Kita hidup dengan jutaan orang dan sudah pasti setiap hari kita akan bertemu dengan banyak orang. Karena itu dalam keseharian kita ada kalanya karena kelelahan fisik atau karena kelelahan emosional membuat kita jadi tidak dapat terhindar dari konflik.

Jaman sekarang konflik pun sudah tidak lagi dapat diselesaikan dengan baik, bahkan kebanyakan orang justru lebih memilih saling lapor atau bahkan saling adu fisik layaknya pemain tinju saat memperebutkan gelar. Meski pada akhirnya hanya berebut gelar sebagai “orang yang benar”.

Mengendalikan Emosi saat Konflik oleh SegiEmpatHal seperti itu tentu sangat negatif bagi kehidupan kita, karena sebagai makhluk sosial menuntut kita untuk dapat berhubungan baik dengan semua orang. Tapi bagaimana jadinya kalau kita dihadapkan dengan situasi tidak menyenangkan yang membuat kita terpancing emosi? Misalnya saat kita harus dimarahi atasan karena human eror dari salah satu anggota tim kerja kita? Ini tentu cukup sulit untuk dihadapi. Namun sebelum Anda terjebak emosi, jauh lebih baik jika kita mengendalikan diri agar tidak terlibat konflik yang justru dapat merugikan diri sendiri.

Nah, untuk itu saya punya beberapa cara mengendalikan emosi saat konflik yang mungkin bisa membantu Anda saat mengalaminya.

Kendalikan dengan Bagaimana Bukan Mengapa

Boleh percaya atau tidak, sebenarnya dalam kehidupan kita selalu ada diantara pilihan. Dimana setiap pilihan itu punya konsekuensi masing-masing. Begitu juga saat kita sedang marah. Selalu ada pilihan bagaimana kita harus bereaksi. Apakah kita akan meluapkannya atau mengendalikannya.

Umumnya orang-orang yang memilih untuk meluapkan amarahnya itu karena dia memilih untuk membiarkan dirinya terus berpikir kenapa dia bereaksi bukannya bagaimana dia harus bereaksi. Alhasil emosi pun mulai meledak dan akhirnya merugikan diri sendiri. Karena itu jauh lebih baik jika Anda memilih untuk memikirkan bagaimana Anda bereaksi. Lantas bagaimana Anda harus bereaksi? Caranya kendalikan emosi Anda dengan menarik napas dalam-dalam dan menggerakkan otot-otot tubuh agar jadi rileks. Dengan begitu Anda tidak harus terjebak emosi.

Pastikan Anda Bereaksi Sesuai Tempatnya

Pastinya saat Anda marah Anda merasa jadi begitu sangat emosional. Anda membiarkan diri Anda terjebak dengan emosi negatif dalam diri Anda sendiri. Hal ini paling sering membuat orang jadi lepas kendali, dan tidak mengenal tempat dimana pun dia memilih untuk meluapkan emosinya.

Kalau Anda sendiri memang merasa emosi Anda semakin berat maka pastikan Anda bereaksi sesuai dengan tempatnya. Tidak semua orang tahu apa yang Anda rasakan dan bisa memakluminya. Bahkan yang ada orang-orang justru menilai Anda negatif saat itu. Jadi sebelum Anda merugikan diri sendiri yang misalnya seperti contoh kasus di atas Anda justru bisa dipecat pastikan Anda memilih waktu dan tempat yang pas untuk meluapkannya.

Pererat Hubungan

Faktanya sekarang ini manusia sudah mulai jauh dari harfiahnya sebagai makhluk sosial. Kebanyakan orang justru memilih untuk saling beradu ketimbang memperbanyak komunikasi dengan orang lain. Hal inilah yang paling mudah memicu konflik. Jadi salah satu cara terbaik untuk mengendalikan emosi adalah dengan mempererat hubungan dengan orang lain.

LEAVE A REPLY