Apa yang pertama kali kamu pikirkan kalau ngedenger kata alay? Sekumpulan remaja yang pakaiannya nyentrik dengan gaya gak jelas yang dikit-dikit heboh sampai teriak-teriak padahal gak ada yang lucu? Gak salah emang karena namanya anak alay ya emang kayak gitu.

Kamu-kamu pasti udah sering deh denger istilah anak alay, bener kan? yang bahkan ngebuat kamu berpikir kalau anak-anak alay itu salah satu bagian dari sampah masyarakat.  Tapi kamu-kamu udah tahu gak sih sebenernya anak alay itu kayak gimana? gimana asal mulanya? Apa arti alay yang sebenarnya? Kenapa bisa berkembang terus jadi budaya? Sampai kenapa begitu heboh di masyarakat kita. Nih 4 fakta anak alay seperti dilansir dari hipwee.

Cikal Bakal Alay

Gak tahu sih kamu-kamu pada sadar atau enggak, kalau alay itu pertama kali muncul dari tata cara kita sendiri waktu saling ngirim SMS. Yang dikit-dikit disingkat terus lama kelamaan mulai pake huruf besar kecil yang kemudian mulai dicampur dengan angka.

Makin berkembang dengan adanya internet dan awal mula sosial media, ejaan yang gak jelas kayak gitu pun berkembang apalagi di kalangan anak muda yang mulai main friendster dan Facebook.

Kepanjangan Alay

Ada tiga istilah yang jadi kepanjangan alay, pertama anak layangan. Istilah anak layangan merujuk pada penampilan anak alay yang dekil tapi pirang persis seperti anak-anak yang hobinya main layangan.

Kedua anak lebay, ya seperti istilah kebanyakan sih yang artinya berlebihan, norak, over acting, over kepedean dan gak tahu malu.

Dan ketiga anak layar, istilah ini maksudnya merujuk pada mereka-mereka yang berkembang berdasarkan apa yang dilihat di layar. Entah itu layar komputer, android, tablet atau HP.

Tapi ya apapun itu sih, intinya alay itu berarti berlebihan, norak, nyentrik, kampungan dan lain sebagainya.

Jadi Alay Karena Labil dan Demi Pengakuan Lingkungan

Anak alay itu bisa dibilang salah satu budaya yang sangat berkembang, bukan Cuma bisa dibilang sih tapi karena emang faktanya kayak gitu. Buktinya makin berkembangnya teknologi malah makin kelihatan.

Alay ini berkembang karena pengaruh anak-anak muda, remaja atau remaja yang sedang dalam peralihan menuju dewasa. Yang faktanya mereka-mereka itu memang punya keinginan kuat untuk mencoba hal baru, masih labil, ingin nyentrik demi dapat pengakuan dari lingkungannya. Alhasil ya begitu lah dengan cepat alay pun mulai merasuk ke berbagai anak muda.

Alay Gak Cuma Remaja tapi Orang Dewasa Juga Bisa jadi Alay

Nah ini salah satu fakta yang sebenarnya sangat miris, karena alay itu yang awal mulanya Cuma sekedar bahasa lama kelamaan malah menurun dan mempengaruhi banyak hal. Seperti penampilan, cara berpakaian, pergaulan, musik, iklan, film sampai yang bikin alay jadi begitu legend yaitu program televisi yang diisi ama orang-orang dewasa. Jadi fakta kan kalau alay itu bukan Cuma remaja tapi orang dewasa juga bisa?

Well, sebenarnya sih alay enggaknya seseorang itu emang gak harus jadi masalah. Selama ke-alay-annya itu Cuma sekedar cara bersikap, cara ngomong atau mungkin sekedar hobi, tapi kalau sudah merugikan orang lain wah itu sudah lain soal apalagi kalau malah dipertontonkan.

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY