneriakinya penculik karena melihatnya bersama anak kecil. Dan seperti yang sudah diberitakan, Maman tewas dimassa.

Cuma Karena Ngambil Pisang Dua Pemuda Dimassa yang Satu Tewas di Tempat

Santo dan Egi adalah dua orang pemuda yang juga mengalami nasib naas seperti Maman, dua pemuda ini dikeroyok massa sampai salah satunya yang bernama Santo tewas sementara Egi mengalami luka yang sangat parah.

4 Orang ini Meregang Nyawa Padahal Cuma Masalah Sepele oleh SegiEmpatPenyebabnya, kedua pemuda ini diduga sebagai maling motor dan seperti api yang dilempar di bensin. Massa kemudian mengejar dan menghajarnya sampai Santo meregang nyawa. Mirisnya dari hasil penyelidikan kedua pemuda ini hanya mengambil pisang.

Remaja 16 Tahun Tewas Setelah Dituduh Maling Burung

Maraknya pelaku kriminal dari kalangan remaja dan super powernya UU Perlindungan anak, diakui atau tidak membuat masyarakat geram. Tapi itu seharusnya tidak jadi alasan kalau semua remaja pelaku kriminal dengan kekerasan, seperti yang dialami oleh remaja 16 tahun berinisial TP.

4 Orang ini Meregang Nyawa Padahal Cuma Masalah Sepele oleh SegiEmpatMemang sih korban ini kegep maling burung, apesnya dia aja yang gak berhasil lolos. Tapi yang paling apes lagi TP ini sampe harus meninggal dunia karena dihajar massa. Masa iya nyawa hewan sebanding dengan nyawa manusia, masa iya harus seemosi itu sama pencuri burung? padahal kalau main burung di panti pijat mah doyan.

Kalau masih pada ingat dengan artikel 8 Kejahatan yang ada di Indonesia tapi tidak dihukum, aksi main hakim seperti ini termasuk salah satu di dalamnya. Tapi dengan adanya kasus seperti ini semoga tidak terjadi lagi.

Saya sih berharap pihak kepolisian bisa melakukan keadilan khususnya bagi mereka yang meregang nyawa karena hanya dituduh tanpa dibuktikan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY