Dimata dunia semua orang tahu kalau tanah air tercinta Indonesia punya keindahan alam yang tiada duanya. Dari Sabang sampai Merauke, alam Indonesia yang terbentang sebegitu luasnya memang jadi primadona bagi banyak orang. Sayangnya dibalik itu Indonesia masih menyimpan setumpuk wajah muram, yang menjadi fakta miris dibalik indahnya alam dan pendewasaan masyarakat di negeri ini.

Memang seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”, seindah apapun alam Indonesia, semodern apapun perkembangan jaman tapi kadang Burung Garuda masih harus meneteskan air mata melihat fakta masih begitu banyaknya persoalan yang melanda negeri ini. Mirisnya lagi, sejumlah masalah yang terjadi faktanya sudah terjadi bertahun-tahun tanpa ada penyelesaian, dari pemerintah ataupun dari pribadi masing-masing individu.

Pertanyaannya haruskah kita biarkan hal ini terus terjadi? Bukankah kita masyarakat Indonesia adalah masyarakat beradab? Bukankah kita semua ingin keindahan? Bukankah tanah air kita tanah “surga”? Atau kita memang tidak peduli akan keindahan itu?

Dilansir dari berbagai sumber seperti inilah 10 fakta miris dibalik indahnya alam Indonesia, yang masih mencekik Burung Garuda.

Mirisnya Kehidupan Jalanan

Disaat semua orang terpaku dengan sinetron anak jalanan, tengisan kehidupan jalanan yang sebenarnya justru tidak dipedulikan. UUD 1945 Pasal 34 ayat 1 yang sebenarnya sudah mengatur akan tanggung jawab NEGARA terhadap fakir miskin dan anak-anak terlantar seperti hanya sebuah “hiasan indah” dari dasar Negara tercinta.

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatKehidupan anak jalan tidak seperti di dalam film yang berwajah cerah, bebas mengendarai motor mahal bahkan tidur dengan beralaskan kasur empuk. Karena faktanya jangankan untuk tidur, untuk makan atau hanya sekedar berlindung dari teriknya matahari pun mereka tidak punya. Jangan tanyakan kemana orangtua mereka, tapi tanyakan para penguasa negeri ini, kemana engkau yang seharusnya menjalankan dasar Negara? Apakah mereka harus bertanya “pada rumput yang bergoyang”.

Sekolah Tinggi, Baju Keren, Mobil Mahal Tapi ……

Sampah, saya yakin semua orang tahu artinya. Karena tentu kita tidak harus sekolah tinggi, tidak harus punya banyak uang untuk tahu apa itu sampah. Tapi fakta yang terjadi justru berbanding terbalik, karena semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin keren penampilannya bahkan semakin besar pendapatannya perilaku mereka justru memperlihatkan kalau mereka semakin lupa akan artinya. Mau bukti?

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatSaya yakin foto di atas yang diabadikan saat mudik beberapa waktu lalu sudah cukup jelas. Apa susahnya sih menyimpannya di dalam mobil untuk dibuang pada tempatnya? Kalau perlu sediakan wadah khusus di dalam mobil. Jalanan bukan tempat sampah!

Intoleransi yang Makin Merajalela

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatMasyarakat dunia mengenal masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang ramah dan beradab. Tapi sepertinya masyarakat dunia harus menarik kembali keyakinan mereka akan masyarakat tanah air. Karena faktanya sekarang ini perilaku sebagian besar masyarakat Indonesia justru sama sekali tidak ramah. Perilaku intoleransi terhadap suku dan Agama justru makin berkembang dan meracuni banyak orang.

Orang-orang yang beragama tertentu, orang-orang yang berasal dari suku tertentu saling hujat bahkan saling menjelek-jelekkan. Padahal mereka semua tahu kalau sejak lama bahkan jauh sebelum mereka “dibuat”, Indonesia sudah terdiri dari beragam Agama, suku, budaya, adat dan kepercayaan. Lantas apakah perilaku seperti ini bisa melambangkan kita masyarakat Indonesia?

Kota Mati Di Tengah Padang Lumpur

Masyarakat Sidoarjo sepertinya tidak perlu bepergian keluar kota apalagi sampai ke Dubai untuk melihat hamparan luas padang pasir. Karena di tempat mereka, khususnya di Porong mereka sudah bisa melihat “indahnya” hamparan luas padang lumpur.

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatEntah karena human eror, kesalahan prosedur atau memang karena ketamakan sebagian daerah Porong, Sidoarjo sudah seperti kota mati. Tidak ada satupun orang yang mau tinggal di rumah-rumah mereka yang sudah terendam lumpur yang bahkan menenggelamkan rumah mereka. Masalah lumpur Lapindo menjadi salah satu fakta buramnya wajah Indonesia dibalik keindahan Alamnya, yang sampai sekarang penyelesaiannya justru memiriskan.

Pemukiman Kumuh VS Perumahan Elit

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatAda banyak keindahan di Indonesia, termasuk “indahnya” kesenjangan yang terjadi di kehidupan perkotaan. Kebanyakan orang mungkin akan melihat kesenjangan ini sebagai masalah besar yang harus ditanggulangi pemerintah. Saya sendiri setuju dengan itu, tapi faktanya kesenjangan sosial terjadi justru karena ulah diri kita sendiri.

Kenapa? Karena sebenarnya kesenjangan sosial terjadi disebabkan oleh urbanisasi tak “bermodal” yang dibarengi dengan ekspektasi berlebihan. Datang ke kota yang keras dengan hanya bermodalkan keterampilan seadanya plus dengan harapan yang besar, hasilnya mereka pun terpaksa hidup seadanya. Memang sudah seharusnya pemerintah bisa memperhatikan rakyatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan, tapi kalau di kampung halaman jauh lebih indah dibanding di kota kenapa harus pindah?

Tetap Semangat Ditengah Keterbatasan

Majunya perkembangan jaman faktanya tidak dialami oleh semua kalangan, bahkan kalau kita lihat ke bawah masih banyak orang-orang yang tetap “jalan ditempat”. Kehidupan mereka yang keras sejak sebelum mereka dilahirkan sama sekali tidak berubah seperti perkembangan jaman.

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatTaspirin dan Siti Aisyah adalah dua bukti nyata bagaimana kehidupan keras sebagian anak Indonesia di tanah air tercinta. Mereka hidup serba terbatas, bahkan kalau anak seusianya justru sibuk bermain mereka justru sibuk berjuang demi kehidupan mereka. Tapi keterbatasan mereka sama sekali tidak melunturkan semangatnya untuk terus berjuang, berbeda dengan sebagian orang yang justru sibuk “memohon” bahkan saling sikut demi sebuah jabatan.

Potret Generasi Penerus Bangsa

Sebagai manusia, sudah jadi hukum alam kalau pada saatnya nanti semua hal yang kita punya termasuk nyawa pun, pada akhirnya akan pergi meninggalkan tubuh. Karena itu sudah sepantasnya kalau kita melakukan yang terbaik untuk generasi penerus. Bukan hanya untuk dikenang tapi agar kehidupan mereka jauh lebih baik dari sebelumnya.

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatTapi di Indonesia, sudah jadi rahasia umum kalau tidak semua orang bisa merasakan indahnya pendidikan. Bukan hanya di Ibukota atau di Kota-Kota besar, tapi juga merambah ke daerah-daerah lainnya. Generasi penerus bangsa yang seharusnya menjadi modal penting untuk kemajuan bangsa justru terjadi sangat timpang.

Sungai Berubah Fungsi Menjadi TPA

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatSampah sampai sekarang masih menjadi PR yang seolah begitu sulit untuk ditemukan solusinya. Bahkan faktanya sungai Citarum seperti sudah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan akhir. Bukan hanya dipenuhi sampah tapi juga limbah-limbah pabrik dan rumah tangga yang bahkan sudah mengubah warna airnya.

Kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab? Kalau kita bisa berkaca terhadap diri sendiri maka yang seharusnya bertanggung jawab adalah diri kita sendiri. Sikap acuh tak acuh bahkan sampai ketamakan kita-lah yang jadi penyebabnya.

Ikanpun Mulai Akrab dengan Sisa-Sisa Manusia

Ada pepatah yang mengatakan kalau sebenarnya yang paling sering menyebabkan kerusakan adalah manusia itu sendiri. Pepatah ini sebenarnya tidak salah, karena faktanya memang perilaku sebagian manusia memang perusak.

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatSalah satu bukti, ikan Raja Laut yang merupakan salah satu ikan purba di dunia justru sudah mulai akrab dengan sampah manusia. Apa mungkin ikan tersebut memakan kripik kentang sekaligus memakang bungkusnya?

Saat Air Berlumpur Menjadi Teman Sehari-Hari

10 Fakta Miris Dibalik Indahnya Alam Indonesia oleh SegiEmpatSetiap musim penghujan tiba maka faktanya setiap orang mungkin akan mulai waspada dengan masalah banjir, seperti yang terjadi di Ibukota Jakarta yang sudah sejak lama seolah bersahabat dengan banjir.

Sayangnya setiap tahun pula siklus saling tuding dan saling menyalahkan terjadi seiring dengan datangnya genangan air berlumpur yang merendam rumah-rumah warga. Bukannya duduk bersama untuk menemukan solusi, karena tentu saja program yang dicanangkan harus berjalan dengan kesadaran masyarakat. Bukan hanya berjalan satu pihak.

Nah, apakah kita sebagai orang Indonesia tidak malu melihat fakta miris seperti itu? ini bukan sebagai aksi provokasi atau menyalahkan instansi maupun pribadi tertentu. Tapi artikel ini bertujuan untuk menyadarkan kita akan perilaku kita sehari-hari. Semua hal baik sudah sepantasnya dimulai dari diri sendiri yang seharusnya bisa kita lakukan tanpa disuruh, setuju?

2 COMMENTS

  1. Tidak bisa berbuat banyak, tapi kita harus peduli dan apa yang bisa kita lakukan, lakukanlah meskipun sangat kecil.

    Indonesia butuh orang yang peduli.

LEAVE A REPLY